Family Trip, Momen Bermain & Belajar Bersama Anak

museum malang tempoe doeloe

Awal bulan lalu maskapai penerbangan favoritku kembali bagi-bagi tiket promo. Kalau ngga inget resolusi yang harus dicapai awal tahun 2016 nanti, aku mau banget beli tiket untuk family trip ke India demi festival holi di bulan April. Harganya cuma sekitar 700 ribuan PP! Aduuh, tolooong! Jiwa travelerku minta banget borong tiket nih. Huhuu

Susah payah nih nahan diri dari godaan. Aku harus menunda impian bermain tepung warna-warni bersama anak di India. Padahal aku sudah merasa sangat kangen dengan momen backpacking bareng Daffa’ & Abyan. Karena bagiku backpacking bareng anak itu bukan cuma soal senang-senang dan liburan. Tetapi juga menciptakan bonding dan attachment dengan cara menikmati momen bermain berasama, mendampingi mereka bereksplorasi dan belajar banyak hal baru dari alam.

main di krakatau

Seperti contohnya ketika hiking ke Gunung Anak Krakatau. Daffa’ & Abyan bisa begitu asik bermain dengan batu-batu. Di kaki gunung, mereka juga asik bermain dengan akar gantung di pohon besar.

“Gelantungan kayak Tarzan loh, Bu” kata mereka.

Lain lagi ketika di Sabang. Daffa’ & Abyan sangat senang bermain dengan ikan-ikan sambil snorkeling. Sedangkan ketika di Singapura & Malaka, Daffa’ lebih suka menjadi pengamat. Dia membaca setiap papan penunjuk arah, nama jalan, atau iklan di billboards. Sedangkan Abyan lebih senang jeprat-jepret berbagai obyek dengan kamera saku.

Bermain = Belajar

Momen backpacking memang sudah menjadi kegiatan yang disukai Daffa’ & Abyan. Karena banyak hal baru yang bisa mereka pelajari sambil bermain. Ngga heran kalau sudah tiba waktu liburan sekolah, mereka inginnya diajak backpacking.

main di krakatau 1

Sayangnya aku bukan golongan orang yang duitnya segambreng, yang bisa pergi jalan kapan saja semaunya. Jadi aku harus pinter-pinter cari alternative lain untuk anak supaya mereka ngga bosan.

Inginku sih mereka juga suka membaca buku, maka aku membelikan mereka banyak buku juga. Eh, dasar anak-anak, yang ada malah bukunya dijadikan mainan juga. Kadang buku-bukunya ditumpuk seolah menjadi konstruksi bangunan, atau disusun berderet seperti rangkaian gerbong kereta api.

Namun sebagai orang tua aku harus memahami bahwa dunia anak memang dunia bermain. Melalui kegiatan bermain itu lah anak-anak bisa menemukan berbagai persoalan yang dapat mendorong mereka berfikir bagaimana menyelesaikan persoalan tersebut. Di saat bermain itu juga panca indra anak turut bereksplorasi.

Dan berdasarkan informasi yang pernah kubaca di Jurnal Friso, ternyata apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan disentuh oleh anak-anak dengan panca indra mereka, akan bermanfaat untuk membantu proses pertumbuhan otaknya.

Friso Play Day

Setelah memahami bahwa proses belajar anak adalah melalui aktifitas bermain, fikiranku jadi lebih terbuka dan sangat mendukung kegiatan bermain anak, serta semakin yakin kalau melalui backpacking aku bisa bermain bersama anak dengan lebih intim.

Screenshot_2015-12-28-23-44-27_1451321476749

Seperti juga Friso sebagai brand susu pertumbuhan yang mendukung kegiatan anak untuk bermain di luar bersama orang tua. Hal ini dibuktikan dengan proses pembuatan susu Friso yang tidak menggunakan teknik pemanasan secara berlebihan. Ini demi menjaga keutuhan nutrisi dari alam yang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh anak. Dengan begitu mereka selalu siap mengeksplor dunia bermainnya. Kalau bahasa keren-nya “Stronger from inside” gitu.

Untuk mendukung gerakan bermain anak dan orang tua ini, Friso juga membuat campaign Friso Play Day, untuk mengajak para orang tua untuk mendukung anak bermain di luar minimal selama 30 – 60 menit setiap harinya. Ini penting agar pertumbuhan fisik dan mental anak tetap terjaga.

Secara pribadi aku sangat setuju dengan campaign Friso Play Day ini, agar anak juga bisa terus belajar bersosialisasi dengan lingkungannya. Karena kebanyakan anak jaman sekarang kan mulai terbawa arus teknologi, seperti kecanduan main gadget atau video game. Tapi Alhamdulillah sih kalau Daffa’ & Abyan ngga begitu ketergantungan gadget. Mereka masih lebih banyak main di luar bersama teman, seperti main sepeda atau sepatu roda.

Kuis Friso Play Day

Hal lain dari Friso untuk membuktikan komitmennya dalam mendukung kegiatan bermain anak, Friso membuat kuis untuk mencari tau apa permainan yang tepat untuk anak-anak sesuai dengan ketertarikannya. Aku sendiri sudah coba memainkan kuisnya beberapa kali lho. Karena aku penasaran, apa sih kegiatan bermain yang cocok untuk Daffa’? Dan apa kegiatan bermain yang cocok untuk Abyan. Dan ini hasilnya…

FrisoPlayDay Daffa FrisoPlayDay Abyan

Berdasar hasil kuisnya, ternyata kegiatan bermain yang cocok untuk Daffa’ adalah mengunjungi taman kota, museum, atau destinasi edukatif lainnya. Memang sih, berdasar pengalaman, Daffa’ ini suka sekali kalau diajak ke Museum. Sedangkan Abyan, lebih cocok bermain di pantai. Pantas saja dia excited banget setiap kali diajak ke pantai. Apalagi saat pertama kali diajari snorkeling ketika di Sabang.

Nah buat yang mau banget cari tau juga apa permainan yang cocok untuk anak masing-masing, ayo coba ikutan main kuis interaktifnya di micrositeΒ http://www.friso.co.id/playday.

Screenshot_2015-12-28-23-44-51_1451321512150

Pakai smartphone juga bisa lho! Nanti akan ada 3 pertanyaan seputar ketertarikan anak. Dijawab saja, lalu kirim jawaban. Tunggu beberapa detik, langsung keluar hasilnya. Seperti hasil kuis untuk Daffa’ & Abyan itu.

Dengan ikut bermain kuis Friso Play Day, sebagai orang tua, kita jadi tau apa kegiatan bermain yang tepat sesuai minat dan bakat anak. Jangan lupa juga untuk mendukung anak kita bermain dan belajar. Salah satu caranya dengan memastikan bahwa mereka mendapat nutrisi yang cukup dan yang terbaik. Diajak backpacking seperti keluarga kami juga boleh. πŸ˜€

34 thoughts on “Family Trip, Momen Bermain & Belajar Bersama Anak”

  1. nice post!
    Ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Semoga postingan ini menginspirasi ibu maupun calon ibu yang lain ya.. keep inspiring bunda

  2. dua anak ternyata beda ya mb kesukaannya, hehe, ortu harus adil ngasih giliran. Hhehe boleh jg ni kuisnya, nanti coba ahh, tfs mbaa. Semoga besok bs backpacking bareng kiddos lagi..hehe

  3. Iya ya berlibur sama anak kecil itu nggak bisa disamain liburan dengan sesama dewasa yang kadang memburu banyak obyek dalam seharian. Sama orang yang sudah sepuh juga kudu slow jalan-jalannya hahaha. Hal kecil yang ditemukan oleh anak-anak bisa jadi hal besar bagi mereka, perlu meluangkan waktu cukup lama agar mereka enjoy dan meresapnya. πŸ™‚

    1. Tapi biasanya disamaian aja, Lim, itinerary nya. haha… mereka udah biasa sih sama. ritme mamaknya yg seneng marahthon πŸ˜€

  4. pokoknya liburan itu harus jadi ajang bermain buat anak-anak yah mbak. Aku juga kemaren nerapin gitu buat bocah-bocah pas liburan beberapa hari lalu

    1. Hihi iya Mas Ari, sambil jalan sambil bermain dan belajar. Waah, bocahnya siapa nih yg diajak main sama mas Ari Goiq πŸ˜‰

Leave a Reply