Gagal narsis di 6 Degrees Coffee Drinker

Aku baru saja merasakan sensasi menjadi seorang barista. Kamu tau barista? Setahuku itu adalah nama dari sebuah profesi yang kerjanya meracik kopi. Mohon dikoreksi jika aku salah, aku sedang malas googling.

*****

Sore itu, Sabtu 15 Maret 2014. Aku membawa kedua anakku meninggalkan Serang sejenak,  menuju Kota Tangerang Selatan, untuk memenuhi undangan press conference bertajuk Kopi & Persahabatan di 6 Degrees Cafe, di Mall Alam Sutra. Aku berjodoh dengan undangan itu karena aku menjadi bagian dari KEB (Komunitas Emak Blogger) yang mendapat undangan khusus selain rekan-rekan dari berbagai media cetak dalam rangka mempromosikan cafe yang baru berdiri di 2013 itu.

Six Degree Coffee Drinker

Acaranya berjalan memyenangkan, ada seorang host beserta 3 orang owner yang tak kalah hangatnya dalam bincang-bincang sore itu. Mereka bercerita tentang sejarah berdirinya cafe, tentang atmosphere persahabatan melalui secangkir kopi dan suasana kafe yang nyaman, tentang menu-menu unggulan mereka, hingga selingan berupa kuis yang bertabur hadiah.

Sedikit ulasan mengenai 6 Degrees Cafe ini sempat aku tulis di blog satu lagi dan bisa dibaca disini.

Sekarang, aku ingin bercerita sedikit tentang pengalamanku di sore yang menyenangkan itu. Kali ini, aku tidak sekedar datang ke kafe lalu duduk manis di salah satu sudut ruangan dengan sofa yang empuk, lalu menikmati secangkir kopi ditemani camilan sebagai pelengkap. Namun lebih dari itu, aku berkesempatan untuk menjajal membuat secangkir kopi espresso.

6 degree coffee drinker

Sebelumnya, aku dipersilakan untuk melihat proses pembuatan kopi yang terkenal dengan rasa pahitnya itu. Tidak tanggung-tanggung, yang mendemokan adalah the ownernya langsung! Tidak hanya aku yang maju mendekati mesin penggiling biji kopi untuk melihat proses pembuatannya, tetapi seluruh rekan blogger dan media. Padahal, tadi hanya diminta 2 orang saja untuk jadi sukarelawan.

Lalu, tibalah saatnya aku mencoba sendiri membuat secangkir kopi espresso. Aku dipandu oleh seorang barista dan masih didampingi oleh Rafal Kapusta, salah satu owner yang berasal dari Polandia. Aku melakukannya dengan sangat gugup, tapi ini adalah satu dari sekian pengalaman yang bisa memperkaya hidupku. Dan jika ada hal yang harus aku sesalkan adalah, mengapa semua teman blogger meninggalkanku ketika aku sedang mencoba membuat secangkir espresso? Am I not good enough to be your photo object?

Aku terus menggerutu dalam hati hingga akhirnya secangkir espresso buatanku hampir selesai. Pada bagian finishing, kuserahkan cangkir kopi itu pada staf yang dengan sabar memanduku. Aku ingin ia membuat bentuk hati dengan susu segar yang ia tuang ke dalam cangkir yang sudah setengah terisi oleh kopi.

Espresso Coffee

Aku memperhatikannya dengan seksama, caranya yang amat perlahan menuangkan susu hingga simbol cinta itu tergambar sempurna. Kuucapkan terima kasih, lalu kubawa secangkir espressoku ke meja dimana rekan-rekan bloggerku sudah sibuk menyantap chiken wings dan battered fish yang disajikan bersama keripik kentang, homemade sauce dan mayonaise.

Dan ketika aku sampai ke meja yang kutuju, mukaku jadi cemberut manja.

“Heuheu… emaak, pada tega ih ninggalin aku sendirian. Ngga ada yang moto-in aku lagi bikin kopi…!”

Lalu kami semua tertawa…

Aku tau…aku tidak benar-benar marah dan mereka bukan dengan segaja melakukan itu, kami semua hanya terbawa suasana yang ditawarkan oleh 6 Degrees Coffe Drinker. Yaitu hangatnya persahabatan dalam secangkir kopi, dalam ruangan cafe yang nyaman seperti di rumah sendiri, ditemani berbagai hidangan istimewa. Dan kadang, dari sanalah keakraban bermula dan bahkan bermuara.

Aku rasa…kini aku tidak hanya tahu dari makalah yang aku baca, mengapa ‘6 Degrees’ dipilih sebagai nama dari cafe yang identik dengan western food ini.

6 degree coffee drinker

Bahwa dalam segala kemungkinan, kita bukanlah orang asing di dunia ini. Bahwa setiap orang sebenarnya terhubung satu sama lain melalui hubungan pertemanan yang bisa saja berantai. Jadi, biarlah gagal narsis, yang penting tetap happy with all friends!

Kamu tau? Seluruh rekan blogger yang bertemu denganku di 6 Degrees Coffee Drinker ini baru kukenal dalam hitungan beberapa hari yang lalu!

So, thanks berat buat 6 Degrees Coffe Drinker for inspiring us, makasih buat KEB untuk kesempatannya, and thank you so much friends.. love you all…

Leave a Reply