Foto-foto dari House of Sampoerna

wayang 2

House Of Sampoerna adalah salah satu obyek wisata yang sayang jika dilewatkan jika traveling di kota Surabaya. Di museum ini, kita tidak hanya bisa melihat berbagai benda yang bernilai sejarah, tetapi juga dapat mengikuti kisah awal berdirinya PT. H. M. Sampoerna. Saat hari kerja, kita juga bisa melihat aktifitas pekerja pembuat rokok kretek dari lantai atas museum.

Berikut ini adalah foto-foto dari House Of Sampoerna, yang mungkin saja bisa memberi sedikit gambaran tentang House Of Sampoerna.

House of sampoerna

Gedung House of Sampoerna. Ada 4 pilar di bagian depan berbentuk rokok kretek Dji Sam Soe.

Namanya Liem Seeng Tee. Dia pendiri PT. H. M. Sampoerna. Awal mulanya ia menghidupi keluarga dengan membuka warung kecil yang menjual berbagai kebutuhan dapur.

Namanya Liem Seeng Tee. Dia pendiri PT. H. M. Sampoerna. Awal mulanya ia menghidupi keluarga dengan membuka warung kecil yang menjual sembako & tembakau. Ini adalah replika warung bambu yang dibuka oleh Liem Seeng Tee pada tahun 1912, tak lama setelah menikah dengan istrinya.

DSC00491

Garam. Salah satu bumbu dapur yang dijual di warung kecilnya.

DSC00537

Jagung. Salah satu hasil pertanian yang juga dijual di warungnya.

20140713_120140

Macam-macam jenis cengkeh Indonesia yang digunakan sebagai salah satu komposisi produk rokok Sampoerna.

DSC00490

Tembakau yang telah digiling dan telah disimpan dalam waktu yang lama.

DSC00485

Jenis cengkeh dari Bali.

house of sampoerna

Salah satu sudut museum yang menggambarkan sebuah gudang dan mesin penggiling tembakau.

DSC00487

Mesin tradisional untuk menggiling tembakau.

lukisan

Beberapa lukisan yang dipamerkan di House Of Sampoerna.

20140713_120210

Sepeda onthel milik Liem Seeng Tee.

museum Sampoerna

Replika warung setelah usaha warung yang dirintisnya semakin besar dan berkembang.

DSC00498

Sepeda motor pertama yang dimiliki keluarga Liem. Merk Jawa 250 – Perak. Sepeda motor ini buatan Chekoslovakia, yang menjadi aset peting sampai dengan tahun 1970-an, dan sekarang masih dapat dijalankan.

DSC00499

Becak khas China milik keluarga Liem.

DSC00495

Beberapa peralatan laboratorium untuk membuat rokok.

DSC00500

Tangga menuju ke lantai atas. Lantai atas adalah galeri souvenir dimana kita bisa berbelanja. Di lantai atas ini juga kita dapat melihat para pekerja pembuat rokok kretek di hari kerja. Pastikan datang ke House Of Sampoerna pada hari kerja jika ingin melihat bagaimana suasana kerjanya.

DSC00533

Di ujung tangga, perhatikan larangan ini. Minta ijin jika ingin memotret atau merekam video. Catat ya, jangan memotret sembarangan. Utamanya adalah tidak boleh memotret pekerja pembuat rokok.

DSC00503

Kecuali jika saat weekend, saat para pekerja libur, kita boleh memotret. Di ruangan ini, para pekerja mencetak rokok kretek. Gerakan mereka cepat sekali. Seperti robot yang gerakan tangannya hanya disetting untuk memasukkan racikan tembakau dan cengkeh de dalam mesin, lalu menarik tuas agar tembakau terbubgkus kertas papir.

Rokok yang keluar dari mesin lalu dimasukkan ke dalam sebuah wadah. Nanti ada yang bertugas mengumpulkan rokok-rokok itu, lalu merapikan bagian tembakau di bagian ujung-ujung rokok. Setelah rapi dan banyak, akan diantar ke bagian pengemasan.

DSC00522

Wayang Golek. Salah satu hasil kerajinan yang dijual di galeri souvenir.

Foto-foto ini hanya menampilkan sedikit saja dari sekian banyak yang bisa dilihat di House Of Sampoerna. Masih banyak benda menarik lainnya seperti kemasan rokok yang dieksport ke berbagai negara. Ada juga kemasan korek Safety Matches yang jadul. Koleksi foto keluarga Liem. Furniture dan pakaian bersejarah. Dan masih banyak lagi.

Masuk ke House Of Sampoerna ini gratis. Ada banyak tour guide juga di dalam House Of Sampoerna yang akan dengan senang hati memandu tanpa meminta bayaran. So, jangan lewatkan House Of Sampoerna jika sedang traveling di kota Surabaya, ya!

21 thoughts on “Foto-foto dari House of Sampoerna”

  1. Abis baca ini lalu baca komennya Lina Sasmita… iya bener ya… ada banyak barang kenang2an keluarga yang jika dirawat malah bisa jadi memorabilia bernilai tinggi dan bisa jadi aset bangsa.

  2. Beberapa hari yang lalu saya ikut seminar FGD (Focus Group Discussion) yang digelar Kemenpar di Batam. Ini rangkaian ke-3 setelah Bandung dan Surabaya. Dan pembicara dari Surabaya (pendiri Majapahit Travel Fair) bercerita tentang House of Sampoerna ini. Ternyata justru malah ini menjadikan objek wisata baru dan katanya malah dapat menggenjot target wisata nusantara (wisnus) tahun ini agar cepat tercapai. Ide briliant semoga bisa ada house of… lainnya yang lebih inspiratif.

    1. Iya ya, selain bernilai sejarah buat si pemilik, ternuaya bisa menjadi obyek wisata menarik. Dari sejarahnya itu, ada kisah inspiratif yg bisa dipetik pengunjung πŸ˜€

Leave a Reply