Traveling

Drama di Balik Tiket Liburan ke Belitung

Ojrahar agak nggak setuju waktu dia tahu aku beli tiket ke Belitung tanpa bilang dulu. Padahal, dia biasanya nggak pernah ada masalah pas aku beli tiket ke mana dan kapan saja. Memang sih, bisa dibilang ini perjalanan pertama kami setelah sekian lama nggak traveling jauh naik pesawat. Terakhir, kami liburan ke Surabaya pada akhir 2015. Nah, aku kali ini memilih Belitung karena lagi ingin menikmati suasana pantai.

Sayangnya, kondisi dulu dan sekarang sudah berbeda. Dulu waktu ke Surabaya, Abang Ranu masih bebe (bayi) berumur dua bulan. Pastinya, masih banyak waktu tidurnya. Jadi, sementara bebe tidur, kami punya banyak waktu untuk mempersiapkan segala hal sebelum berangkat traveling bersama bayi, seperti packing dan lain-lain. Tapi, sekarang?

Umur Abang Ranu sudah hampir dua tahun. Tingkah lakunya sudah semakin banyak, malahan lebih banyak melek dan main dibanding tidur. Hal ini menjadi tantangan tersendiri buat kami yang terbiasa melakukan last minute packing sebelum pergi. Alhasil, dari beberapa perjalanan kami belakangan ini, jadwal berangkatnya selalu nggak on time. Pasti deh, molor berjam-jam.

Untung aja kebanyakan perjalanan itu cuma urusan mudik dari Serang ke Bekasi, yang mana bus jurusan Merak-Bekasi selalu ada 24 jam. Nggak cocok banget kalau pola β€˜jam karet’ kayak begitu masih dipertahankan dan terjadi di saat kami harus pergi naik pesawat. Nggak boleh telat, kan? Ya, kecuali kalau kami tajir banget. Kalau ketinggalan pesawat, tinggal beli lagi aja di counter layanan tiket yang ada di bandara. Hehe. :p

Oh ya, alasan Ojrahar kurang setuju dengan tiket yang aku beli adalah karena jam keberangkatannya terlalu pagi, padahal jam 11 siang, lho. Ternyata, aku lupa memperhitungkan jarak antara Serang ke bandara yang cukup banyak menghabiskan waktu. Biasanya, aku harus sudah naik bus dari Serang ke bandara maksimal 4 jam sebelum check-in, karena butuh 2 jam perjalanan dengan bus Damri dari Serang ke bandara.

Nah, kalau jam keberangkatan pesawat jam 11 siang, berarti aku harus sudah berangkat dari Serang jam 7 pagi! Kalau berangkat jam 7 pagi dari pangkalan bus Damri, berarti aku harus berangkat dari rumah jam 6 pagi. Walah, aku harus bangun jam berapa untuk siap-siap dulu, ya? Sebelum subuh?

Kalau nggak bawa balita sih, aku fine aja. Malah, aku dulu sering mengambil flight paling pagi yang mengharuskan aku berangkat jam 3 dini hari dari Serang. Tapi, kalau perginya bawa balita, kayaknya aku BIG NO, deh!

Jadi, demi kebaikan bersama ((KEBAIKAN)), aku memundurkan jadwal berangkat kami ke Belitung. Untungnya ya, aku pesen tiketnya lewat Traveloka, jadi bisa pakai layanan Easy Reschedule lewat mobile app. Duh, nggak terbayang kalau aku harus proses reschedule lewat call center maskapai , atau parahnya kalau harus datang langsung ke kantor maskapainya. Repot, kan? Butuh waktu dan biaya extra, tuh!

Sementara kalau ubah jadwal lewat Easy Reschedule, prosesnya semudah klak-klik atau sentuh-sentuh layar handpone dan semua beres. Nah, hal ini sama seperti proses reschedule yang kemarin aku lakukan. Boleh lho, diliat di videoku yang ini. Singkat kok, cuma 1 menit.

Gimana? Gampang banget, kan? Kalau penjelasan di videoku belum jelas, bisa langsung cus cek langkah-langkah menggunakan Easy Reschedule di https://www.traveloka.com/reschedule saja.

Pengalamanku kemarin,Β nggak sampai semenit E-tiket yang baru di-reschedule sudah terbit. Aku mendapat notifikasi lewat SMS dan email kalau tiket baruku sudah ada. Menyenangkan sekali! Iya, dibanding ngabisin pulsa untuk telepon call center tapi yang jawab mesin, terus masih harus nunggu diproses oleh customer service, mending langsung pake Easy Reschedule.

Biayanya juga terhitung murah menurutku. Aku hanya perlu bayar biaya administrasi dan tambahan biaya lain sesuai kebijakan maskapai penerbangan. Pas reschedule tiketku, Traveloka hanya mengenakan biaya administrasi sebesar Rp15.000 per tiket yang ingin diubah di Easy Reschedule.

Oh ya, aku kena biaya administrasi sebesar Rp15.000 karena mengubah jadwal dengan rute domestik. Seingatku, kalau reschedule rute internasional, biaya administrasinya Rp50.000.

Nah, kebetulan tiket yang aku beli kemarin adalah Sriwijaya. Kebijakan dari maskapai ini adalah Sriwijaya akan memberikan refund sebesar 50% untuk tiket lama dan akan menjadi pengurang harga tiket baru yang kita beli. Beda kebijakan dengan maskapai yang biasa aku pakai, AirAsia. Kalau AirAsia akan memberikan refund 100% dari harga tiket lama untuk mengurangi harga tiket baru yang diambil saat reschedule. Silakan baca juga pengalaman refund dan reschedule tiket AirAsia yang udah aku tulis lengkap dengan info biaya-biayanya.

Nah, sedangkan rincian harga yang harus aku bayar karena reschedule tiket Sriwijaya ke Belitung kemarin bisa dilihat di billing ini:

Yups! Begitulah cerita rencana liburan ke Belitung yang tiketnya harus diotak-atik hanya karena alasan sepele. Haha. Nggak ada alasan yang lebih kece, ya? Orang lain terpaksa ubah jadwal penerbangan karena nggak disetujui cuti atau apa gitu, nah, aku cuma karena nggak sanggup repot siap-siap di pagi buta.

Ya, untung saja ada penyelamat Easy Reschedule. Kalau nggak ada, belum terbayang bagaimana nasib ubah jadwal tiket ke Belitung aku dan keluarga. Liburan ke Belitung kemarin jadi terasa lega banget!

Kalian punya pengalaman reschedule tiket juga? Coba sharing sini!

52 thoughts on “Drama di Balik Tiket Liburan ke Belitung

  1. Berarti setengah harga tiket kita yg lama hilang dong? Sama aja dong kalau gitu bayarnya lebih mahal walaupun harga tiket yg mau ditukar lebih murah ????????????

  2. Emang penerbangan Pagi itu suka bikin capek. Alhamdulilah anakku gak begitu rewel kalo penerbangan paling pagi. Klao ke Semarang pasti fligh pertama pukul 05.00 pagi. hahaha

  3. waaahh, easy reschedule begini nih enak buat orang yang apa-apa serba spontan macam aku dan suami. Bisa pesen tiket jauh-jauh hari buat dapat promo. Kalau ternyata menjelang hari H ga bisa karena sesuatu hal kan tinggal pakai easy reschedule yaa

  4. Hoo aku pernah refund pakai Traveloka. Gampang banget langsung dari aplikasi di HP. Bisa pilih mana penumpang yang mau refund, mana yang tetep berangkat

  5. Ini fitur baru Traveloka ya? Soalnya dulu masih harus ke maskapai juga. Syukurlah kalau sekarang ada fitur seperti ini. Kemarin aku reschedule tiket suami ya harus ke kantor Batik Air krn belinya di portal lain. Btw, tulis lengkap dong ttg perjalanan ke Belitungnya. Kami ada rencana sekitar 3 bulan lagi tapi baru cek2 tiket kok belum oke harganya kalau dari Jogja, malah lebih murah ke KL atau Spore wkwkwkk…. Mungkin akunya aja yg blm bisa lihat alternatif.

    1. Iya mba, fitur baru kayak yang di iklan TV itu. Haha. Aku brgkt ke Belitung akhir pekan ini. Tunggu ceritaku yaa :*

  6. Nasib jauh dari bandara ya mba Noe, aku puuun.. Pernah flight pagi ya ampun aku sampe gak tidur takut telat ahahaha.. Untung bisa reschedule gini ya jadi memudahkan.. πŸ˜€ Inget iklannya yg gak dibolehin cuti sama bosnya itu kaan.. haha

  7. Jadi aku pernah salah beli tiket pulang sejam sebelum berangkat balik ???? Nah klo pakai aplikasi ini bisaaa nih ya tanpa lelepon duluuuu
    Ranu ku kiran udah dua tahun hihii….sehat terus yaa maknoe

    1. Hahah. Kok bisaaa, belinya terpisah ya itu pasti, sampe salahnya sejam sblm brgkt. Brgkt aja blm, udh suru plg dong. Haha

  8. Belum pernah reschedule tiket yg memang krn keinginanku :D. Biasanya krn maskapainya sendiri yg trpaksa mengubah jdwal mba :p. Tp ini jd good sharing bgt, kali2 aja nanti aku trpaksa hra mereschedule jdwal traveling πŸ™‚

    1. Aku pernah minta ganti jadwal krn oleh maskapai tiketku direschedule ke waktu yg gk tepat. Waktu itu msh lwt email prosesnya, dan sempet telpon2 juga biar cepet direspon. Hahah

  9. Waaahh makasih infonya mbak. Hihihi kebayang mbak kalau bawa balita, aku jg sering gtu, moloran krn kudu nyiapin printilan atau kalau gak nungguin anak2 bangun or makan.
    Tengkyu infonya jd tahu kalau pesan tiket via Traveloka bisa reschedule πŸ˜€
    Nanti aku baca2 webnya TFS

  10. Belum pernah reschedule pake Traveloka.

    Duluuu…
    Pernah cancel karena keadaan Bapak gak memungkinkan untuk berlama-lama di rumah aku.

    Alhamdulillah…
    Bisa.

    Dan iya kena charge lumayan banget.
    Hilang 25% dari biaya pesawat.

    Mahaalll..

    Dengan traveloka, semua jadi mudah dan murah.

    1. 25% msh terbilang kecil ituuu, ada kan maskapai yg gk bs refund sama skali klo alasannya gk syar’i bnget. ((Syar’i)) πŸ˜†

  11. perjalanan ke bandara aja udah perlu perjuangan begitu ya..
    kebayang ribetnya… kalau serba buru2…
    untung ya ada car reschedule oinline.., makin berani deh beli tiket jauh2 hari….kalau nggak dapat ijin cuti kan bisa diatur2 lagi

  12. Makin gampang ya Noe bagi yg gemar bepergian dg fasilitas reschedule ini. Ya kan namanya halangan kita ga tau juga ya kapan datangnya. Pas harus ubah jadwal tiket tinggal pake fasilitas ini aja. Keren deh Traveloka.

  13. Waaaa…Babang Ranu mau ke Negeri Laskar Pelangi <3

    Emang pe-er banget sih yak kalo jarak dari rumah ke bandara itu nanggug. Jauh nggak, deket juga nggak. Dulu aku ke Belitung kalo ndak salah flight jam 9 pagi. Jomblo mah fleksibel, jalan kapan aja jadi! Hahaha

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.