Tips Blogging

Contoh Paragraf Pembuka Untuk Catatan Perjalanan

menulis

Menulis paragraf pembuka yang menarik dalam sebuah catatan perjalanan, adalah hal yang sangat penting dalam sebuah tulisan. Tujuannya untuk mengundang rasa penasaran pembaca, sehingga mau terus membaca dari awal sampai akhir tulisan. Ini tentu merupakan tantangan besar buatku sebagai blogger yang predikat “writer wannabe”-nya ngga ilang-ilang. Haha…

Selama ini tulisanku asal banget. Dan agaknya tulisanku itu lebih ke arah ‘njelehi’ dibanding yang mbikin penasaran. Tau kan apa artinya njelehi? Njelehi itu mbikin eneg sampai kepingin munt*ah. Jadi aku sarankan, sedia permen atau segelas jus buah atau apa aja yang seger-seger, sebelum mbaca tulisanku. Hehe 😀 Eh, ini kenapa aku jadi ngga pede-an dan ngenyek diri sendiri terus sih. *istighfar* Lanjut yuk! 

Menyambung tulisan materi & tips travel writing a la Agustinus Wibowo, kemarin sempat disinggung bahwa tulisan traveling harus disesuaikan dengan jenis tulisannya. Apakah jenis panduan wisata, atau catatan perjalanan?

Jika jenis tulisannya adalah panduan wisata (travel guide) maka paragraf pembukanya harus to the point dan informatif. Berbeda dengan catatan perjalanan yang memuat sebuah kisah dari pelaku perjalanan itu. Kalau kata Teguh Sudarisman dalam materi travel writingnya;

Beri sentuhan personal dalam tulisanmu, jangan membuat tulisan seperti Wikipedia!

Kali ini aku mau coba share contoh paragraf pembuka yang menarik dari Agustinus Wibowo. Tulisan tersebut menggunakan banyak metafora untuk mendeskripsikan keindahan sebuah tempat. Setiap perumpamaan yang digunakan, mengundang imajinasi pembaca untuk membayangkan, sehingga membawa pembaca seolah berada di tempat tersebut.

Berikut ini contoh paragraf pembuka yang menarik dari Agustinus Wibowo;

Laut jernih dengan langit biru bagai atap dan lantai yang tak terpisahkan. Belum lagi hijau pepohonan mempercantik pemandangan. Inilah Pulau Moyo, keindahannya bagai surga di utara Sumbawa.

Koral warna-warni menghambur bak taman surga. Ribuan ragam ikan perparade di depan mata. Arakan jutaan tuna bagaikan tornado raksasa yang menjulang dari dasar laut pekat. Biru dan bening yang tanpa batas ini membuat saya tercekat. Apakah ini rasanya berada dalam kandungan ibu?

Atau, contoh paragraf pembuka dari catatan perjalanan milik Teguh Sudarisman ini;

Batu dan pasir yang kami injak akan segera memanas, dan kami harus segera turun kalau tidak ingin kaki kami melepuh…

Ini memang akan menjadi perjalanan yang tidak biasa: menuju puncak salah satu gunung paling berbahaya di dunia, Krakatau. Oleh karena itu, ketika saya mengutarakan keinginan untuk ikut trip ke Krakatau, istri saya langsung mendelik. “Apa kamu gila? Kamu pikir aku lupa sama tayangan Super Volcanoes di National Geographic, ya? Lagi pula, kamu ‘kan bukan pendaki gunung!?”

Satu lagi, contoh paragraf pembuka dari catatan perjalanan milik Gol A Gong;

Di restoran bandara New Delhi, 3 Maret 1992, pukul 02.00

Kami tak peduli orang-orang Sikh dan India lainnya yang memandang dengan asing. Tak lazim memang yang kami lakukan tadi. Pelan-pelan kami menuju pintu masuk bandara.

Bagaimana? Setelah membaca beberapa contoh paragraf pembuka di atas, apakah penasaran ingin tahu apa kelanjutan ceritanya?

Setiap menulis catatan perjalanan, terutama untuk cerita di kategori special story seperti saat backpacking dengan anak atau suami, aku mencoba membuat paragraf pembuka yang menarik. Namun sepertinya gagal. Haha 😀

Tidak seperti ketiga contoh paragraf di atas. Setiap kata dalam kalimatnya benar-benar mengundang rasa penasaran. Menggambarkan keindahan, atau sebuah peristiwa yang mendebarkan. Bukan sekedar kalimat yang menceritakan keindahan dengan cara; “pantai itu indah”, atau “pemandangan dari atas gunung itu sangat menawan”.

Hmm… ini artinya aku masih harus banyak belajar. Yuk ah, semangat!

21 thoughts on “Contoh Paragraf Pembuka Untuk Catatan Perjalanan

  1. huhhh,, memang tidak mudah ya membuat paragraf pertama yang harus menarik agar pembaca baca terus sampai akhir, makasih loh, udah ngasih inspirasi 🙂

  2. baik banget Noe mau bagi tips di sini…
    aku model yg nulis to the point deh.., belum bisa buat kalimat seperti contoh di atas walau udah nyoba berkali2

  3. Entah bagaimana caranya membuat paragraf pembukaan yg bikin penasaran. Terbiasa dari baris pertama sdh buka-bukaan aja bawaannya. Padahal aku alim orangnya hahaha

  4. Paragraf pertama itu.memang jd masalah besar banget buat aku juga. Mikirnya bisa sejam dewe. Pun itu hasilnya jauh dari xontoh2 diatas hahahha……
    Yuk.mari kita terus belajar

  5. Sepertinya membuat kalimat yang “berbunga-bunga” udah lama kutinggalkan sejak aku ngeblog, Noe hahaha. Makasih sontekannya. Aku pengin ngikutin jejak Noe aja traveling ke sana kemari. Noe dengan gaya yang sederhana dan membumi. 🙂

  6. Sekian kalinya gagal ikut kelasnya Agustinus Wibowo, dulu pas dia ke Surabaya juga gak bisa hadir huhuhu.

    Memang harus terus belajar dan menulis ya Mbak.

    Membuka cerita memang tidak mudah, apalagi membuka hati :3

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.