Daffa’ dan Kaos Hitamnya Saat Traveling ke Surabaya

produk siswa smk itaco

Saat traveling biasanya aku memilihkan baju-baju berwarna cerah dan mencolok untuk anak-anak, seperti merah, oranye, atau hijau muda. Alasannya supaya lebih colorful saat difoto, dan menggambarkan keceriaan anak-anak.

Tetapi awal bulan November kemarin, sehari sebelum kami capsus famtrip ke Surabaya, Daffa’ minta memilih sendiri baju yang akan dipakainya. Salah satu baju pilihannya adalah kaos warna hitam.

Dia suka sekali kaos ini karena ada gambar bintangnya. Agar tetap mendapat nuansa ceria, aku menyarankan Daffa’ untuk memakai celana warna cerah.

kaos i am a star
Daffa’ di ujung tangga masuk ke Monumen Kapal Selam
kids traveler
Daffa’ & Abyan, entah sedang main apa di dekat Monumen Kapal Selam

Kaos ini buatan Siswa Wirausaha SMK ITACO Bekasi. Sekitar pertengahan tahun 2014, para siswa SMK ITACO memproduksi kaos anak dengan design yang lucu & cool. Namun sepertinya sekarang kaos yang diberi merek PUMPKIDS ini tidak diproduksi lagi. Sekarang mereka hanya penerima pesanan jasa sablon saja.

Mungkin mereka tidak memproduksi kaos lagi karena akhir-akhir ini sedang giat membuat produk baru berupa pouch yang bisa dijadikan tas kosmetik, sling bag, tote bag, serta dompet clutch. Foto-foto produknya bisa dilihat laman Facebook Fanspage-nya. Produknya lucu-lucu. Design-nya cantik. Aku sempat memesan beberapa pouch untuk hadiah mini giveaway #SepatuBabyRanu di blog duniamaska.com beberapa waktu lalu.

Aku jadi salut dengan para Siswa Wirausaha SMK ITACO. Keterbatasan ekonomi tidak membuat mereka putus asa. Dengan bimbingan para guru yang mengantarkan mereka menjadi wirausahawan, mereka berhasil menggali sisi kreatif, sehingga menghasilkan produk bernilai jual.

Beberapa motif pouch buatan Siswa Wirausaha SMK ITACO
Beberapa motif pouch buatan Siswa Wirausaha SMK ITACO

Teman-teman, yuk ikut mendukung Siswa Wirausaha dengan membeli produk-produknya. Dengan membeli produknya, berarti kita turut membantu biaya pendidikan siswa pra sejahtera. Karena memang siswa-siswi SMK ITACO berasal dari keluarga yang awalnya memandang “melanjutkan sekolah ke jenjang SLTA” adalah sesuatu yang tidak mungkin karena mahalnya biaya pendidikan.

Tentang SMK ITACO

Adalah sahabat saya yang akrab dipanggil dengan nama Suzie Icus. Ia mendirikan SMK ITACO pada tahun 2012 setelah keresahannya melihat banyak anak-anak yang putus sekolah selepas SMP di sekitar tempat tinggalnya.

Kemudian, dengan berbekal keberanian dan niat yang tulus, Suzie mendirikan sekolah berbasis IT. Ia mengumpulkan anak-anak yang putus sekolah untuk melanjutkan sekolah di SMK yang ia beri nama SMK ITACO. Dan dengan menggunakan uang tabungan yang ia miliki, ia membeli mesin digital printing dan mendidik siswa-siswi untuk berwirausaha, dengan membuka jasa pembuatan mug, pin, dan sablon kaos.

Harapannya, sekolah dan usaha yang ia rintis bisa memberi solusi bagi siswa-siswi binaannya, untuk tetap bisa melanjutkan pendidikan, sekaligus mampu mandiri dengan menjadi wirausahawan.

Saat ini, aku ikut bahagia jika mendengar cerita dari Suzie Icus, tentang beberapa anak didiknya yang sudah lulus sekolah. Mereka mulai meraih sukses dalam berwirausaha, serta berhasil memperoleh pekerjaan karena keterampilan yang mereka miliki. Padahal, jika ingat bagaimana kisah Suzie Icus saat awal mendirikan SMK ITACO, epic sekali. Terutama saat Suzie Icus harus masuk ke kampung-kampung, membujuk dan meyakinkan anak-anak serta orang tuanya untuk melanjutkan sekolah, tanpa perlu memikirlan biaya.

Ya, karena Suzie Icus adalah pribadi yang optomis, yang percaya…bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali mereka mau berusaha untuk mengubahnya. Sukses buatmu & anak-anak didikmu, ya, Suzie Icus!

Kontak Siswa Wirausaha
Twitter : @siswawirausaha
Fanpage FB : siswa wirausaha
Web : www.siswawirausaha.com atau www.smkitaco.wordpress.com
Phone/ WA: 089613318215
PIN BBM : 5832F6B9

20 thoughts on “Daffa’ dan Kaos Hitamnya Saat Traveling ke Surabaya”

  1. salut buat mbak Suzie Icus…semoga tambah sukses dan menginspirasi banyak masyarakat Indonesia untuk melakukan sesuatu yang mulia tanpa pamrih… 🙂

    * salam buat mbak Suzie ya mbak Noe…

  2. Suka kagum dan salut sama orang2 seperti Susi, terus ngerasa “duh gue sudah ngelakuin apa ya buat orang lain? Ngurusin masyarakat kalangan marjinal butuh effort yang luar biasa. Hebat euy… tabik.

Leave a Reply