Cambodia

City Tour di Phnom Penh

Ketika jalan-jalan di Phnom Penh, biasanya para traveler tidak akan melewatkan dua destinasi wisata sejarah kelam Khmer Merah, yaitu Tuol Sleg dan Killing Field. Tapi kali ini aku melewatkan dua tempat itu karena malas melihat yang seram-seram. Padahal seru juga ya kalau difikir-fikir, kalau nanti bergidik karena liat tumpukan tengkorak atau aura mistis di ruang-ruang penyiksaan, kan tinggal ngumpet di ketek suami. πŸ˜€

Independence Monument

Lalu kemana aja selama seharian di Phnom Penh, sebagai the capital city of Cambodia? Nanti akan aku bahas satu per satu. Sekarang mari kita mengenal lebih dekat kota Phnom Penh ini.

Phnom Penh, Pearl of Asia

Phnom Penh adalah kota terbesar di Cambodia dengan jumlah penduduk sekitar 1 juta jiwa, sementara jumlah seluruh penduduk negara Kamboja sekitar 11,4 juta jiwa. Pearl of Asia adalah julukan untuk kota Phnom Penh, yang pada mulanya sebelum tahun 1960-an memiliki julukan The Charming City.

Backpacking Phnom Penh
Panorama kota Phnom Penh dari rooftop Salita Hotel

Iklim di kota Phnom Penh hampir panas sepanjang tahun, dengan suhu berkisar antara 18-38 derajat celcius. Ketika aku berada disana bulan April lalu, yang kurasakan suhunya mendekati angka 40 derajat celcius. Sooo hot! Jadi, sunblock dan sunglasses adalah dua hal penting yang nggak boleh ketinggalan.

Selain Riil sebagai mata uang lokal Cambodia, Dollar Amerika adalah mata uang kedua yang dapat digunakan di Phnom Penh dan kota-kota lainnya di Cambodia. Semua toko bahkan pedagang kaki lima mau menerima mata uang ini.

Fakta Unik Phnom Penh

Listrik dan air sangat mahal di Phnom Penh. Bisa dibuktikan dengan kotornya penampakan mobil-mobil yang lalu lalang di jalan raya. Debu yang menempel di kaca dan body mobil bisa dijadikan media untuk corat coret dengan ujung jari. Atau jangan heran ketika masuk ke restoran yang terbilang kelas hi-end namun cuma pakai kipas angin. Padahal ruangannya tertutup. Kipas angin ini pun hanya dinyalakan kalau ada pelanggan.

Meski demikian, jangan kuatir akan kekurangan air atau kegerahan saat stay di hotel. Sebaiknya memang pilih hotel untuk menginap supaya tetap bisa menikmati air melimpah dan full AC. Harganya menurutku tidak terlalu mahal. Waktu itu satu kamar standard di Salita Hotel yang fasilitasnya setara bintang 3, harganya cuma sekitar 300 ribu rupiah semalam.

Backpacking Phnom Penh
Suasana pesta/konser musik di Night Market Phnom Penh

Pesta dansa dan musik adalah budaya yang sangat melekat dengan orang-orang Phnom Penh. Atau bisa jadi berlaku untuk seluruh wilayah di negara Cambodia. Hampir semua stasiun TV menyiarkan acara pesta dansa diiringi musik yang warna musiknya mirip dengan musik dangdut jawa.

Pernah dengar musik yang mengiringi lagu Stasiun Balapan milik Didi Kempot? Semacam itulah musik di Phnom Penh yang banyak aku dengar dimana-mana. Di toko-toko souvenir, fashion, atau di pasar, pemilik toko memutar musik keras-keras untuk menarik minat pengunjung. Di lapangan di pasar malam, digelar semacam konser musik dan para penonton ramai-ramai menari di depan panggung.

Backpacking Phnom Penh
Potret anak jalanan di Phnom Penh

Fakta unik lain yang begitu membekas dalam ingatanku adalah Pengemis. Pengemis di Phnom Penh yang kulihat bukanlah sebuah profesi seperri kebanyakan pengemis di Jakarta, atau kota-kota besar lainnya di Indonesia. Pengemis di Phnom Penh penampakannya benar-benar orang-orang yang tidak mampu, dengan rambut gimbal, kulit kusam yang kelihatan tidak pernah tersentuh air berhari-hari atau mungkin berminggu lamanya. Jika tak ingin memberi recehan, sebaiknya kuatkan hati mendengar rengekannya.

Satu lagi yang juga menarik, jika memperhatikan mobil-mobil yang memenuhi jalanan kota Phnom Penh, hampir semuanya jenis mobil mewah yang harganya 500 juta rupiah ke atas jika di Indonesia. Sebut saja Toyota Prius, Toyota Land Cruiser, Toyota Camry, dan Mercy. Sayangnya ya itu tadi, mobil keren tapi kelihatan jarang dicuci, nggak kinclong gitu.

Aku curiga, apakah pemerintah memberikan subsidi untuk pembelian kendaraan? Tidak dipungut pajak barang mewah seperti Indonesia, misalnya? Atau memang mayoritas penduduknya memanv kaya raya? Kok jadi sangat kontras ya dengan banyaknya pengemis di sana?

What to do?

Selain Tuol Sleg dan Killing Field, ada banyak obyek wisata yang bisa dijelajahi di Kota Phnom Penh. Ada Phsar Thom Thmei atau Central Market buat traveler yang suka shopping atau sekedar melihat-lihat kulturnya. Ada Chan Chhaya Pavilion sebagai bagian dari Royal Palace yang cantik. Ada Independence Monument, Silver Pagoda, Wat Phnom, Rusian Market, dan banyak lagi.

Royal Palace & tamannya yang indah
Backpacking Phnom Penh
Wat Phnom
Backpacking Phnom Penh
Museum Nasional

Selama seharian, aku sempat mengunjungi beberapa dari obyek-obyek wisata tersebut. Pagi hari setelah sarapan di hotel, aku bersama suami dan teman-teman menyewa tuk-tuk seharga 5USD per orang, dikali 5 jadi 25USD seharian. Sopir tuk-tuk menawarkan kami mengunjungi 5 objek wisata, dan kami memilih mengunjungi Independence Monument, Wat Phnom, Central Market, Royal Palace, Museum Nasional, dan Rusian Market. Kok jadi 6? Hehe… untung saja sopir tuk-tuknya nggak keberatan.

Yang paling aku sukai dari seluruh tempat yang kami kunjungi di Phnom Penh adalah Royal Palace. Sebuah komplek istana yang cantik dengan bangunan-bangunan istana berarsitektur yang khas dan mewah. Belum lagi taman-taman yang dipenuhi pohon hijau dan bunga warna-warni.

Eat

Sebenarnya tak sulit menemukan makanan halal di Phnom Penh. Hanya saja saat baru tiba di sana aku dan teman-teman sudah malas untuk keliling cari resto halal yang ada di sekitaran Salita Hote Phnom Penh. Aku hanya menyusuri jalan sekitaran Salita Hotel dan mampir di satu demi satu warung tenda dan bertanya, apakah ini halal food? Jawabannya kebanyakan no, no.

Ayam & seafood bakar

Fortunatelly, ada pedagang ayam panggang di perempatan jalan tak jauh dari hotel. Jadilah kami membeli satu ekor ayam panggang dan makan tanpa nasi. Kami juga membeli jus yang harganya 1USD per gelas. Anehnya, jus buah di Phnom Penh ada ingredients tambahannya, yaitu telur bebek. Ada rasa amisnya, dan errr… aku ngga suka.

Backpacking Phnom Penh
Sarapan kue tiaw di Salita Hotel

Hotel yang kami singgahi menyediakan sarapan prasmanan gratis. Menunya sangat variatif, mulai dari roti lengkap dengan panggangan dan aneka selai, jus, kopi dan teh, sampai makanan berat seperti mi, nasi, sup, atau bubur. Buah-buahannya juga banyak, ada pisang, buah naga, nanas, juga semangka. Namun sebelum memilih makan apa, sebaiknya pastikan dulu itu halal atau nggaknya.

Siang hari, di sela city tour kami di Phnom Penh, kami mencari makan siang halal di sekitaran Central Market. Pesta seafood! Seafood di Phnom Penh terbilang murah loh. Kami memesan cumi, udang, dan pepes ikan yang kesemuanya ukuran besar. Lebih dari cukup untuk makan kami yang berlima. Harga? Masing-masing dari kami hanya iuran 4USD per orang. Itu sudah termasuk dengan nasi, dan air minum.

Kuliner Phnom Penh
Pesta seafood di Central Market

Malamnya, sebelum meninggalkan Phnom Penh dan menuju Ho Chi Minh City menggunakan bus, kami makan di restoran Malaysia yang dijamin halal. Menunya cukup banyak juga, ada Roti Cane, Mi Goreng, Nasi Goreng, dan makanan lain khas Malaysia dan Indonesia. Menurut informasi, ada restoran Padang di Phnom Penh, tapi aku tidak sempat mampir.

Sleep

Awalnya, aku memesan hotel dengan pemandangan sungai Mekong yang lokasinya tak jauh dari Night Market. Namanya The River View Hotel. Sayangnya, satu bulan sebelum trip kami terealisasi, aku mendapat email notifikasi bahwa The River View Hotel tidak dapat menampung kami. Entah hotelnya tutup atau kenapa.

Backpacking Phnom Penh
Kamar honeymoon kami di Salita Hotel

Satu hal yang membuatku bahagia adalah pelayanan yang memuaskan dari Air Asia Go. Yap, aku memesan The River View Hotel ini via web portal Air Asia Go. Di dalam email dijelaskan bahwa kami diberi pilihan untuk memilih hotel lain. Ada 3 hotel yang direkomendasikan waktu itu, dan aku memilih Salita Hotel yang review-nya lumayan bagus setelah kubaca-baca di internet.

Mengapa aku memilih hotel bukan hostel yang lebih murah dari sisi harga? Alasannya bukan karena nggak mau susah di tempat murah loh ya. Pertimbangannya waktu itu karena ingin nyaman berduaan sama suami. Ciee… bulan madu!

Shoping

Central Market bisa jadi surga belanja untuk yang gemar shopping. Beraneka souvenir dijual disini. Mulai dari yang paling sederhana seperti gantungan kunci, magnet kulkas, pajangan dan hiasan dinding dari tembaga, dompet, tas, sampai pashmina pun ada.

Backpacking Phnom Penh
Penjual daging panggang di Rusian Market

Di gedung utama di bagian tengah Central Market, adalah pusat penjual perhiasan. Beraneka perhiasan emas, platinum, perak, bahkan pernak pernik dari stainless, dan kuningan dijual di sana. Harganya bisa lebih murah dari harga pasaran di Indonesia, asalkan pintar menawar. Soal bahasa, jangan kuatir. Kebanyakan pedagang bisa bahasa melayu, lho.

Kehabisan dollar untuk belanja di Central Market? Jangan kuatir juga. Banyak penjual perhiasan di Central Market bisa melayani penukaran uang. Semacam money changer lah, tetapi tidak resmi. Harganya kurs-nya juga tidak terlalu berbeda dengan Money changer sungguhan.

Boleh juga jalan-jalan ke Rusian Market, pasar tradisional di tengah kota. Disanaya banyak penjual bunga, makanan/jajajan, buah, dan banyak toko-toko fashion juga.

So, kalau ada tiket murah ke Phnom Penh, coba beli deh. Melihat dunia itu asik, lho! πŸ˜‰

6 thoughts on “City Tour di Phnom Penh

  1. pagi mba mau nanya transpotrasi, apa disana sudah ada mrt, lrt dll nya untuk mempermudah perjalanan saya, contoh seperti di Bangkok or singapore,
    thx ya mba

  2. Mbak saya skrg lgi di cambodia..tepatny di chrey trum
    Rencana mau ke phompenh mbak..kira2 hotel yg termurah disana dan berdekatan dengan central market yg mbak blg itu bs di info kan gk ya mbak….soalnya lg ngirit $ mbak hehehe..2 lg mbak,sewa tuk tukny yg seperti mbak tuh gmn y…thx mbak..maaf sedikit bawel

    1. Haai, maaf baru balas. Akunjawab satu2 ya

      – Kalau mau dorm pasti lebih murah ya, banyak yg harga 100rb. cari di agoda dan teliti jarak ke central market, gitu aja. Kalau mau yang agak nyaman dikit, mengingat di Phnom Penh itu panaaas, jadi pilih yang pakai AC. Banyak kok yang harga 300rb an, bisa berdua. tetap murah kan? plus sarapan loh. kemaren aku di Salita Hotel.

      – Untuk tuk-tuk, hampir smua tuk-tuk pasti menawarkan paket ke 7 objek wisata yg kita pilihbyg ada di katalog dia. Tawar menawar aja, ya. πŸ™‚

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.