Air Asia Blogger Community

Iklas & Syukur Yang Berbuah Bangkok

Aku masih merasakan kantuk yang luar biasa ketika tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, sekitar jam 4.15 pagi. Padahal, Mba Nia meminta kami berkumpul jam 5 pagi. Tapi tak apa, lebih cepat lebih baik, dari pada terlambat dan ketinggalan pesawat, kan?

#AABC2015
Serunya sarapan bareng blogger & vloggers Air Asia. Photo credit: Nia

Mba Nia adalah perempuan imut dari divisi Public Relations Air Asia Indonesia yang menghubungiku via email pada 21 Mei 2015. Ia menanyakan apakah aku bersedia mengikuti acara 2nd Anniversary of Air Asia Bloggers Community (#AABC) yang akan berlangsung di Bangkok pada 9-11 Juni 2015. Tentu saja aku tak perlu berfikir panjang untuk menjawab bahwa aku mau. Apalagi lelaki kurusku mengijinkan dan memberi dukungan penuh.

Selain aku, ada 8 orang bloggers lain, dan 2 orang vloggers yang diajak. Beberapa dari mereka ada yang sudah kukenal dan sudah beberapa kali bertemu, ada yang baru kukenal lewat blog, dan bahkan ada yang belum kukenal sama sekali sebelumnya.

Sebut saja Mita & Eben sebagai sesama pemenang lomba blog AirAsia tahun 2014 lalu. Wira Nurmansyah & Suteknyo (@lostpacker), adalah dua travel blogger kenamaan yang sudah lumayan sering kuikuti cerita perjalanannya melalui blog mereka. 2 bloggers lain bernama Marius & Julia yang semula kukira asing, ternyata juga sudah kukenal melalui akun instagramnya yang menggoda dengan foto dan review makanan, si @anakjajan.

Nah, 2 bloggers yang benar-benar baru kukenal kali ini adalah Heidy Kalalo, seorang fashion blogger, dan Stephany, atau lebih akrab dipanggil Teppy. Teppy, ternyata bukan cuma bloggers dengan passion traveling, tetapi juga finalis Miss Indonesia yang mewakili provinsi NTT tahun 2006. Sedangkan 2 orang vloggers yang diajak oleh Air Asia kali ini, tentu sudah tak asing lagi bagi yang suka nonton video-video lucu di youtube. Mereka adalah Guntur & Tia Paw-paw dari channel YouTube Lastday Production.

Saat Mba Nia mengenalkan mereka di grup whatsapp yang dibuat khusus untuk mempermudah komunikasi antar sesama bloggers & vloggers #AABC, aku jadi merasa minder. Aku tentu bukan siapa-siapa dibanding mereka. Tetapi lelaki kurusku bilang, aku harus PD, malah harusnya merasa bersyukur karena tidak semua blogger punya kesempatan seperti ini.

Ngikik kalo baca lagi status fb ini
Ngikik kalo baca lagi status fb ini

Setelah kufikir-fikir, benar juga kata si kurus itu. Aku mulai mencoba melihat ini sebagai hadiah dari Tuhan melalui Air Asia Indonesia. Terlebih jika teringat kekecewaanku karena gagal pergi ke Kerala di awal tahun 2015 ini. Aku gagal memenangkan road trip menyusuri negeri yang cantik di India Selatan itu, di ajang pemilihan Kerala Blog Express 2 (KBE2) sebagai program promosi pariwisata Kerala. Kehamilanku adalah alasan utama untuk panitia KBE2 membatalkan kemenanganku meskipun aku mendapat vote terbanyak dibanding kontestan lain dari Indonesia.

Aku tidak menyesali kehamilanku. Aku tetap sadar bahwa kehamilanku ini adalah anugerah luar biasa, sementara banyak sekali perempuan di dunia ini yang menginginkan untuk bisa hamil, melahirkan dan mendidik anak-anaknya sendiri, namun Tuhan belum memberi mereka kesempatan. Tetapi egoku ingin meneriakkan suara hatiku, bahwa aku sehat, aku cukup kuat untuk road trip KBE2 selama 2 minggu. Tetapi apa daya? Aku tetap harus menerima keputusan panitia KBE2 yang sebenarnya peduli terhadapku. “Demi kebaikan janinku yang amat berharga,” katanya.

Walaupun butuh waktu yang tidak sebentar untuk memahami bahwa Tuhan memang memberi semua yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.

Sampai akhirnya setelah 5 bulan berlalu, sejak email konfirmasi pemenang KBE2 yang kuterima pada akhir Desember 2014 lalu, Allah memberiku hadiah lain yang tak kalah indah. Hadiah indah itu adalah kesempatan yang diberikan oleh Air Asia Indonesia untuk menjadi bagian dari Air Asia Bloggers Community, dan diajak untuk mengikuti 2nd Anniversary-nya di Bangkok.

And finally I have to say, Alhamdulillah… Karena bersyukur adalah cara paling mudah untuk selalu merasa bahagia.

Sayangnya, Mba Nia tidak bisa ikut mendampingi keberangkatan kami dari Jakarta menuju Bangkok, karena paspornya masih tertahan di kantor kedutaan salah satu negara Eropa untuk pengurusan visa schengen. Tetapi saat melepas kepergian kami, ia berjanji akan menyusul dan bertemu di Bangkok untuk makan malam bersama. Jadilah kami, 11 orang bloggers & vloggers berangkat lebih dulu dengan penerbangan Air Asia QZ250 jam 6.55 pagi.

Mita & Sarapannya
Mita & menu sarapannya

Sebelum boarding, kami sempat sarapan bersama di Starbucks Cafe. Starbucks cafe ini letaknya di lantai satu, dekat dengan check point imigrasi yang harus dilewati seluruh calon penumpang penerbangan internasional sebelum masuk ke ruang tunggu boarding.

Sementara kami sarapan, salah satu crew Air Asia Indonesia mengumpulkan paspor kami untuk dimintakan stempel imigrasi keluar Indonesia. Ini merupakan bagian dari layanan Red Carpet dari Air Asia, yang memberi kemudahan kepada calon penumpangnya sehingga tak harus antri, baik saat check in dan menyimpan barang bawaan ke bagasi (drop bagage), maupun saat di check point imigrasi. Dan karena layanan Red Carpet itu pula kami jadi bisa menggunakan waktu yang ada untuk bisa saling mengenal lebih akrab antar sesama bloggers & vloggers sembari menikmati menu sarapan di Starbucks cafe.

Tetapi entah menapa, aku merasa enggan menyimpan barangΒ bawaanku ke bagasi, padahal tiket return gratis yang diberikan oleh Air Asia ini sudah termasuk bagasi 20kg. Mungkin mindsetku masih backpacker, ya, yang terbiasa menggendong ransel kesana kemari. Eum, kalau tidak sedang hamil, mungkin dalam perjalanan kali ini aku juga akan memilih menggunakan ransel. Iya, ini untuk pertama kalinya aku pergi membawa koper. Aku sendiri merasa agak aneh. Tapi, yah, dari pada punggungku pegal dengan beban backpack di punggung. Karena memang tidak dapat dipungkiri bahwa sesehat-sehatnya orang hamil, tetap saja gampang merasa capek.

Dan gara-gara aku yang ngotot membawa koper ke kabin, teman-teman blogger (especially Eben) jadi harus ikut sibuk membantu membawakan koperku sampai ke kabin pesawat, terutama jika harus naik dan turun tangga. Aku jadi merasa tidak enak hati.

Aku & koperku ketutupan si bulet Wira. Photo credit: Eben
Aku & koperku ketutupan si bulet Wira. Photo credit: Eben

But thanks again God, You show me lots of ways to always be grateful. Such as have a good friends around me.

Belum lagi add-on Tune Insurance yang kudapat, membuatku makin merasa bersyukur dan nyaman terbang meski dalam keadaan hamil yang sudah menyentuh usia 7 bulan. Serta kemewahan Eastin Grand Shatorn Hotel Bangkok yang akan menjadi tempat kami menginap selama mengikuti acara 2nd Anniversary #AABC2015, plus uang jajan untuk membeli oleh-oleh buat si kurus & anak-anakku yang selalu memberi dukungan penuh dalam setiap langkahku.

Begitulah Air Asia, selalu berusaha memberi yang terbaik. Aku beruntung, Allah menjawab doa-doaku, dan doa semua teman-teman yang masih begitu lekat dalam ingatanku. “Sabar, ya, Noe. Nanti Allah pasti kasih pengganti yang lebih indah,” begitu kata mereka untuk menghiburku ketika aku merasa jatuh karena Kerala menjauh dari jangkauanku. Doa itu terkabul, melalui Air Asia.

Maka, nikmat Tuhan yang mana lagi yang hendak kau dustakan, Noe?

46 thoughts on “Iklas & Syukur Yang Berbuah Bangkok

    1. Hi, Mek Onie… Beauti blogger dr Malaysia. I know you, one of the best national costume winner. Congrats yaa!

  1. Jadi inget babyku dan drama ga bs ikut terbang ampe 2x.. tp Insya Allah, Allah menggantinya dengan yg lebih baik yaa ^^
    yuk kapan kita backpackeran?
    minimal di Bekasi hihii

  2. alhamdulillah mbak seneng ngebacanyaaaa….emg semua itu sdh ada porsinya masing2 yah
    β€œDemi kebaikan janinku yang amat berharga,” katanya. duuuuuuuuh bener2 ini kata2 mujarab, priceless banget mbak…sehat2 terus ya mbak :*

  3. mbake.. selamat yaa
    jarang buka socmed jadi ga update dunia persilatan nih
    btw abis baca postingan ini jadi mikir, traveler n blogger itu ga butuh cakep operasi plastik, langsing, tinggi ala model2. Yang dibutuhkan itu ketekunan, kerja keras, dan always happy (self talk nih)
    btw lagi..aku ga sabar ngajak anakku nyemplung ke air asin supaya ga cuma lihat ikan di akuarium. Eh malah curhat -____-

    1. Ahihi… Kok jd ngebayangin seberapa bulat helen skrg :p yuk kpn nyemplung air asin bareeng. Lg kangen jg nih.. Heuuheuu

  4. Keren banget Noe.. Salam kenal yaa.. lagi blogwalking dari updatean group facebook jadi main kesini. Ahh seru banget ituuu… gimana sih caranya jadi anggota si Air Asia blogger ini? Kayaknya ketat ya.. hehe, how lucky you are πŸ™‚
    Seneng banget punya temen2 baru, mana seleb2 lagi yaa iih mantap, biar aura2 selebnya keserep ya maak hehe.

  5. Sabar ya Noe. Meski menurutmu kamu kuat, bisa saja kenyataannya lain, hanya Tuhan yang tau apa yg terbaik buatmu. Buktinya kamu diberi event yg lebih kondusif untuk kehamilanmu. Aku sempat heran juga sih kok bukan kamu yg ke Kerala. Dibandingin kamu, aku udah habis suara teriak2 pengin halan2 tp gak bisa hahahaaa

  6. Melihat status FB yang di-captured itu, saya jadi pengen bilang ke Mbak Noe. Bahwa Tuhanlah yang jauh lebih tahu hamba-hamba-Nya, soal prestasi-prestasi, kekurangan-kekurangan diri, kehebatan-kehebatan hanyalah bagian ujian-Nya. Ndak boleh ngeluh Mbak, karena sekali mengeluh maka berarti mempermasalahkan ujian dari Tuhan.

    Sekali lagi, selamat buat Bangkoknya πŸ™‚

  7. Alhamdulillah. Selamat Mak Noe. Semoga sehat selalu dalam perjalanan. Bahagia banget si dede bayi bisa diajak jalan ke luar negeri semenjak dalam kandungan. Mama yang memberi pelajaran hebat bagi calon bayinya kelak πŸ˜€

  8. Mbak Nurul….. aku padamu mbaaak… you are the luckiest women! Selamat untuk semuanya ya mbak.. moga sehat-sehat terus buat mbak Nurul dan debay di dalem perut yaa… :* :*

    1. Aku padamu juga mba DeeAn…. Semua punya rejekinya masing-masing yaa, aku jg masi ngimpi bisa nulis antologi bareng dirimu ituuuu. Heuheuu… Sehat2 n bahagia selalu jg utk mu n keluarga :* muach

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.