Jawa Barat, Traveling

Escape to Bandung part.3 Ada Rindu Menyerbu

Bandung macet! Abyan rewel minta minum. Aku pusing. Daffa’ kalem, sesekali ia ikut menenangkan Abyan.

“Sabar Kakak, nanti juga ibu beli minum kalo udah ada yang jualan”

Aku menyesal tidak membeli air mineral di terminal Lewi Panjang, sebelum naik angkutan umum (elf) ke Jatinangor. Hampir satu jam, sejak naik mobil elf dari lampu merah Lewi Panjang, angkutan umum yang aku tumpangi ini belum juga masuk tol. Sabar Noe, sabaarrr…

“Dodol Dodol! Mochi mochi! Dodol mochi dodol mochi!”

Seorang padagang tiba-tiba ‘hinggap’ di pintu elf. Menawarkan dagangannya kepada penumpang. “Persiapan buka”, katanya. Ekor mataku kemudian melirik pada Abyan. ia tergida rupanya dengan sebungkus mochi yang ditawarkan pedagang itu. Kubelikan sebungkus, dodol juga. Lalu hening. Semoga para penumpang maklum. Abyan memang belum bisa menahan lapar dan haus.

“Ibu…, minuuumm… hiks hiks”

Suara rewel itu lagi. Mochi sudah habis. Abyan kehausan lagi. Elf masih berjalan dengan kecepatan yang tidak lebih baik dari siput. Untungnya, tak lama kemudian, di pintu elf hinggap lagi seorang pedagang asongan. Alhamdulillah, akhirnya ada yang jual air mineral juga.

Akhirnya, lama-kelamaan mobil elf pun memasuki jalan tol. Aku was-was. Takut kebablasan. Menurut Indra, tidak lama setelah keluar dari pintu tol, aku harus turun.

Disebelahku, duduk seorang gadis cantik. Rambutnya hitam, lurus sebahu. Aku dan dia punya kesamaan. Sama-sama sibuk dengan gadget. 😀 Aku fikir, bukan ide buruk jika aku tanya padanya soal dimana aku harus turun.

Yes! Aku yakin ini bukan kebetulan. Ada campur tangan Allah. Mojang Bandung ini ternyata juga akan turun di pom bensin Al Maksum.

Perkenalan singkat dalam mobil elf. Namanya Intan. Hobinya traveling. kami lalu bertukar nomor handphone. Saling berjanji bahwa kami akan tetap keep contact. Menjalin persahabatan. Ini yang aku sebut Network Of Excellence. Aku senang punya banyak teman. Dengan Backpacking, kesempatan memperbanyak teman itu terbuka lebar. Apalagi jika aku bersama Daffa’ & Abyan. Bukankah anak-anak selalu menarik perhatian? Tingkah Daffa’ & Abyan yang lucu, memancing orang yang melihatnya untuk tersenyum. Jika sudah demikian, biasanya orang itu akan saling sapa denganku. Ini salah satu bagian yang aku suka dari Banckpacking With Children.

*****

Setelah turun dari mobil elf yang ongkosnya Rp10.000,- per orang. Indra menemuiku di pom bensin Al Maksum. Kami berjalan sebentar menuju rumah Indra. Sudah jam setengah 6 sore. Sebentar lagi buka. Kami lalu keluar rumah lagi, menuju JATOS (Jatinangor Town Square). Pas adzan magrib, kami sudah berada di foodcourt di Jatos.

Aku memesan nasi ayam bumbu bali dan nasi goreng sosis untuk makan aku, Daffa’ & Abyan. Sementara Indra, memesan nasi ayam goreng sambal ijo. Disini, kami makan bersama. Menemani Indra buka puasa.

Selesai makan, aku tak ingin buru-buru pulang. Aku meminta Indra mengantarku ke tempat yang suasananya enak untuk nongkrong. Tadi, aku sengaja makan sedikit karena aku masih ingin jajan. Indra lalu mengajakku ke Angkringan.

Ha? Angkringan! Bukannya itu di Jogja ya?

Kata Indra, anak-anak muda disini memang menyebut tempat ini dengan nama angkringan. Pasalnya, di jalan Jatinangor ini ada warung tenda yang menjual jajanan khas Jogja. Sambil makan jajanan, kita bisa menggelar tikar di trotoar jalan, dan menikmati suasana di bawah lampu temaram, dibelai angin semilir. Aku tertarik.

Dari Jatos, untuk sampai ke Angkringan, harus naik angkot 2 kali. Setelah tiba di jalan jatinangor, aku melihat hanya ada 2 warung tenda. Yang satu menjual roti bakar, dan satunya lagi berjualan sego kucing, aneka gorengan dan bandreks. Angkringan ini letaknya persis di depan kampus Universitas Padjajaran.

Aku memesan bandreks susu dan membeli beberapa gorengan dalam piring. Aku bawa agak menjauh dari warung tenda ini. Aku ingin menyepi. Di dekat warung tenda itu sudah ramai dengan muda mudi yang sedang bermalam mingguan. Daffa’ & Abyan berbaring di atas tikar. Indra asik dengan bandreks susu dan bakwan. Aku? Aku merindukan seseorang. Perasaan itu menyergap. Memeluk erat hati. Menggerakkan jemariku. Menari di atas qwerty blackberry.

I wish you were here
send

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.