Kuliner

Jajan Burrito Ayam di Traveling Kitchen

Burrito ayam traveling kitchen
Chichken Burrito – IDR 20K (small)

Traveling Kitchen adalah salah satu food truck yang ada di event Netizen Vaganza 2015, yang digelar oleh Smesco Indonesia pada 26-27 September yang lalu. Namanya yang unik, yang menggunakan kata traveling, membuatku tertarik untuk mampir ke Traveling Kitchen di antara beberapa food truck lain di acara Netizen Vaganza seminggu yang lalu itu.

Setelah mendekati dan sampai di depan food truck Traveling Kitchen, aku malah bingung melihat daftar menu. Sebab yang dijual makanan asing semua dan belum pernah kumakan sebelumnya.

Cukup lama aku melihat daftar menunya, dan kemudian aku memesan chicken burrito untuk mengisi perutku yang lapar siang itu. Aku memilih burrito ayam karena jenis makanan itu pernah kulihat di beberapa film, seperti dalam film Pacific Rim, dan film Real Steel.

Food Truck Traveling Kitchen
Food Truck Traveling Kitchen

Burrito adalah makanan khas Meksiko yang berupa gulungan tortilla berisi aneka sayuran dan daging. Tortilla sendiri adalah roti tanpa ragi yang dibuat dari gandum atau tepung jagung. Bentuk roti tortilla biasanya bundar, tipis dan lebar, seperti kulit kebab. Sedangkan isinya yaitu daging ayam atau sapi beserta sayuran, biasanya akan dimasak terlebih dahulu dengan campuran saus tomat, krim keju, dan mayonnaise, sehingga menghasilkan salad. Salad tersebut kemudian dibungkus dengan tortilla, dipanaskan sebentar di atas grill pan dan lali disajikan.

Burrito ayam dari Traveling Kitchen disajikan dengan kentang goreng dan sambal yang dibuat dari irisan paprika. Cita rasa burritonya sendiri merupakan perpaduan dari rasa tortilla yang gurih, dan salad daging ayam yang empuk, serta sayuran yang masih terasa renyah saat dikunyah.

Traveling Kitchen Food Truck
Daftar harga dan menu Traveling Kitchen

Sayangnya, ada salah satu sayuran yang kurang kusukai dalam burrito ayam dari Traveling Kitchen, yaitu daun ketumbar. Daun itu juga yang membuat nafsu makanku hilang saat makan laksa di Penang. Rasa daun ketumbar itu getir amis gimana gitu. Tetapi untuk burrito ayam itu bukan masalah besar karena sebelum mengigit burritonta, aku bisa mengambil dan membuang daun ketumbarnya terlebih dahulu.

Dan untuk lidahku yang lebih suka masakan bercita rasa manis, burrito ayam ini rasanya akan lebih enak jika dimakan dengan saus sambal.

Dilihat dari sisi harganya, burrito ini bukan makanan yang murah ya. Burrito ayam ukuran small dengan harga Rp20.000, ternyata kurang ampuh untuk mengusir lapar. Haha… Mungkin karena perutku ini Indonesia banget, yang belum bisa dikatakan makan jika yang disantap bukan nasi. Atau mungkin karena aku sedang menyusui jadi bentar-bentar merasa lapar dan harus makan besar. Jadi siang itu di acara Netizen Vaganza 2015 di gedung Smesco Indonesia, setelah makan burrito ayam dari Traveling Kitchen, aku lanjut jajan Nasi Bali dan es cendol durian. Nyam!

12 thoughts on “Jajan Burrito Ayam di Traveling Kitchen

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.