Jawa Timur

Foto & Cerita dari Tugu Pahlawan Surabaya

Tugu Pahlawan Surabaya

Ada yang kusesalkan saat aku mengunjungi Tugu Pahlawan di Surabaya untuk kedua kalinya. Hari itu Jum’at 6 November 2015. H-4 peringatan hari pahlawan. Nuansa merah putih sudah mulai terlihat di setiap sudut kawasan Tugu Pahlawan. Beberapa pekerja tampak sibuk merakit tiang-tiang besi untuk dijadikan tenda. Suasana ini membuatku kurang leluasa untuk mengambil foto-foto dari sudut yang aku inginkan.

Belakangan, setelah aku kembali ke Serang, justru aku menyesalkan hal lain. Mengapa aku tak mengambil foto dengan tema peringatan hari pahlawan? Padahal saat itu, ada beberapa pekerja yang tengah sibuk memasang tenda besi. Ada truk sarat muatan kursi dan besi tenda yang diparkir tepat di depan patung Soekarno Hatta. Dan berbagai elemen lain yang berhubungan dengan perayaan hari pahlawan. Itu bisa menjadi ide cerita menarik, bukan?

Ah, tetapi tak elok rasanya jika terus memelihara penyesalan. Mari jadikan itu sebagai pelajaran supaya lain kali lebih peka. Kali ini aku coba share saja foto-foto hasil hunting tahun lalu yang selama ini cuma tersimpan di laptop. Ditambah juga beberapa foto hasil jepretan kemarin, di sela ramainya persiapan hari pahlawan.

Oya, awal November lalu aku mengunjungi Tugu Pahlawan karena ikut tour gratis dengan bus hop on hop off dari House Of Sampoerna. Namanya Surabaya Heritage Track. Dalam satu hari bus Surabaya Heritage Track itu jalan 4 kali, start dari House Of Sampoerna, dengan durasi perjalanan kirang lebih 1.5 jam. Sepanjang perjalanan, ada guide yang membantu menjelaskan cerita dan nilai sejarah dari tempat-tempat yang dikunjungi.

gerbang tugu pahlawan

Di sisi selatan kawasan Tugu Pahlawan terdapat pintu gerbang berbentuk candi bentar. Kalau menurutku sih, pintungerbang ini mirip kuntum bunga teratai yang terbelah menjadi dua bagian. Dimensi candi bentar ini 4.5 meter tinggi, dan 1.7 meter lebar. Apakah ini maksudnya untuk melambangkan hari kemerdekaan 17 Agustus tahun 1945? Trus yang menunjukkan angka 8 untuk bulan Agustus bagian mananya ya? Aduh, kemarin aku lupa tanya ke guide.

Relief Sejarah Surabaya

Sebelum masuk ke dalam kawasan Tugu Pahlawan, coba lihat-lihat dulu relief di nagian luar dinding pagar Tugu Pahlawan. Relief-relief tersebut menggambarkan cerita sejarah Surabaya. Mulai dari jaman kerjaan Majapahit, datangnya kapal-kapal Tiongkok yang mencoba menguasai Surabaya, cerita heroik perang melawan penjajah, penderitaan kerja paksa, dll.

Ada satu fakta unik yang kudapat dari guide saat ia menjelaskan cerita saat kapal-kapal Tiongkok mendarat di Surabaya, dan berusaha mengambil alih daerah Surabaya dari kekuasaan kerajaan Majapahit.

Dulu, pasukan Majapahit berhasil mengalahkan pasukan dari Tiongkok. Keberhasilan Β tersebut kemudian digambarkan dengan dalam patung buayabyang sedang mengigit hiu. Buaya melambangkan Majapahit, dan hiu melambangkan pasukan Tiongkok yang tak berdaya digigit buaya.

Selama ini banyak yang mengira bahwa nama Surabaya itu diambil dari kata sura yang dianggap berarti hiu, dan boyo yang dianggap memiliki arti buaya.

Lebih lanjut guide menjelaskan, bahwa sebenarnya nama Surabaya itu sebenarnya memiliki arti tersendiri, yaitu Keberanian Dalam Ketakutan. Sura berarti berani, dan boyo berarti bahaya. Maknanya adalah keberanian untuk melawan segala bentuk penjajahan, seberapa pun besarnya bahaya yang dihadapi.

Patung Proklamator

Yang paling menarik di Tugu Pahlawan menurutku bukanlah Tugu Pahlawan nya, tetapi Β justru patung Soekarno Hatta yang langsung mencuri perhatian saat aku tiba di kawasan Tugu Pahlawan.

Dengan tambahan replika pilar-pilar gedung kemptai Jepang, patung Soekarno & Hatta yang digambarkan sedang membacakan teks proklamasi ini semakin photogenic. Mau dipotret dari sudut mana saja tetap cakep.

Beberapa kalimat perjuangan yang terukir di pilar-pilarnya juga bisa jadi objek menarik untuk difoto.

Monumen Tugu Pahlawan

Di dalam kawasan Tugu Pahlawan terdapat lapangan upacara, dan di sekeliling lapangan dibuat jalur pejalan kaki dengan paving block. Saat berada di kawasan Tugu Pahlawan, sejauh mata memandang, aku tak menemukan sampah berceceran. Tempatnya memang bersih dan tertata rapi. Kotak sampah terdapat di banyak tempat.

Tugu Pahlawan tampak di ujung lapangan upacara di sebelah utara. Tugu Pahlawan berbentuk lingga (paku terbalik) ini dibangun untuk mengenang peristiwa pertempuran 10 November di Surabaya pada masa melawan penjajahan. Memiliki tinggi 41.15 meter, dengan 10 cekungan yang dipisahkan oleh 11 ruas di sepanjang permukaan tugu. Jumlah cekungan dan ruas itu melambangkan tanggal 10 November yang bersejarah.

Museum 10 November

Di sudut kiri di sebelah utara kawasan Tugu Pahlawan, terdapat museum 10 November yang dibangun di bawah tanah. Di depan museum terdapat batu besar yang merupakan prasasti bertuliskan “Padamu generasi, tanpa pertempuran Surabaya sejarah bangsa dan Negara Indonesia akan menjadi lain“.

Di dalam museum, kita dapat melihat diorama-diorama, koleksi senjata, patung bung tomo beserta suara pidatonya, foto-foto Surabaya tempo dulu, dan banyak koleksi lain yang berhubungan dengan sejarah kota perjuangan.

Untuk memasuki museum, pengunjung harus membayar tiket sebesar Rp5.000. Museum 10 November buka setiap hari kecuali hari Sabtu dan hari libur nasional. Buka mulai jam 8 pagi sampai jam setengah 4 sore. Kecuali Minggu, buka mulai jam 7 pagi sampai jam 1 siang.

Makam Pahlawan Tak Dikenal

makam di tugu pahlawan

Pertempuran besar yang pecah di kota Surabaya melahirkan banyak pahlawan yang harus gugur. Banyak dari pahlawan itu tak dikenali, dan jenazah mereka dikuburkan di sini.

Makam Pahlawan Tak Dikenal ini dikelilingi kolam yang ditanami bunga teratai. Letak makamnya bersebelahan dengan museum.

Kendaraan Bersejarah

mobil bung tomomeriam tugu pahlawan

Mobil klasik milik Bung Tomo dan beberapa kendaraan tempur juga dapat di lihat di dalam kawasan Monumen Tugu Pahlawan.

Membaca sejarah dengan cara mengunjungi monumen dan museum, memang menyenangkan. Sensasinya sama sekali berbeda dengan saat belajar sejarah di bangku sekolah dulu. So, siapa bilang traveling itu cuma soal senang-senang?

16 thoughts on “Foto & Cerita dari Tugu Pahlawan Surabaya

  1. Iya mbak bener. Travelling mengunjungi museum pada zaman sekolah berbeda dengan kemauan kita sendiri saat sudah nggak ada ikatan dengan dunia pendidikan. Labih mendalam kesannya dan main di museum juga mengasyikkan.

  2. Asyiik walau diriku belum pernah ke sini, bisa terwakilkan detil tugu Surabaya dengan membaca web site ini.
    Makasih mbak Noe. Smoga bisa jumpa kembali di Surabaya. Yuk jelajah Sidoarjo kuliner dan lumpur Lapindonya πŸ™‚

  3. Iya yg patung 2 proklamator kesannya malah epik gitu ya mak..memang sengaja dibuat reruntuhan atau gimana sih? Di sampingnya kalau minggu ada sunmor lho, banyak yg jualan. Hehe

Leave a Reply to Lidya Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.