Dan Terjadi Lagi…

Di Phnom Penh nanti ngonep disini :D
😉 Di Phnom Penh nanti nginep disini 😀

Masih berhubungan dengan posting sebelum ini, rencana pergi Vietnam dengan mampir-mampir itu. Setelah done dengan semua tiket-tiket pesawat, browsing dan tanya sana sini untuk cari info apapun yang dibutuhkan untuk membuat itinerary. Dan setelah mendapat gambaran detil rute perjalanan yang saya buat sendiri, saya merasa perlu menginap satu malam di kota Phnom Penh, di Cambodia.

Saking semangatnya saya, saya kemudian mengintip situs penyedia layanan hotel yang masih bersaudara dengan Air Asia, yaitu AirAsiaGo.com

Ternyata sedang ada sale discount besar-besaran juga untuk hotel-hotel di berbagai kota dan negara. Saya lalu melakukan pemesanan 2 kamar  Standart Double Room di Phnom Penh City Hotel. Hotel bintang 2 dengan harga yang sesuai dengan kantong.

Perburuan tiket murah adalah pengalaman yang menegangkan. At least buat saya pribadi. Sudah beberapa kali setiap ada promo tiket pesawat saya langsung galau. Ngintip harga tiket, rute kemana saja? Lalu langsung ngiler seketika beli tiketnya.

Trus, tegang di bagian mananya? Tiket murah meriah itu paling banyak diburu, terutama oleh para penganut traveling dengan budget minim. Udah pasti tuh kalo masanya promo, pasti balap-balapan dapetin tiket promo untuk seat yang terbatas. Masuk ke web untuk beli tiket online aja susah karena traffic. Kalau sudah masuk tapi kelamaan ngubek-ngubek isi web juga lama-lama di depak masuk waiting room lagi. Huhft 🙁

Oke, sekarang ceritanya mau jujur buka aib nih. Saya biasanya beli tiket online pas jam kerja di kantor. Mungkin karena saya sudah terbiasa multi tasking. Kadang sambil pesen tiket, sambil online di telepon soal kerjaan, sambil chat BBM sama travelmates, sambil browsing atau juga chat di facebook dengan para backpacker untuk menggali info tentang tempat yang bakal saya datangi dengan tiket promo yang dibeli.

Tentu saja situasi seperti itu bikin otak jadi panas, crowded dan overload. Akibatnya ketelitian jadi berkurang. Terbukti pada bulan Desember 2012 lalu, saya yang dimintai tolong oleh teman untuk membelikan tiket rute Kuala Lumpur – Palembang, melakukan kesalahan saat input tanggal. Masa tanggal pulang sama dengan tanggal berangkatnya. Lah,  berarti nanti baru juga sampe di tempat tujuan, sudah harus pulang lagi dong. Ampuunn… Bodohnya, saya baru sadar kalau tanggalnya itu salah setelah pembayaran selesai dilakukan.

Dan terjadi lagi. Selesai memesan dan membayar hotel di Phnom Penh City Hotel, saya cek email konfirmasi dari Air Asia Go. Salah tanggal lagi kaan. Seharusnya untuk 3-4 April 2014, ini malah booking tanggal 3-5 Mei 2015. Keledai, yes! Cuma keledai yang bisa jatuh di lubang yang sama, dua kali loh! Hiks.. Lah padahal saat proses booking saya merasa sudah cek berulang kali. Yah, sudah kejadian, mau gimana lagi?

Parahnya lagi, semua transaksi pemesanan hotel melalui Air Asia Go, tidak dapat dibatalkan, di pindah tangankan, reschedule atau di refund. Tidak seperti tiket pesawat Air Asia yang salah tanggal itu bisa di reschedule dengan membayar biaya administrasi. *Nangis Darah*

Tapi, nggak ada salahnya sih dicoba. Saya lalu menghubungi call center toll free Air Asia Go di nomor 007 803 011 0469.

“Hello, blab bla bla*** may I help you”. Suara itu menjawab dari Malaysia rupanya, setelah sekitar 10 menit disuruh nunggu sama mesin penjawab. Padahal tadi undah pilih bahasa Indonesia, eeh si customer service bilang Cuma bisa bahasa inggris. Baiklah, mari belajar speaking dan listening English bersama mbak mbak berlogat india di seberang sana.

Setelah saya ceritakan bagaimana masalah saya soal salah tanggal itu, si mbaknya membacakan ulang syarat dan ketentuan seperti yang saya terima di email, bahwa;

“Semua pembelian di AirAsiaGo.com bersifat FINAL dan tidak dapat diubah, dibatalkan, dikembalikan uangnya, ditukarkan, atau dipindahkan ke orang lain. Biaya perubahan tidak berlaku.”

Tambah ruwet perasaan saya setelah mengetahui ini. Lalu si mbaknya bertanya lagi, apa alasan saya meminta merubah tanggal pemesanan kamar hotel tersebut. Setelah saya jelaskan bahwa saya seharusnya memesan hotel sesuai dengan tiket pesawat yang saya punya, yaitu tanggal 3-4 April 2014, bukan 3-4 Mei 2013. Akhirnya saya disarankan untuk melakukan pemesanan ulang dengan tanggal yang saya kehendaki, baru si mbaknya akan membantu proses pembatalan pemesanan hotel yang salah tanggal tersebut. Yes, akhirnya si mbaknya memberi saya solusi. 🙂

Kejadian ini memberi pelajaran buat saya, boleh saja multi tasking, tapi tetap harus teliti (sebelum membeli). 😀 hihihi

hotel salah tanggal
Ini detil booking hotel yang salah, sudah di batalkan

Leave a Reply