Lampung

Festival Teluk Semaka: an Unexpected Journey

Naik gunung Tanggamus? Itu kejutan pertama di hari pertama Festival Teluk Semaka yang aku ikuti sejak Jumat 31 Oktober, dan rencananya akan berlangsung sampai Minggu 2 November 2014. Festival ini digelar di Kota Agung, kabupaten Tanggamus, provinsi Lampung, dalam rangka mempromosikan potensi wisata yang ada. Trekking untuk menikmati Air Terjun Way Lalaan adalah kejutan lain yang sukses membuat kaki pegal. Meskipun harus kuakui bahwa ini perjalanan yang sangat menyenangkan bersama belasan orang peserta lain.

Gunung Tanggamus
Panorama Gunung Tanggamus

Kusebut ini sebagai kejutan karena sungguh aku tidak menyangka kalau harus trekking lumayan jauh di lereng gunung Tanggamus. Padahal dalam rundown acara yang aku terima disebutkan bahwa destinasi yang akan dikunjungi adalah Air Terjun Way Lalaan, dan Sumber Mata Air Panas. So, ternyata rencana berubah. Dan meski lelah luar biasa, aku tetap enjoy the trip. Sebab ada banyak hal yang bisa dinikmati selama hiking. Mau liha? Let’s check it out!

Dermaga Kota Agung
Dermaga Nelayan Kota Agung

Pagi hari kuawali dengan menikmati suasana di sekitaran Dermaga 1 Kota Agung, di pesisir Teluk Semaka. Disana terdapat sebuah pelelangan ikan, dan pasar ikan. Menyaksikan para nelayan bergelung dengan banyak sekali ikan segar hasil tangkapan semalam, aku takjub dan jatuh cinta lagi pada bumi Indonesia. Sebagai negara kepulauan, laut Indonesia memiliki banyak sekali potensi untuk kesejahteraan hidup manusia. Mulai dari ikan-ikannya untuk dimakan, sampai dengan keindahannya untuk dijadikan tujuan wisata. Ssst, Teluk Kiluan yang terkenal dengan lumba-lumbanya itu masuk wilayah Tanggamus loh.

Bunga di Kota Agung
Bunga & Langit Pagi di Kota Agung

Di sepanjang jalan dari homestay menuju dermaga, banyak bunga-bunga cantik yang meyejukkan mata. Ini salah satunya. Entah bunga apa namanya, dengan background rumah-rumah warga, dan lagit pagi yang cerah.

Wild rose
Wild rose di halaman rumah penduduk desa Sidokaton
flower
Bunga apa namanya?

Sekitar jam 9 pagi kami berangkat ke Desa Sido Katon di lereng gunung Tanggamus. Di desa yang penuh ramah tamah penduduknya itu, kami tidak hanya disambut para aparat desa, tetapi juga bunga-bunga cantik ini.

Human
Aktifitas pagi para petani di desa Sidokaton

Dan trekking pun dimulai. Sebelum masuk ke jalur pendakian, di jalan utama desa aku berpapasan dengan beberapa penduduk yang sudah sibuk dengan aktifitas sehari-hari sebagai petani.

Kebun Kol
Kebun kol di lereng Gunung Tanggamus
Tomat
Tomat di ladang di lereng Gunung Tanggamus

Jalur pendakian yang harus dilewati adalah jalan setapak yang di kanan dan kirinya merupakan ladang milik warga desa. Kebanyakan yang kutemui adalah tanaman kubis. Ada juga tomat dengan buahnya yang ranum dan menggoda.

Sunflower
Mexican sunflower
kupu-kupu
Kubis yang dihinggapi kupu-kupu

Bunga-bunga yang tumbuh liar di sepanjang jalan menjadi penyejuk jiwa di antara tarikan nafas kelelahan karena jalanan menanjak dan terus menanjak lagi. Ada bunga Mexican Sunflower, bunga semak yang dihinggapi banyak kumbang, kubis yang dihinggapi kupu-kupu, sampai bunga buah cempoka. 😀

Mata Air
Mata air di Gunung Tanggamus

Pendakian pun berujung di sebuah mata air. Mari kita minum dulu. Selain di mata air, selama trekking kami beberapa kali beristirahat di tempat-tempat yang menyediakan pasokan tenaga gratis. Seperti saat bertemu pepaya ranum, atau pohon jambu dengan buahnya yang merah menggoda.

makan di kebun
Makan siang di kebul kol

Setelah cukup beristirahat, kami kembali turun untuk makan siang. Luar biasa menu makanan kami hari ini. Nasi dengan lauk tempe goreng, ikan mujahir, sambal terasi, sayur asem, dan lalapan. Yang lebih asik lagi, kami makan di antara kebun kubis! Bahagia itu sederhana…

Air Terjun Way Lalaan
Air terjun Way Lalaan 1

Selesai makan, kami beristirahat di rumah bapak kepala desa. Waktunya ngopi-ngopi. Lalu melanjutkan petualangan ke Air Terjun Way Lalaan. Kalau yang ini sih, waktunya ngadeem!

bunga lily
Bunga lily di sekitaran air terjun Way Lalaan 1
Kerbau
Mr. & Mrs. Buffalo

Di sekitaran air terjun, ada bunga lily yang cantiik sekali. Juga sepasang kerbau yang romantis. 😀

Air Terjun Way Lalaan 2
Air Terjun Way Lalaan 2

Ada dua air terjun di kawasan wisata Air Terjun Way Lalaan Kampung Baru. Air terjun pertama aksesnya cukup mudah karena sudah dibuatkan tangga beton untuk menuruni bukit sampai ke air terjun. Nah air terjun yang kedua ini yang cukup sulit. Atau bisa dibilang sulit banget! Naik turun tebing, melewati jalan setapak yang bersisian dengan jurang, sampai tangga bambu vertikal untuk melewati tebing. Begitu sampai di air terjun,  rasanya rugi banget kalau nggak basah-basahan. Secara ini kan hidden paradise!

Hiking
Mendaki bebatuan

Meninggalkan air terjun, kami kembali ke tempat berkumpul melalui track yang berbeda. Katanya track ini lebih menguntungkan karena hanya ada 1 tanjakan tebing, tidak seperti rute saat berangkat dengan beberapa tanjakan yang lumayan bikin ngap-ngapan. Tetapi, tetap saja menurutku ini track yang tidak mudah.

sawah
Areal persawahan di sekitaran taman wisata air terjun
Telur keong mas
Telur keong mas di batang padi

Lepas dari jalan setapak dan tebing, kami melewati areal persawahan. Whoaa…. atmospherenya seperti di ubud! Dan selalu ada hal kecil yang menarik perhatian, seperti telur keong dan refleksi rumpun padi.

pesta durian
Pesta durian

Pesta durian menjadi semacam selebrasi kemenangan setelah seharian menaklukan tantangan. Setelah puas menikmati buah surga itu, kami kembali ke homestay dan beristirahat. Bersiap untuk petualangan di hari kedua.

See you to the next reportation from Festival Teluk Semaka 7!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.