Thailand

Flashpacker ke Phi-phi Island?

Kenyataan memang tak selalu berjalan sesuai rencana. Tapi ya dibikin asik aja, meski sebenernya pingin tepok jidat Brad Pitt atau elus dada Orlando Bloom aja deh.

*****

Phi phi island

Hari ini aku merasa gagal dan nggak pantes pakai judul honeymoon ala backpacker lagi. Soalnya, budget kami keteteran. Bengkak seperti gajah yang baru saja tersengat lebah. Hiks… 🙁

Permasalahannya adalah;
1. One day tour ke Phi-Phi island itu harus booking sehari sebelumnya ke penyedia jasa tour. Karena kami sok-sokan pingin beli paket on the spot ketika sampai di Krabi International Airport, maka kita harus bermanuver supaya bisa tetap ke Phi-Phi Island. Kalau paket one day tour kisaran harganya 1.200-1.500 baht, sedangkan kami… yuk dilihat rincian biayanya;

  • sewa mini van dari Bandara ke Krabi Pier (dermaga) 600 baht (120 baht per orang)
  • tiket boat Krabi ke Phi-Phi Island 400 baht
  • sewa long tail (perahu motor) untuk jelajah pulau 2.000 baht (200 baht per orang)
  • tiket boat Phi-Phi island ke Phuket 450 baht
  • sewa alat snorkeling 50 baht
  • makan siang 50 baht
    TOTAL BIAYA 1.220 baht

2. Rencana sejak awal,  kami akan menuju Bangkok dari Phuket dengan bus AC seharha 500 baht. Tetapi, ketika di Krabi International Airport, si mbak-mbak yang membantu kami memesan tiket bilang, bus dari Krabi ke Bangkok juga seharusnya booking dari satu hari sebelumnya karena seat terbatas.

Ok, jadilah kami beli tiket sleeper bus Krabi – Bangkok dengan harga 1.200 baht per orang, karena hanya sleeper bus yang seatnya masih available waktu itu. Bus biasa? Wassalam!

Jadi total pengeluaran kami hari kedua ini adalah… 2.420 baht. Atau jika dalam rupiah sekitar Rp895.400,- (asumsi kurs Rp370 per 1 THB). Belum termasuk tiket pesawat.

Are we flash packer?

Ok, mari lupakan soal biaya dan bicara tentang backpacker versus flash packer.

Menurut beberapa blog yang aku baca, flash packer dan backpacker memiliki kesamaan pada bagaimana cara kita saat traveling, yaitu lebih suka mengatur sendiri segala keperluaan, seperti membuat itinerary sendiri, beli tiket dan booking hotel sendiri, tanpa paket tour oleh operator jasa travel.

Sedangkan perbedaannya ada pada jumlah biaya yang dikeluarkan. Jika backpacker maunya ngirit seirit-iritnya. Misal… kalo bisa tidur di mushola yang gratis kenapa harus bayar penginapan?

Ok, ini keterlaluan. Kita buat sedikit lebih soft, begini, penginapan itu nggak perlu mewah, asal bisa tidur saja sudah cukup. Maka dipilihlah hostel atau guest house murah. Nggak petlu hotel dengan fasilitas mewahnya itu, nggak kepake karena kita pinginnya jalan-jalan bukan menikmati fasilitas hotel berbintang.

Nah kalau flash packer, nggak memusingkan soal biaya. Yang penting nyaman dan tujuan tetcapai. Misal, aku nih, kepingin banget ke Bangkok malam ini juga, kalo bus biasa sudah habis tiketnya, yasudah beli tiket sleeper bus saja. Hihihi…

So, apakah aku dan teman-temanku ini flash packer? Eumm…, pada dasarnya aku nggak suka mengkotak-kotakkan aku ini apa and siapa, dan harus bagaimana. Aku lebih suka menyebut diriku sebagai… traveler opportunist. Traveling lah setiap kali ada kesempatan. Yihaa…!

Yah, jadi ngomong ngalor ngidul soal tipe traveler ya. Kan harusnya lebih banyak info soal jalan-jalan di Phi-phi Island. Maklum sajalah, karena rencana untuk jelajah pulau dan pantai dan keinginan untuk snorkeling ngga tercapai, jadi ngga bisa cerita banyak. Ini postingan random sekali.
Di Phi-phi island aku dan teman-teman cuma numpang makan siang, lalu cabut ke Krabi untuk selanjutnya naik bis ke Bangkok. Which is mean, someday aku kudu balik lagi ke Phi-phi Island!

1 thought on “Flashpacker ke Phi-phi Island?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.