Jakarta, Lomba Blog

Keindahan Kepulauan Seribu tak kan habis untuk dijelajahi

Dokumentasi Randu Mulia
Sunrise di Pulau Tidung – Dokumentasi Randu Mulia

Liburan, sebuah kata yang kini sedang menjadi trend dan gaya hidup. Maka istilah untuk mengganti kata liburan tersebut pun banyak bermunculan. Dari mulai jalan-jalan, traveling, backpacking, mbolang, sampai ada yang menggunakan istilah nggembel.

Mengapa kegiatan liburan ini menjadi trend? Untuk saya pribadi sebagai perempuan bekerja, kadang rutinitas sehari-hari menimbulkan penat dan stress. Berangkat pagi-pagi ke kantor setiap hari, menghadapi kemacetan jalan raya, sampai di kantor tugas-tugas harian yang selalu sama sudah menanti. Sore hari waktunya pulang ke rumah pun masih diwarnai jalanan macet, kadang sampai di rumah hanya dengan sisa-sisa tenaga. Padahal sebagai ibu rumah tangga, banyak tugas yang harus ditunaikan di rumah. Kebayang betapa stress dan penatnya? Itu sebabnya manusia butuh liburan. Jadi, liburan itu penting karena memiliki fungsi rekreasi.

Meski liburan kadang sering disbut-sebut sebagai gaya hidup yang identik dengan kegiatan menghambur-hamburkan uang, namun sebenarnya pendapat itu tidak sepenuhnya benar. Banyak obyek wisata di sekitar tempat tinggal kita yang bisa dijadikan alternatif liburan murah. Bagi warga Jakarta dan sekitarnya misalnya, Kepulauan Seribu tentu tak akan habis untuk dijelajahi sebagai tempat wisata yang menyajikan keindahan alam yang luar biasa. Letaknya yang secara administratif masih masuk dalam provinsi DKI Jakarta, tentu tidak memaksa kita merogoh kocek terlalu dalam untuk menikmati liburan di Kepulauan Seribu. Bisa coba cek di mesin pencari google dengan kata kunci; wisata Kepualauan Seribu. Maka bisa dilihat ada banyak agen tour Kepulauan Seribu dengan harga rata-rata berkisar antara 250-400 ribu rupiah. Tidak mahal bukan?

Mengapa Kepulauan Seribu?

Kapal-kapal nelayan di Pulau Tidung
Kapal-kapal nelayan di Pulau Tidung

Selain letaknya yang dekat dengan Jakarta, Kepulauan Seribu memiliki banyak hal menarik untuk dikunjungi. Perairan laut dengan gugusan pulau-pulau yang tersebar dengan keindahan alam dan kekayaan flora dan fauna, tentu saja menjadi daya tarik luar biasa. Meski hanya sebagian kecil saja pulau-pulau yang berpenghuni dan dikelola baik oleh penduduk di pulau itu sendiri maupun secara professional, namun jika kita coba menghitung, ternyata ada banyak sekali tawaran paket wisata pulau yang ada di Kepulauan Seribu. Sebagai contoh saja yang saya tahu ada paket wisata Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Harapan, Pulau Sepa, Pulau Pelangi, Pulau Pantara, Pulau Bidadari, Pulau Putri, Pulau Kotok, dan Pulau Pramuka.

Jika tak punya banyak waktu untuk liburan, ada juga tawaran paket wisata yang hanya membutuhkan waktu satu hari saja, mulai pagi hingga sore. Seperti yang banyak saya jumpai di media sosial, banyak yang menawarkan wisata satu hari menjelajah tiga pulau, yaitu ke Pulau Cipir, Pulau Kelor, dan Pulau Onrust. Dari semua pulau yang coba saya sebut di atas, di antaranya ada dua paket wisata yang pernah saya ikuti, yaitu paket wisata Pulau Tidung dan Pulau Harapan.

Dari pengalaman di dua pulau itu saja saya sudah mulai bisa menyimpulkan bahwa berwisata di Kepulauan Seribu dapat merefresh kembali jiwa yang penat dan stress. Betapa tidak? Menghabiskan waktu libur akhir pekan dengan menjelajahi pulau-pulau kecil, snorkeling di perairan sekitar pulau untuk melihat pemandangan bawah laut. Sangat menyenangkan melihat gugusan terumbu karang hidup yang melambai-lambai, ditingkahi ikan-ikan berwarna-warni yang berenang di antaranya. Akan lebih menyenangkan lagi jika bisa diving. Atau jika tidak bisa snorkeling atau diving, kita tetap bisa menikmati pemandangan alamnya. Duduk di pantai berpasir putih yang bertaut dengan air laut yang jernih dan membiru. Di bawah naungan langit biru dan awan yang bergulung putih. Pepohonan di sekitar pantai dengan daunnya yang melambai-lambai tertiup angin. Sebut saja itu sebagai surganya dunia.

Apa yang bisa dilakukan selain wisata alam?

Menjajal serunya naik banana boat
Menjajal serunya naik banana boat

Ada banyak hal yang bisa dilakukan di Kepulauan Seribu, seperti wisata kuliner, mengenal budaya penduduk lokal, watersport di pantai seperti banana boat atau canoeing, hunting foto, bersepeda keliling pulau, pesta barbeque bersama keluarga dan teman, atau sederet kegiatan lain yang bisa dilakukan di pantai. Bahkan lebih dari itu, kita bisa berbelanja souvenir khas pulau, mengunjungi berbagai penangkaran hewan langka, atau bisa juga mencoba menanam mangrove di pantai.

Pada akhir September 2012 saat saya ke Pulau Tidung, setelah lelah seharian melakukan kegiatan wisata dengan snorkeling, lompat dari Jembatan Cinta, dan menjajal naik banana boat, malam harinya saya menikmati suasana pantai di dekat dermaga sambil menikmati kelapa muda. Memandang ke langit yang penuh kerlip bintang dan merasakan angin laut bertiup semilir. Sungguh suasana yang romantis. Saya fikir, berbulan madu di Kepulauan Seribu merupakan ide yang bagus juga.

Oya, bicara soal Pulau Tidung, maka tak lepas dari mitos Jembatan Cinta yang terkenal itu. Konon, jika kita terjun bebas dari atas jembatan sambil mengingat orang yang kita cintai, maka kita akan berjodoh dengannya. Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, bukan hal yang buruk juga untuk dicoba. Saya juga sempat lompat dari atas jembatan tersebut. Malah sampai 3 kali. Karena kurang rasanya lengkap jika berwisata ke Pulau Tidung tapi tidak lompat dari Jembatan Cinta. Jembatan Cinta sendiri sebenarnya adalah jembatan yang dibuat untuk menghubungkan dua pulau yaitu Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Jadi tak perlu kapal untuk menyeberang.

Harapan saya tentang Kepulauan Seribu

banner
Banner promosi wisata Enjoy Jakarta

Kembali bicara soal trend liburan atau traveling. Saya mulai hobi traveling sejak pertama kali pergi liburan ke Pulau Tidung, yaitu pada September 2012. Sebelumnya, saat libur kerja saya hanya menghabiskan waktu di rumah. Bagi saya, libur sama dengan tidur. Akan tetapi, pada pertengahan bulan Juli 2012, saat teman saya mengajak saya untuk mengikuti sebuah event jalan-jalan ke Pulau Tidung, dan saya tergoda dengan ceritanya bahwa di Pulau Tidung saya bisa menikmati wisata alam yang indah dan berbagai kegiatan menyenangkan lainnya, maka saya ikut ajakan tersebut. Dan sekarang, saya masih ingin terus mejelajah ke pulau-pulau lain di Kepualauan Seribu yang setiap pulaunya memiliki keunikan tersediri dan tak akan pernah bosan untuk dinikmati.

Dan saya berharap kepada sesama pecinta traveling, agar kita dapat sama-sama menjaga keindahan alam yang kita punya, dengan cara yang kita bisa. Hal yang paling sederhana yang bisa kita lakukan yaitu dengan tidak membuang sampah sembarangan. Dan untuk pemerintah DKI Jakarta, selain mempromosikan Enjoy Jakarta, semoga juga bisa lebih gencar mensosialisasikan akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan ini. Dengan adanya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, maka semoga keindahan Kepualauan Seribu akan tetap terjaga, dan semakin menarik wisatawan untuk berlibur ke Kepualauan Seribu, baik wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara.

*****

Postingan ini diikut-sertakan dalam lomba blog VIVA_log – Enjoy Jakarta, dengan tema “Keindahan Kepulauan Seribu”.

Screen shoot following akun Twitter @VIVA_log & @JakartaTourism
Screen shoot following akun Twitter @VIVA_log & @JakartaTourism

//

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.