Foto Prewedding

Foto Ala Prewedding Pakai Ulos di Samosir

Ada satu destinasi yang sudah kukunjungi namun ceritanya menggantung di blog ini. Rasanya malas sekali menuliskannya. Ini semua karena liburanku berjalan diluar ekspektasi. Ya, tapi sebaiknya aku menerima dan menyadari satu hal, bahwa manusia hanya bisa berencana dan Allah tetap Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatunya.

Masjid Raya Medan
Mengunjungi Masjid Raya Medan

Bulan Juni 2013, bersama si kurus (waktu itu statusnya belum menikah) dan beberapa orang teman aku menghabiskan 3 hari 2 malam untuk jalan-jalan di sekitaran Sumatra Utara. Rute perjalanan dimulai dari kota Medan, Pulau Samosir via pelabuhan Ajibata di Prapat, lalu kembali ke kota Medan lagi via Pangururan melewati Tongging dan Berastagi. Itinerary perjalanan lengkapnya dapat dilihat disiniย ya.

Gagal Honeymoon

Indonesia memang tanah surga, bukan sekedar tanam kayu dan batu tumbuh tanaman, tetapi juga surganya wisata dimana di setiap sudut pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, memiliki pesonanya sendiri yang tak akan pernah habis untuk dijelajahi. Dan di Sumatra Utara ini, aku benar-benar terpesona oleh Danau Toba yang melegenda itu. Terlebih saat melihat Danau Toba dari atas menara Tele di Tongging. Ah, sepotong hatiku tertinggal disana.

Menara Tele
Singgah di Menara Pandang Tele

Lalu bagaimana dengan sepotong hatiku yang lain? Ia menyisakan kenangan yang menyebalkan! Seharusnya 3 hari 2 malam liburan itu adalah honeymoon ala backpacker seperti yang sudah aku impi-impikan sejak akhir tahun 2012. Sayangnya, pernikahanku baru bisa terlaksana pada bulan Semptember 2013, maka selama backpacking pada Juni 2013 di Sumatra Utara hatiku kesal.

Aku lebih banyak diam dalam perjalanan kali itu, meski kami duduk berdampingan di dalam mobil, kami tidak mengobrol. Aku juga terus menjaga jarak, malas berdekatan, dan bicara seperlunya saja. Aku lebih banyak mengobrol dengan teman-temanku yang lain. Hahahaโ€ฆ, jahatnya aku saat itu, padahal semua akomodasiku selama disana dia yang tanggung. ๐Ÿ˜†

Tetapi sekarang sudah lain ceritanya, jika mengingat kejadian-kejadian waktu itu, rasanya aku tergelitik dan ingin tertawa. Coba bayangkan saja, aku baru mengajaknya bicara jika ingin dibelikan sesuatu. Seperti waktu di Tomok. Di sekitar makam Raja Sidabutar, banyak sekali toko-toko souvenir, dan mataku tertarik dengan kain songket warna-warni, dan berbagai kain kerajinan tangan lain yang dipajang di salah satu toko. Aku masuk saja ke toko itu, mengambil salah satunya lalu aku bilang pada si pacar; โ€œBang, aku kepingin kaos sama kain songket ini. Bayarin ya!โ€ Wkwkwwkโ€ฆ, dodol banget kan akuuuhh ๐Ÿ˜†

Shoping di Samosir
Shoping di Tomok, Pulau Samosir

Atau ketika malam hari harus menginap di Pulau Samosir, dengan alasan budget kami hanya menyewa satu kamar untuk 4 orang perempuan, yaitu aku, Nida, Damai, dan Melva. Sementara 3 orang laki-lakinya dipersilakan dengan tanpa mengurangi rasa hormat untuk tidur di dalam mobil di parkiran guest house. Begitu juga ketika di kota Medan, para perempuan menginap di kosan Myla (salah satu anggota backpacker Medan), dan yang laki-laki tidur di mushola terdekat. Coba, kalo udah nikah, kan nggak gini ceritanya, kaaann? ๐Ÿ˜† (ngakak lagi)

Mendadak Prewedding

Sebelum meninggalkan pulau Samosir dan kembali ke kota Medan, kami jalan-jalan sebentar di komplek Makam Raja Sidabutar di Tomok. Ada 2 makam raja disini, yang pertama yaitu Makam Raja Sidabutar I, letaknya persis di pinggir jalan. Mauk ke makam ini gratis, namun disediakan kotak untuk sumbangan seiklasnya yang dananya akan digunakan untuk perawatan makam.

Komplek makam yang kedua letaknya lebih ke dalam. Untuk menuju makam ini, terlebih dahulu harus melewati jajaran toko-toko souvenir, dan beberapa rumah adat khas Batak. Didepan rumah-rumah adat itu, digelar pertunjukan patung sigale-gale yang berjoget dengan iringan musik Batak.

Untuk masuk ke komplek makam Raja Sidabutar II, kita diwajibkan memakai ulos. Di sisi pintu masuk, sudah disediakan banyak ulos di atas meja untuk kita pakai. Di dalam komplek makam, terdapat kursi-kursi dimana kita dapat ikut duduk dan mendengarkan penjelasan petugas tentang sejarah raja-raja yang dimakamkan disana. Di pintu keluar, kita wajib mengembalikan ulos yang dipakai dan memberikan donasi seiklasnya.

Museum Batak
Jangan lupa mampir ke Museum Batak, kalau ke Samosir

Tak jauh dari makam, ada Museum Batak yang tak boleh dilewatkan untuk dikunjungi. Aku dan teman-teman masuk kesana dan membayar tiket masuk Rp3.000,- per orang.

Memasuki museum, kami disambut oleh seorang petugas Museum. Ia adalah seorang ibu berusia paruh baya. Tepat setelah pintu masuk, ia berdiri di dekat meja dimana banyak kain ulos di atasnya yang dilipat dan tertumpuk rapi. Ternyata ulos itu disewakan dengan harga Rp20.000,- jika ingin mencoba berpakaian ala keluarga raja Batak. Tentu aku tak melewatkan kesempatan ini, begitu juga si pacar. Hih, dia ikut-ikutan aja! ๐Ÿ˜›

Pada perempuan, selembar kain ulos lebar akan dililitkan seperti kemben sampai batas dada. Lalu 2 lembar selendang ulos disampirkan di kedua bahu, dan diikat di bagian pinggang. Tak lupa ikat kepala cantik sebagai mahkota, dan aksesori berupa tas monte bertulis โ€˜HORASโ€™. Sedangkan pada laki-laki, hanya dipakaikan selembar ulos yang dililit sebatas pinggang, satu selendang di bahu, ikat kepala, dan tongkat raja.

Selesai didandani ala raja, tentu saja kami berfoto-foto. Hmmโ€ฆ, dan tanpa kami duga, Nida menawarkan jasa untuk memotret kami berdua. Baiklahโ€ฆ, anggap saja kami sedang ย foto prewedding. ๐Ÿ˜‰

Museum Batak
Ala Raja & Ratu Batak

17 thoughts on “Foto Ala Prewedding Pakai Ulos di Samosir”

  1. Horasss.. aku rencananya mau honeymoon ke Samisir nii.. tp sebelumnya ke Porsea dulu ketemu Keluarga Bapak Uda trus lanjut ke Samosir 2 hr.. mana2 aja yg wajib dikunjungin yaa ?? Trus tempat menginap yg nyaman.. dan adakah saran2 tertentu.. Soalnya aku blm pernah kesana.. anw, calon aku Bule.. jd biar skalian memperkenalkan kampung halaman (calon) istrinya.. hihihi.. Mauliate Kak..

  2. Salam ingin tanya ada lebih baik tidur di parapat atau di samosir, kerna rancangan kami 3hari di parapat ,tapi hanya brtjalan2 di tomok ,tuktuk dan samosir pada siang hari nya , ada ini lagi baik atau di sebalik nya ..minta pencerahan …

    1. kalau sekedar jalan2 seharian di Tomok, bisa jg menginap di Parapat memurutku. Tapai kalau mau full 3 hari di Samosir banyak juga yang bisa di explore, seperti danau di atas danau itu. Tinggal sukanya wisata jenis apa, kalau di Parapat lbh banyak pantai untuk nyantai ๐Ÿ™‚

  3. Hahaha. . .
    Kasihan banget nasib para lelaki kalian, ya. Bobok kedinginan. ๐Ÿ˜€

    Btw, itu Bapake MasKa pas belum gondrong, ya. Serius amat fotonya. ๐Ÿ˜€

Leave a Reply