Website dan Blog

Ketika Harus Tersangkut Kasus Hukum

justika-bekinghukum

Dulu aku pernah stress berat. Terutama saat harus bolak-balik ke pengadilan. Seolah sidang kok ngga ada habisnya.

Aku terkenang lagi masa-masa suram itu sepulang dari acara blogger gathering bareng Justika hari Sabtu lalu (2/10). Sumpah, ngga pernah terfikir sebelumnya kalau aku harus ada pada titik itu. Sidang berkali-kali, menghadirkan saksi, menunjukkan barang bukti, dan harus deg-degan menunggu putusan hakim.

And you know what, semua proses itu aku lalui sendirian tanpa bantuan pengacara sebagai #BekingHukum. Jadi kalau akhirnya ada beberapa tuntutanku yang tidak dikabulkan oleh hakim, ya aku harus menerima dengan pasrah. Yang terpenting, tuntutan utama dikabulkan dan anak-anak tetap dalam hak asuhku. Sampai di sini, pasti tau ya apa proses hukum yang sedang kuceritakan. Yes, ini soal divorce.

Males sebenarnya kalau harus mengingat lagi. Tapi bagaimana, namanya juga sudah jadi bagian hidup. Ngga akan bisa dihapus atau dilupakan. Kecuali akunya amnesia. Haha.

Kedua, aku juga ingat kecelakaan hebat yang menimpa bapakku. Kecelakaan yang membuat bapak harus dirawat di ICU selama hampir 1 bulan lamanya. Lalu dilanjutlan rawat inap selama puluhan hari. Entah berapa lama total bapak dirawat di rumah sakit. Yang jelas, bapak mengalami gegar otak, tulang tengkoraknya retak, ada sedikit gumpalan darah di otak, dan semua itu membuat bapak sulit mengenali anggota keluarganya pada awal-awal setelah sadar dari koma.

Sedihnya lagi, polisi memvonis accident yang dialami bapak adalah kecelakaan tunggal. Padahal ada yang bilang motor yang bapak kendarai ditabrak mobil kontainer. Sayangnya dia tak mau menjadi saksi. Jadi kami sekeluarga harus menerima kenyataan paling pahit. Sepeda motor yang dikendarai bapak ditahan polisi, uang dan handphone serta segala benda berharga yang melekat dibadan bapak hilang entah diambil siapa. Wajar, bapak langsung tak sadar setelah terjadi kecelakaan.

Mau menuntut siapa? Minta bantuan siapa? Kemana? Entah. Tak mau pusing. Akhirnya kami sekeluarga memilih fokus pada pengobatan agar bapak segera pulih.

Kita Semua Dekat Dengan Persoalan Hukum

Berurusan dengan hukum memang ribet. Minta bantuan pengacara juga bukan pilihan yang mudah. Apalagi kalau mengingat biayanya pasti mahal. Malah mas Anggara sebagai nara sumber dari Justika, dalam presentasinya sempat bercerita.

justika-probono
Mas Anggara (Managing Director Jistika) sedang bercerita seputar dunia hukum

Ada temannya yang seorang lawyer mendapat pekerjaan yang ternyata sudah disub-con sampai tingkatan ke 10. Bayangkan berapa nilai kontrak yang didapat oleh lawyer pertama yang menerima pekerjaan. Kemudian dilempar ke lawyer kedua, ketiga, sampai ke sepuluh. Dan berapa nilai kontrak atau bayaran yang akhirnya diterima lawyer ke sepuluh yang harus capek turun tangan?

Itu salah satu kondisi di dunia hukum yang bisa membuat biaya menjadi mahal. Kondisi ketidak tahuan masyarakat sehingga terjebak dalam lingkaran gelap yang merugikan.

Kabar buruknya, kehidupan yang kita jalani sehari-hari ternyata begitu dekat dengan banyak permasalahan hukum.

Ah masa? Coba kita ingat-ingat lagi! Pernah bertemu dengan exhibisionis yang menyebalkan di tempat umum? Sebenarnya kita bisa menuntut itu sebagai perbuatan tidak menyenangkan. Atau pernah beli rumah secara kredit? Tentu ada perjanjian yang kita tanda tangani dan di dalamnya banyak sekali pasal-pasal yang mau tidak mau, namun pasti akan bersinggungan dengan hukum. Atau lagi, soal perceraian yang pernah aku alami. (Ini kenapa pembicaraanku bolak-balik ke soal cerai sih? Hadeeh).

justika-com
Mas Andika bercerita berbagai persoalan hukum di kehidupan sehari-hari

Atau … yang paling dekat dengan kehidupan blogger deh. Persoalan hukum yang mengintai blogger adalah soal hak cipta dan pencemaran nama baik. Hayo, siapa yang masih suka pakai foto orang tanpa ijin? Atau masih suka copas? Hehe. Disclosure ah, feautred image di atas itu diambil dari pixabay yang hak ciptanya dibebaskan.

Balik lagi ke persoalan hukum. Berurusan dengan hukum memang ribet. Biayanya juga ngga murah. Itu yang jadi pertimbanganku untuk tidak menggunakan jasa pengacara saat mengajukan gugatan ke pengadilan beberapa tahun lalu.

Ya tapi kan itu dulu. Jauh sebelum aku mengenal justika. Ada yang belum tau apa itu justika?

Justika, Selamat Datang di Era Cyber Lawyer

Justika.com adalah website atau platform yang memungkinkan siapa saja yang membutuhkan bantuan hukum, untuk menemukan orang yang berkompeten (lawyer/notaris/penerjemah tersumpah), untuk membantu menyelesaikan proses hukum yang sedang dihadapi.

logo-justikaJadi Justika.com ini semacam e-commerce gitu ya. Bedanya yang dijual atau ditawarkan di sana adalah jasa para lawyer yang bisa membantu atau mendampingi kita dalam menyelesaikan proses terkait hukum. Selain itu ada juga notaris yang bisa kita gunakan jasanya untuk urusan jual beli tanah, balik nama sertifikat, atau yang lainnya.

Satu lagi, ada jasa penerjemah tersumpah yang saat ini banyak dibutuhkan para expat atau juga para kontraktor asing yang harus membuat surat kontrak atau perjanjian kerja sama dalam bahasa Indonesia.

Setelah mengenal Justika, menurutku ada 3 alasan mengapa kamu sebaiknya memilih Justika jika butuh bantuan hukum:

1. Tempat curhat yang nyaman

Sebagai langkah awal menemukan pengacara yang cocok, kita bisa curhat di web Justika. Utarakan saja persoalan yang sedang kita hadapi. Atau jika ada hal yang kita tidak ketahui dan ingin ditanyakan. Secara realtime, para lawyer akan menjawab pertanyaan kita. Persis seperti Yahoo Answer. Pertanyaan dan jawaban akan tetap ada dan bisa di-search nantinya. Jadi kalau malas bertanya karena memang sudah sering ditanya dan dibahas, tinggal search saja.

justika-hukum-online

Namun jika kita memang sedang butuh jasa lawyer untuk proses hukum. Curhat saja apa permasalahannya. Jangan lupa juga sebutkan budget yang kita punya untuk jasa lawyer. Nanti para lawyer akan mengajukan penawaran jasa dan kita bebas memilih pengacara yang mana yang akan kita ambil.

2. Ada rating dan review

Lawyer dan praktisi hukum lainnya yang sudah bergabung di Justika, dijamin merupakan orang-orang baik. Bahkan, jika kita telah selesai menggunakan jasa mereka dan merasa puas, kita bisa memberi review dan memberi sejumlah bintang. Persis seperti belanja di e-commerce yang tingkat kepercayaannya bisa ditentukan berdasarkan rating. Ya, dari jumlah bintang dan review pelanggan, kita bisa menentukan sendiri apakah toko online tersebut trusted atau tidak. Di Justika pun begitu.

3. Menjangkau pelosok negeri

Hadirnya justika tidak hanya memberi angin segar ((ANGIN SEGAR)) kepada masyarakat yang butuh #BekingHukum lho, tetapi juga kepada para lawyer dan praktisi hukum lainnya.

Pernah ngga memilih penjual di e-commerce sesuai dengan lokasi penjual supaya hemat ongkir? Sebaiknya di Justika pun begitu. Pilih lawyer yang domisilinya dekat atau di daerah yang sama dengan kita. Jadi kita bisa mendapat penawaran harga terbaik. Logikanya, lawyer tersebut tidak harus menghitung biaya transport dan akomodasi yang besar dan dibebankan kepada kita. Jadi lebih murah kan?

justika-probono-bekinghukum

Malah ada yang probono untuk pendampingan hukum bagi mereka yang ngga mampu lho!

Dan lagi, kalau kita cermat dalam memilih sesuai area, jadi seluruh lawyer dari seluruh penjuru Indonesia bisa dapat kesempatan yang sama untuk mendapat rejeki.

Jadi buat siapapun yang butuh bantuan hukum, butuh jasa pengacara, silakan curhat di Justika.com ya. Terutama aku tujukan buat yang udah ngga bisa mempertahankan rumah tangga-nya, jangan curhat atau tanya aku lagi bagaimana proses mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama. Aku udah ngga mau jawab ah. Kesannya aku kok bantuin orang untuk divorce. Hehe. Ke Justika aja yaa.

149 thoughts on “Ketika Harus Tersangkut Kasus Hukum

  1. duh kebayang itu bapaknya perawatan sampai sebulan di RS.
    jadi inget almarhum bapak.
    eniwei, coba kenal justika dari dulu yak. enak tuh bisa nuntut, paling tidak asuransi jasa raharja nya lah dapet.

    Thanks ya infonya menarik. aku mau coba in ah ke justika.

  2. Waah artikelnya lengkap banget.Jadi lebih tau apa itu Justika. Membantu sekali ya buat yang buta hukum .Jadi bisa baca baca,nanya nanya di webnya sekalian bisa pilih pengacaranya jika membutuhkan bantuan hukum

  3. aku jg prnh ngalamin proses divorce dulu… tau banget rasanya ga enak… untungnya semua proses cepet krn ga ada anak dr pernikahan pertama.. tapi tetep sih mba, sidang bolak balik itu memang bikin capek..

    seneng nih skr ada justika ini.. moga2 org2 yg bener2 membutuhkan bantuan hukum, bisa dapet manfaat dari justika πŸ™‚

  4. Sekarang dunia hukum sudah semakin ramah untuk masyarakat Indonesia. Terbukti dengan adanya Justika, sekarang berkonsultasi hukum sudah sangat mudah dan dapat dilakukan dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Woww keren yaaaa πŸ™‚

  5. Alhamdulillah nih mbak ada yang memudahkan orang yang kurang mampu ketika terkena masalah hukum, semoga ini bisa terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi yang membutuhkan ketika terkena masalah hukum..

  6. yg penting tanggung jawab, kata orang “Kemampuan memikul Tanggung jawab adalah pembeda seorang pemenang dan seorang pengecut.” heee. thanks postnya

  7. senangnya sekarang di Indonesia udah ada yang seperti ini ya mba, kebetulan kerjaan aku juga ngebuilt website khusus di bidang hukum seperti lawyer, notaris, dll mirip-mirip seperti justika.com ini tapi untuk di amerika.

    1. Wah, yang di Amerika nama situs nya apa mba. Bisa buat studi banding, kalau-kalau ada masukan untuk justika ke depannya

  8. saya pikir namanya juga mudah diingat, mudah terekam. Orang-orang (mungkin juga saya) malu kalau harus menceritakan masalah, kadang merasa ribet, tapi sebenarnya BUTUH, dan MENCARI.

    1. Iya, kak. Kadang kita mau kalau mau cerita, apalagi berhadapan langsung. Kadang, kota lebih nyaman kalau menulis. Lebih leluasa ‘berbicara’ dari hati πŸ™‚

  9. Ini mereka bersedia mendampingi hingga ke pengadilan segala mbak? Aq sekali berurusan sama hukum yg pe ke pengadilan,pas ada pencurian obat. Beneran deh serem ,bikin BAP, Sidang dll. Mg ga terjadi lagi

  10. Bayangin berurusan sama hukum sudah pusing saya mba..apalagi pakai pengacara kesannya ekslusif banget…brilian ni ide Justika..yang tersangkut masalah hukum bisa dapat pencerahan, jadi mudah dan menjangkau semua kalangan

  11. Iya bener. Aku juga gak pernah namanya kepikiran kalo seandainya kena kasus yang berhubungan hukum. Tapi dgn hadirnya Justika kita semua jd melek hukum ya. Tfs.

  12. kita hidup di negara hukum jadi harus patuh terhadap hukum sehari2 tapi jangan sampai tersangkut masalah hukum , ngeriiii, justika memudahkan ya kalau ada yang bermasalah dengan hukum

  13. sekarang juga pasti masih banyak yang gak tau harus ke mana kalo butuh bantuan hukum ya mba, adanya justika.com ini mudah2an bisa membantu yang selama ini “keliru” soal hukum ya :))

    1. Tul mba, ada kalanya kita pasti bersinggungan dg hukum. Dan kadang kita gk bisa maju sendirian. At least, kita butuh tanya2 sama ahlinya

  14. Hadeeehhhh….aku paling ngeri kalau sudah ngomongin hukum, mbak. Amit-amit deh harus berhubungan dengan hukum (pengadilan).

    Tapi apa mungkin karena aku awam ya terhadap hal tersebut? Wallahualam.

    1. Bisa jadi begitu Adi. Karena kita ngerasa awam trus merasa ngga perlu cari tau. Padahal pasti akan ada saatnya kita berurusan soal hukum, kayak kalo tanda tgn surat perjanjian gitu

  15. Kalau sudah berurusan sama hukum memang ngeri-ngeri sedap yaah. Makanya memang perlu banget nih macam justika ini biar rakyat kecil kayak kita tahu dan melek hukum trus nggak dibodoh-bodohi sama oknum yang nggak bertanggung jawab.

  16. Kalo yg via online gini, pengacaranya gk ikutan yg sub-con sampe 10 layer itu kan mba? Ewww, prihatin jg ya.

    Oiya satu lg, di sini kita gk perlu ada biaya “tambahan” lg kan mba? Scara kalo berhubungan dgn hukum itu uda jd rahasia umum, mahalnya krn tambahan2 itu πŸ™

    1. Biaya biaya siluman kayak gitu lah yang sedang berusaha diperangi mba oleh banyak pengacara yang baik di Justika πŸ™‚

  17. Ngomongin ttg pengacara jadi ingat sama kasus mirna n jesika, berapa ya biaya pengacara yang mereka habiskan untuk sidang selama ini? Alhamdulillah smp skrg saya belum pernah berhubungan dgn hukum, semoga tdk pernah ya mba

  18. Dulu aku nggak ada bayangan sama sekali tentang dunia hukum Mba. Sampai di desaku ada kasus. Banyak yang kecurian sepeda. Nah pas pencurinya ketangkep, para korban di suruh ikut sidang bolak-balik ke pengadilan yang itu jauh banget dari rumahku. Bapak Ibu dan para korban lain naik sepeda ke sananya, huhu.
    Dan itu embuh banget deh prosesnya. Ujung2nya sepeda nggak balik, dapet capek doang :(.

    Justika ini terobosan yang keren banget ya. Membantu masyarakat untuk lebih melek dan nggak takut berurusan dengan hukum. Tinggal campaignya aja nih yang harus digencarkan, biar semua masyarakat tau.

    1. Ya Allah sedihnya. Mbayangin perjuangan banyak org yg akhirnya gk membuahkan hasil apa2. πŸ™

      Semoga dg semakin banyak yg kenal Justika, gk ada lg deh hal ngga ngnakin kayak ceritamu mba

  19. Yang kasus bapakmu miris banget… :'( Sekarang gimana Mbak Noe?
    Hihi aku kemarin nanya mamaku pas cerai pakai pengacara nggak. Nggak pake juga katanya hehehe

    1. Banyak atau nalah kebanyakan gk pake pengacara kayaknya utk kasus cerai, tapi klo kasus spesial mgkin sebaiknya pake sih.

  20. Aku turut berduka dengan musibah yang menimpa bapak ya, mbak. Sekarang bapak gimana, sehat?

    Nah, adanya justika.com ini memang membuat angin segar sepoi-sepoi menggelinjang (?) untuk kalangan menengah dan mid-low yang nggak punya banyak budget buat sewa pengacara sekelas Otto Hasibuan. Tulisan dan fotoku itu suka dicolong tanpa izin, bahkan ada yang copas mentah-mentah paket komplit tulisan dan foto tanpa izin apalagi komisi πŸ™

    1. Bapak skrg udh sehat, Beb. Alhamdulillah.

      Itu yaa yg suka copas.dan colong foto emg menyebalkan. Tuntut aja Nugie klo smpe mereka gk mengindahkan teguran secara baik2. Hih

  21. bener juga itu tanpa kita sadari di dalam kehidupan sehari hari pasti ada sangkut pautnya dengan hukum walaupun itu tidak terlalu berat dan sekarang dengan perkembangan era globalisasi dan perkembangan teknologi sekarang di permudah ya untuk meminta bantuan hukum secara online

  22. Kalau ga punya kenalan lawyer kan bingung harus gimana. Justika ini solusi banget buat yang kena masalah hukum. Amit-amit jangan sampai deh berurusan begini, ribet.

  23. Iya sih sebenernya kita deket sama hukum tapi sukanya main aman atau masa bodoh soalnya takut kenapa-kenapa tapi kalau udah bisa konsultasi online gini mah jadi berfikir lagi kalo mau cuke tentang hukum

  24. Paling takut berurusan dengan hukum. Apalagi, saya yang buta akan hukum. Serius. Sama sekali nggak ngerti. Semoga dengan adanya Justika ini, bisa membantu orang-orang seperti saya agar melek hukum.

    1. Aku juga takuut mba, jgn sm0e kita kena kasus hukum yg ribet itu ya. Tp in case kita perlu, ada justika yg bs bantu kota cari praktisi hukum

  25. Semoga ke depannya gak ada masalah2 hukum yg menimpa kita ya Mba Noe.. Semangaaat mba.. Gila banget ya itu sampe bisa 10 tingkat gitu.. *geleng2 kepala. Semoga ada Justika ini semakin memudahkan masyarakat yg butuh bantuan hukum juga.. Keren deh skrg untuk masalah kayak gini aja udah bisa online.. πŸ˜€

  26. Kalau berurusan dengan hukum, aku pernah berhubungan dengan notaris pas pembuatan akte penerbitan dan rumah. Itu aja udah ribet banget dan waktunya lama.
    Wah kehadiran Justika bisa jadi angin segar beneran ini karena kita bisa dapat pengacara yang bener2 baik dan sesuai kemampuan kita.

    1. Betul mas, kita kan pake jasa pengacara dan atau notaris krn males ribet. Nah, sayangnya cari jasa praktisi hukum jg kdg ngga mudah. Justika hadir utk memberi solusi πŸ™‚

  27. Dulu masih aneh kalau baca konsultasi sama dokter via oinline sekarang masih berasa asing jika bs konsultasi langsung tentang hukum bersama pengcara secara online jaman udah makin canggih kita dibikin makin smart, thank you lo mba lumayan buat nambah nambah informasi buat dibagikan ke teman atau siapapun yg membutuhkan info seputar hukum z

    1. Iya mba, kadang krn malas cari pengacara, atau takut biaya mahal, kita memilih maju sendiri tanpa pendampingan. Kayak aku dulu. Padahal mgkin klo ada #BekingHukum semua tuntutan bisa dikabulkan hakim

    1. Yes mba, ngga ada seorg pun kepingin kena masalah terkait hukum. Tapi in case kota butuh, kita tau kmn hrs cari bantuan πŸ™‚

  28. halo mbak, sebetulnya tadi ga niat komen panjang2.

    tapi artikel ini membuat saya tertarik, terutama tentang hukum.

    berbagi cerita aja, singkatnya keluarga kami pernah terkena tuntuan hukum secara perdata

    uang kami habis karena harus bayar pengacara, polisi, hakim dan jaksa

    alurnya, polisi memberikan tuntutan ke jaksa, lalu jaksa nuntut di pengadilan, pengacara lalu membela kita, dan hakim memutuskan hasil.

    -dengan bayar uang ke polisi, maka tuntutan bisa diatur agar yang ia laporkan ke jaksa hanya sedikit

    -dengan bayar uang ke jaksa, maka tuntutan bisa diatur agar ketika sidang ia hanya ‘sedikit’ berkicau

    -dengan bayar uang ke pengacara, maka pengacara bisa mengcounter argumen jaksa. namun kebanyakan mereka bermain bersama, which means mereka bagi2 ‘kue’ agar persidangan bisa diatur.

    -dengan bayar ke hakim maka keputusannya nanti bisa diatur. Well, meja persidangan itu punya hakim, jelas dia yang paling berhak dapet ‘kue’.

    sampai detik ini mungkin Anda akan menganggap bahwa saya dipihak yang salah karena mencoba “mengatur” jalannya persidangan.

    wajar kalau Anda berpikiran begitu, sayapun akan berpikir begitu kalau diposisi Anda.

    Tapi tahukah Anda, kalau tdk ‘memberi kue’ ke para aparatur keadilan. Anda akan ‘dituntut’ dengan sesuatu yang bahkan tidak Anda lakukan dan itu akan sangat-sangat memberatkan?

    pasal itu penafsirannya karet, percaya sama saya. Anda pasti akan disalah2in dan dituntut dengan sesuatu yang ga Anda pikirkan. Kesalahan Anda dicari2 sehingga masalahnya akan sangat2 melebar.

    welcome to the jungle, hope u all dont have to undergo things like this (yang mau menghubungi sekalian kenalan, bisa lewat emailya, saya masih blogger baru :D)

    1. Wah, curhatnya panjang ya Mas Kholis. Tp praktek memberi upeti kayak gitu sudah sepatutnya dihentikan mas, kita bisa kok pakai jasa pengacara agar putusan yang dijatuhkan hakim bisa tetap sesuai dengan kesalahan. πŸ™‚

  29. Sekalinya berurusan sama hukum itu pas KPR Mba.. Segitu aja udah puyeng bin stres yaa..padahal kondisi lagi happy mau punya rumah. Gimana yg terlibat kasus hukum yg tidak menyenangkan ya? Pasti stresnya berlipat2..

    1. Dalam hal KPR atau kredit kendaraan bermotor, ada pengikatan fidusia yang kebanyakan org gk tau apa fungsinya. Akhirnya cuma bisa pasrah saat rumah atau kendaraan disita debt col ketika terjadi gagal bayar. Padahal, seharusnya fidusia itu adalah pengikatan jaminan ywng akan dijual ketika gagal bayar. Hasil penjualan untuk melunasi sisa cicilan terutang. Jika ada sisa harus dikembalikan kepada kita sebagai debitur

  30. Kabar buruknya, kehidupan yang kita jalani sehari-hari ternyata begitu dekat dengan banyak permasalahan hukum. >> statement ini aku agreed banget sih mba, cuma ya itu tadi masih ada ketakutan bila berurusan dengan hukum mba noe. Semoga kita semua dilindungi ya mba dari hal yang tidak baik. Aamiin πŸ™‚

  31. Penting nih penting. Seringnya kita “ngibrit” dari hukum bukan karena takut, tapi karen aribetny itu, lho.
    Kita lapor, malah kita yang disalahin. Huhuhu. Bener bener buta hukum.

    Duh, kok malah durhat di komen. Sipppp ini buat yang butuh #BekingHukum

    1. Begitulah maak, seringnya kita ngga mau coba mengerti tentang dunia hukum krn males ribet. Padahal mau gk mau sehari2 kita sgt dekat sm persoalan hukum ye kan

  32. Ya betul. kita harus melek hukum dan belajar dari berbagai sumber.
    justika.com memberi solusi banget buat siapapun yg membutuhkan konsultasi atau penyelesaian hukum.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.