From sandal gunung to high heels

Rasanya masih dipenuhi euforia hebohnya acara penganugerahan Srikandi Blogger 2014, yang diselenggarakan di Musem Nasional Jakarta, hari Minggu 9 Maret lalu. Hal paling mengesankan bagiku adalah bertemu banyak sekali blogger yang aku kenal dari KEB. Mereka yang selama ini hanya aku kenal melalui dunia maya, berinteraksi melalui blog, facebook, twitter, dan obrolan yang tak pernah sepi di grup whatsapp. Ditambah lagi sensai menjadi model sehari dengan makeup artist oleh Sari Ayu Martha Tilaar, dan gaun dari koleksi butik Hijabers Mom Community (HMC).

Perjuangan

Semoga tak berlebihan jika aku menyebut ini sebuah perjuangan. Bahwa untuk mengikuti acara puncak Srikandi Blogger, aku harus melalui proses yang cukup berat. Diawali dari Daffa’ dan Abyan yang kompakan sakit mulai Kamis 6 Maret 2014. Demamnya bertahan hingga Jum’at sehingga aku memutuskan untuk cuti dari kantor dan mengurus anak-anak. Perasaan galau itu lalu muncul. Bagaimana ini? Aku terancam tak bisa hadir ke acara puncak SB2014.

Rasanya tak tega meninggalkan kedua anakku di rumah dalam keadaan sakit. Tapi untuk mengajak mereka serta ke Jakarta pun rasanya tak mungkin karena demamnya ternyata masih bertahan hingga Sabtu dini hari. Ditambah lagi, Sabtu Daffa masih harus sekolah dan harus menghadapi ujian mid semester? Jika kuajak, berarti harus ijin. *sigh

Dan pada sabtu pagi, kuputuskan untuk tetap berangkat dengan membawa serta Daffa’ dan Abyan karena demamnya sudah mulai turun. Sebelum naik bis jurusan Kalideres dari Serang, aku sempat mampir ke toko sate bandeng untuk membeli beberapa ekor sebagai oleh-oleh. Dan lagi-lagi, menggendong ransel dan jalan bersama dua anak yang sedang tidak begitu sehat, sambil membawa gembolan plastic oleh tidaklah mudah.

Keadaan semakin buruk ketika sampai di Jakarta, naik busway dan berebut kursi, jalanan macet, dan suasana di dalam busway sumpek dan gerah, Abyan mual dan tiba-tiba muntah. Untung tak terkena pakaian dan orang-orang yang sedang bergelantungan di busway. Dan untungnya, Daffa’ begitu mandiri dan mampu mengurus dirinya sendiri, minimal sudah tidak manja.

From Sendal Gunung to High Heels

Berjalan melenggak-lenggok ala model professional di catwalk? Aku tak pernah menyangka bahwa aku akan mendapatkan pengalaman itu. Sungguh! Dan bukan Nurul NOE namanya kalau melewatkan kesempatan emas yang lewat depan mata. Maka, ketika Mak Haya Alia Zaki membuka kesempatan kepada para finalis untuk jadi MakMod (emak model), aku langsung saja mendaftar!

Mungkin ini semacam modus, karena dengan menjadi MakMod, aku tak perlu pusing memikirkan dress code, dan juga riasan wajah. Yang kupunya hanya baju-baju sederhana yang biasa kupakai dalam situasi apa saja, di rumah, ke pasar, main, backpacking, bahkan kondangan, aku bisa memakai baju yang sama dan itu-itu saja. Perlengkapan makeup pun tak punya. Bagaimana bisa memenuhi dress code yang ditentukan panitia dengan kata kunci ‘Khas Indonesia’ untuk dating ke acara puncak SB2014? Maka menjadi MakMod adalah pilihan terbaik bagi aku yang opportunis ini. 😀

Tapi masalah belum selesai, karena ternyata butik hanya menyediakan baju dan kerudung, tidak untuk alas kaki, maka seluruh MakMod wajib membawa alas kaki masing-masing. Yang mana alas kaki diwajibkan high heels. Oh My God! Aku nggak punya heeeeellllsssss…. Tapi aku lebih khawatir apakah aku bisa? Sementara kakiku ini terbiasa pakai sandal gunung.

Dan bukan Nurul NOE namanya jika tidak nekat. Maka terbelilah high heels 12 cm, warna silver blink-blink. Sehari sebelum berangkat ke Jakarta, aku membiasakan diri dengan heels itu. Seharian aku membiasakan diri, beraktivitas di dalam rumah kesana kemari dengan heels. “Bu, awas keseleo!” itu komentar Daffa’ dan Abyan.

The Day!

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Aku dan seluruh MakMod sudah didandani dengan sangat spektakuler. Aku menyebutnya; Perempuan berdandan 3 setengah juta rupiah. Penjelasan? Nanti dalam postingan terpisah ya… 🙂

Setelah berkali-kali gladi resik, kami merasa cukup yakin bahwa kami akan tampil dengan sukses. Namun apa yang terjadi ketika waktunya segera tiba. Aku merasa deg-degan. Bagaimana jika aku keseleo lalu terjatuh saat fashion show nanti?

Terlebih lagi, bagaimana jika aku jatuhnya bukan karena keseleo, tapi keserimpet. Hak sandal yang lancip dan gaun lebar dan panjang dengan bahan yang tipis, akan sangat memungkinkan terjadinya insiden keserimpet itu. Kalau aku yang keseleo atau lecet, itu bukan masalah. Tapi jika bajunya yang rusak atau robek, mati lah awak! Itu baju mahal dan aku harus bertanggung jawab dengan membayarnya.

Tapi Alhamdulillah… Semua berjalan dengan lancar. Kekhawatiranku tak terbukti. Fashion shownya sukses!!! Dan setelah seluruh MakMod kembali ke ruang model setelah show, kami melakukan selebrasi, berpelukan satu sama lain, bahagia dan haru hingga hampir menitikkan air mata. Aku semua berbahagia!

makmodFoto Pasa Makmod setelah fashiopn show. – credit; Myra Anastasia

Ok, finally I have to say thanks to all……….. :*

Leave a Reply