Featured, Review, World of NOE

Karla Mengubah Hidupku, Termasuk Urusan Popok!

Kemarin di instagram @nurullnoe ada yang DM aku. Dia pingin lihat karya newborn photography yang aku buat pertama kali demgan yang sekarang. Walhasil ya aku jadi terkenang bagaimana hari-hariku setelah melahirkan Adek Karla. Anak perempuan yang udah aku idam-idamkan sejak kehamilan pertama, kedua, sampai ketiga, lalu baru terkabul pada kesempatan hamil yang keempat.

Karla adalah model pertamaku di dunia newborn photography. Walau dengan propertiy foto masih terbatas, pose juga sebisanya, dan edit alakadarnya. Tapi foto-foto itulah cikal bakal lahirnya seorang newborn photographer Serang yang hari ini mulai dikenal luas. Alhamdulillah.

Jadi setelah Adek Karla lahir, aku bisa merasakan kalau seluruh hidupku berubah. Dia lah yang menjadi sumber inspirasi dan semangat untuk belajar banyak hal. Mulai dari hal-hal besar seperti terjun ke dunia newborn photography, sampai perkara kecil seperti bagaimana memilih diapers untuk si Kecil.

Yep, soal popok, selama ini untuk ketiga anak cowokku, aku mah cuek aja. Mau merk apa kek yang lagi diskon di toko, kulit mereka kebal. Pernah juga sih ruam popok, tapi sesekali aja. Beda cerita dengan si Karla, anak perempuanku satu-satunya. Lebih sering ruam popok dia. Apalagi kalau pake popok yang ekonomis, cepet penuh jadi harus sering-sering ganti. Demi menjaga agar kulit tetap kering kan. Kalo kelamaan pake popok yang sudah basah kan jadi gampang iritasi.

Pernah juga aku ngikutin saran orang-orang. “pakai popok kain aja kalo emang gampang ruam” kata banyak orang. Termasuk orang tuaku. Lalu ku beli clodi (cloth diapers). Yes, bener si, baby ngga ruam. Namun, hati akunya yang jadi ruam (baca: kesal karena jadi nambahin kerjaan, nyuci clodi).

Jadi, perkara memilih popok untuk bayi sejak Adik Karla lahir tuh jadi hal paling serius. Aku juga sempat gonta-ganti merk demi cari yang cocok. Cocok dalam arti punya 2 kriteria ini; nggak bikin iritasi di kulit bayi, dan nggak bikin iritasi juga di dompet. Haha. Sampai akhirnya percobaan dan pencarian itu sampai pada Merries Good Skin yang memenuhi pilihanku.

Nah, dari pengalamanku memilih diapers untuk bayi itu, aku jadi pingin nulis reviewnya. Ehem, kalik ada yang penasaran, kenapa tiba-tiba review popok? Ya, sebenarnya sudah lama ingin share, tapi apa daya kesibukanku di dunia baru (newborn photography) bener-bener menyita waktu. Jadi ya sekarang aku lagi mau coba rajin ngeblog lagi ceritanya. Dan mari kita mulai dengan review diapers.

By the way, Merries punya 2 tipe, ya. Ada Merries Premium (pack warna putih), dan Merries Good Skin (pack warna hijau). Dan yang akan aku tulis kali ini adalah yang varian Good Skin.

Kalo dilihat dari namanya, udah keliatan kan ya kalo Merries dengan pack warna hijau ini varian ekonomisnya Merries. Biar begitu, dia punya kelebihan yang bikin Merries Good Skin layak untuk aku sebut sebagai pilihan terbaik. Alasannya? Nih bocoran;

Merries menjadi satu-satunya popok yang telah teruji klinis di Indonesia oleh Perdoski (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit & Keliamin Indonesia).

Cucok kan?

Lalu keunggulannya?

  1. Permukaan lembut. Kabarnya, sekarang kelembutan serat permukaan popok Merries sudah ditingkatkan sampai 40%. Jadi bisa lebih melindungi kulit bayi dibandingkan produk sebelumnya.
  2. Menyerap lebih cepat dan lebih banyak. Saay bayi pipis, cairan akan segeran terserap dan terkunci. Daya tampungnya sampai 5 kali pipis.
  3. Karet popok elastis dan lembut. Nggak meninggalkan bekas di kulit bayi.
  4. Sirkulasi udara baik. Bahannya berpori sehingga kulit bebas bernafas dan nyaman dipakai sepanjang hari.
  5. Desain menarik. Gambar dan warna-warninya bisa buat seru-seruan saat akan pakai popok.

Ngomong-ngomong soal seseruan saat pakai popok, bu-ibu juga gitu nggak sih?
Pengalaman 3 anak cowok yang pada agak lambat ngomong, aku kapok. Jadi sekarang, kapanpun ada kesempatan, aku ajak Adik Karla interaksi dengan ngomong apapun. Termasuk saat pakai popok.

“Adek, adek! Waaaw, liat nih, ada gambar apa ini?” seruku sambil menunjuk gambar-gambar lucu pada popok bayi saat akan memakaikan popok.

Trus nanti si Adek langsung semangat menunjuk gambar-gambarnya dan aku yang akan menyebutkan gambar apa yang dia tunjuk.

“Oh, anak ayam!” seruku kemudian. “Iya, ini…anak…ayam” lanjutku mengulangi dengan lambat kata per kata.

“Nah kalau ini terompet”

“Eh, ada beruang main terompet!”

“Waow, liat! Kelincinya naik kereta loh”

Bla bla bla.

Pokoknya ngomong apa aja dengan ekspresi gembira sampai secapeknya. Dan alhamdulillah, di umur adek yang ke 2 tahun, dia udah cerewet. Ngomongnya banyak. Pinter nyanyi sambil nari-nari. No more speaking delay. Eh, no more ruam popok juga pastinya setelah kenal Merries Good Skin. Mudah banget kan, cukup buy now di website Merries, ya!

Jadi begitulah. Kehadiran Adik Karla telah banyak mengubah hidupku. Termasuk, urusan memilih popok dan cara memakaikannya. 🙂

2 thoughts on “Karla Mengubah Hidupku, Termasuk Urusan Popok!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.