Vietnam

Fakta Menarik Tentang Ho Chi Minh City, Vietnam

Ada banyak kesan dan daftar cerita yang bisa aku tulis berdasarkan pengalaman traveling di Vietnam, yaitu selama 4 hari 3 malam di Ho Chi Minh City. Mulai dari cerita yang asem sampai pahit, juga cerita yang manis-manis. Tapi ceritanya nanti aja, sekarang yuk coba intip dulu beberapa hal unik di Ho Chi Minh City, Vietnam.

Ho Chi Minh City
Malam di taman kota, menghadap jalan raya yang penuh sepeda motor

Banyak Public Area

Jika ada hal yang harus aku sukai dari kota Ho Chi Min City, adalah karena banyaknya ruang terbuka hijau berupa taman yang cukup luas di tengah-tengah kota. Taman ini merupakan public area yang dapat diakses secara gratis oleh siapa saja. Dipenuhi pohon-pohon yang rindang, tanaman hias, bangku dan pendopo-pendopo kecil, serta beberapa fasilitas olah raga. Beberapa bagian permukaan taman ditutup paving block, dan sebagian besar permukaan lainnya diselimuti rumput hijau yang terawat.

Pada siang hari, taman dapat dijadikan sebagai tempat ngadem atau beristirahat sejenak saat jalan-jalan dan mengunjungi beberapa tempat yang bisa diakses dengan jalan kaki di sekitaran kota Ho Chi Minh City. Pada sore hari, banyak muda mudi berkumpul di taman-taman yang ada untuk sekedar nongkrong dan ngobrol-ngobrol, atau melakukan berbagai aktifitas menyenangkan seperti skateboard, atau games. Bahkan pada malam hari, aku sempat melihat sekelompok orang menari dansa dan salsa di pendopo di tengah taman.

Kondisi Hi Chi Minh City bisa dibilang nggak kalah panas jika dibanding dengan Jakarta. Atau malah lebih panas dari Bekasi. Tapi banyaknya taman yang dipenuhi pohon membuat kota ini memiliki nilai tambah. Selain taman, beberapa ruas jalan juga terasa teduh karena jajaran pohon rindang di sisi kanan dan kiri jalan. Sedangkan di ruas-ruas jalan utama kota, meski di sisi kanan dan kiri jalannya sudah dipenuhi ruko atau bangunan hotel, namun di bagian tengahnya dibuatkan pembatas jalur yang dapat ditanami pohon dan tanaman. Dan di setiap perempatan besar, dibuat bundaran yang juga dipenuhi tanaman. Pokoknya banyak pohon!

Jalan Raya Lautan Sepeda Motor

Jalanan Jakarta penuh kendaraan? Ho Chi Minh City juga! Jalan raya yang aku lihat di Ho Chi Minh City lebih cocok disebut sebagai lautan sepeda motor karena saking banyaknya. Jika ingin jalan kaki di jalan raya di sekitaran kota, sebaiknya hati-hati dan gunakan zebra cross untuk menyeberang. Meskipun pengendara sepeda motor di sana tidak ada yang ngebut ugal-ugalan. Tetapi jumlahnya yang sangat banyak akan lebih dari cukup untuk membuat pusing.

Kabarnya, pemerintah Vietnam akan memberlakukan aturan larangan menggunakan sepda motor di kota-kota besar, seperti Saigon dan Ho Chi Minh City. Hal ini disebabkan oleh meroketnya jumlah pengguna sepeda motor setiap tahun, dan berbagai masalah lalu lintas seperti kemacetan jalan raya. Rencananya aturan akan berlaku setelah infrastruktur dan system transportasi umum selesai dibenahi, yaitu tahun 2020-2025.

Perlu diketahui juga bahwa Vietnam menggunakan jalur kanan dalam berlalu lintas, jadi posisi stir mobil ada di sebelah kiri. Berbeda dengan di Indonesia yang menggunakan jalur kiri, dan posisi stir mobil ada di sebelah kanan. Informasi ini akan sangat berguna jika berniat untuk menyewa kendaraan dan menyetir sendiri.

Surga Belanja

Jika Indonesia punya Bandung sebagai salah satu kota tujuan untuk memuaskan hobi shopping, maka Vietnam punya Ho Chi Minh City dengan Ben Tanh Market-nya yang bisa membuat siapa saja jadi kalap belanja. Mau cari barang apa saja ada. Mulai dari souvenir, tas, baju, sepatu, aksesori, kopi, atau apapun. Mau yang branded asli, atau yang KW, semua ada dan semua bisa didapat dengan harga yang lebih murah jika dibanding dengan belanja di kampung halaman. Tergantung keahlian dalam menawar harga juga sih.

Ben Tanh Market

Contoh saja, daypack Kipling kualitas KW bisa didapat dengan harga kurang dari Rp100.000,- di Ben Tanh Market. (Emang kalau di Jakarta berapa?) Oya, jangan kuatir soal bahasa untuk berkomunikasi saat tawar menawar harga. Kebanyakan pedagang di Ben Tanh Market bisa bahasa melayu.

Satu catatan lagi, terutama untuk traveler yang gemar melakukan penghematan dalam hal apapun. Kalau belanja menjadi salah satu agenda ketika mengunjungi Ho Chi Minh City, sebaiknya bawa baju sedikit saja supaya ransel atau kopermu bisa muat untuk baju dan barang baru yang dibeli. Jangan sampai tas/koper/ransel jadi beranak pinak dan mendapat masalah saat check in di bandara karena masalah bagasi. Ya…kecuali mau mengeluarkan uang lebih untuk membeli bagasi.

Makanan Halal

Nggak susah menemukan makanan halal di Ho Chi Minh City. Yang susah itu ngeluarin duitnya karena makanan halal di sana mahal. 😀 Rata-rata sekali makan bisa menghabiskan paling tidak Rp50.000,- atau bisa lebih. Mau yang murah? Bisa! Tapi nggak yakin kehalalannya, mengingat daging bab* adalah makanan sehari-hari di sana.

Makan Halal Vietnam

Restoran halal banyak terdapat di sekitaran Ben Tanh Market. Kebanyakan restoran ini milik orang Malaysia, dan tentu saja kita bisa berkomunikasi dengan bahasa melayu. Menu-menunya juga nggak asing, selain tom yam khas Thailand, ada nasi goreng, mi goreng, ayam goreng, ayam bakar, atau bahkan nasi uduk (nasi lemak).

Pho dan banh mi adalah dua jenis makanan khas Vietnam yang wajib dicoba. Pho adalah makanan semacam sup mi (noodle soup) dengan sayuran dan irisan daging. Vietnamesse Pho biasanya menggunakan pork (daging babi). Di restoran halal, aku pernah mencicipi pho sea food dengan harga 150.000VND atau sekitar Rp75.000. Dengan harga itu, aku mendapat semangkok besar pho dan lebih dari cukup untuk dimakan 2 orang.

Seafood Pho Vietnam
Pho Seafood halal di Ho Chi Minh City

Banh Mi Vietnam
Banh Mi Halal di Ho Chi Minh City

Sedangkan banh mi adalah makanan sejenis hotdog yang banyak dijual di jalanan (street food). Dibuat dengan roti panjang yang dibelah di bagian tengah, diisi dengan pork dan berbagai sayuran seperti selada, tomat dan mentimun. Di sekitaran Ben Tanh Market dimana terdapat banyak restoran halal ada penjual banh mi halal dengan harga 20.000VND atau sekitar Rp10.000. Daging pork diganti dengan ayam suwir atau telur. Kita juga bisa minta ditambah telur dan keju. Rasanya enak, apalagi ditambah saus pedas.

Waspada Copet!

Sebaiknya beli asuransi perjalanan sebelum traveling ke Ho Chi Minh City karena di sana ternyata banyak copet juga. Selalu hati-hati dengan barang berharga ketika berada di tempat umum. Jangan meletakkan handphone sembarangan, atau kamu akan merasakan sakitnya kehilangan handphone seperti aku.

Copet Vietnam

Ceritanya, suatu malam aku dan teman-teman sedang menikmati suasana taman kota Ho Chi Minh City. Kami duduk di sebuah bangku dan berpose di depan kamera yang disetting timer menggunakan tripod. Saat berpose, aku meletakkan hape tepat di bangku, tepat di sebelahku. Dan tiba-tiba…seorang perempuan dengan cepat menyambar hape ku dan lari.

Bayangan pencopet itu terekam dalam foto di atas, ia datang dari arah kanan kami (sebelah kiri jika di dalam foto). Ia mengambil hp lalu lari ke arah belakang. Aku sempat mengejar, tetapi kehilangan jejak. Lalu aku melapor ke kantor polisi, dan di sana aku berkenalan dengan seorang cewe cantik dari Germany yang juga sedang mengantri untuk melaporkan kasus pencopetan hape.

Faktanya, jika kita memiliki asuransi perjalanan, pemerintah Vietnam akan mengganti hape kita yang hilang. Kalau tidak, ya wassalam. Seperti aku. Catet!

Kisah ini pernah aku tulis juga di blog ini dengan judul Bad Day in Ho Chi Minh City.

*****

Foto-foto oleh Ayub.

17 thoughts on “Fakta Menarik Tentang Ho Chi Minh City, Vietnam

  1. Hallo. Bagi teman2 yang mau tour ( jalan2) di ho chi minh city serta belanja barang2 bagus dan agak lebih murah dari indonesia. Silahakan hubungi saya ya.
    Kita melayani tour dan shipping utk kamu yang mau post barang ke Indonesia.
    WA: +841267673624
    Terimakasih.
    Sampai bertemu di Ho chi minh city

  2. Hi Nurul, salam kenal. Aku rencana Januari nanti ke Saigon. banyak cerita ngga enak yah disana, jadi rada khawatir juga. kalau beli asuransi itu klaimnya kamu tau ngga kalo *amitamit* sampe kejadian? Soalnya seringkali asuransi gampang belinya tapi pas klaim susahnya minta ampun…

  3. Saat ini saya ada di ho chi minh city nih guys, sampai tgl 13 oktober rencananya…..saya dih jalan dgn cara sendiri…hari kedua sewa mobil seharian utk keliling….hari ketiga dan keempat beli paket tour untuk 2 hari….kalau ada saran2…kabari ya guys….termasuk untuk mengantisipasi kejahatan kriminal di HCMC…bisa di WA aja ke 08123511022….ditunggu ya….syukur2 ada info dimana ada masjid, dimana beli halal food….dsb

    1. Info yang saya tulis di atas sdh cukup memuat info makanan halal sepertinya, gan. Kalo rmh ibadah jujur saya blm menemukan, krn kebanyakan sholatnya di hotel wkt itu

  4. pengalaman jelek di HCMC, palingan kena scam ama pengemudi cyclo di sana -__-.. kakek2, 2 org, padahal awalnya kita berdua udh kasian bgt ngeliatnya ngayuh sepeda, dan udh niat mw nambahin duitnya… tau2nya pas turun, tagihan yg diminta udh beda ama yg pertama kita tawar.. kampret bgt itu… aku sumpahin tuh 2 kakek2 seret rezeki… sebel bgt…

    1. Hehe.. Emg nyebelin sih kalo soal ongkos yg suka minta tambah diluar kesepakatan. Di vietnam sih aku ngga ngalamin, tp di Bangkok iya.

  5. Bulan Oktober besok rencananya aku mau ke Ho Chi Minh City nih. Makasih tambahan infonya tentang copet, kak. Nanti lebih hati-hati deh, hehe.

    Sebagai pecinta jelajah kota, hal yang menarik bagiku memang bangunan-bangunan tua peninggalan kolonial Perancis yang terawat dan taman-taman kotanya yang bersih. Terus, Ho Chi Minh City dilalui oleh sungai yang besar dan bersih. Aku suka lansekap seperti itu, saat air, kayu, dan peradaban berpadu dalam satu bumi 🙂

Leave a Reply to Mas fero Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.