All about love

Chasing and Being chased

Saya nggak yakin apa curhatan ini Perahu-Kertas-2ada hubungannya dengan film Perahu Kertas yang baru saja saya tonton beberapa hari lalu. Tapi Cinta emang penuh misteri. Iya, misteri itu abstrak, nggak jelas dan susah ditebak. Kata apa yang bisa dipakai untuk menjelaskan hal yang paling realistis dari kata misteri itu? Susah memang untuk diceritakan. Tapi akan saya coba, meski susah untuk bisa jujur pada orang lain yang mungkin nanti akan bisa membaca tulisan ini. Itu satu alasan kenapa judul posting ini memakai bahasa asing. Mengejar dan dikejar, begitu kurang lebih artinya.

Pak Wayan – kalo nggak salah – itu nama seniman yang mengajari Keenan melukis dalam film perahu kertas, film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama dan ditulis oleh Dee Lestari. Pak Wayan bilang; “Hati itu dipilih”. Agak sulit memahami kalimat dengan 3 kata itu, tanpa menonton dan memahami cerita filmnya. Dan ternyata kata-kata itu sukses membuat saya galau. Ditambah lagi kalimat-kalimat Remi saat akan memutuskan hubungan cintanya dengan Kugi. “Cinta adalah seseorang yang akan memberimu segalanya tanpa harus diminta”.

Untuk lebih mudahnya, anggaplah dua kalimat berbeda dari pak Wayan dan Remi itu satu makna. Kalo boleh saya coba artikan sendiri, mungkin artinya adalah;

“Cinta itu soal hati dan tidak dapat dipaksakan”

Dalam film itu juga bisa diambil sebuah pelajaran, bahwa ada takdir yang berperan. Iya, ada yang Maha berkuasa atas segalanya. Sekuat apapun melawan takdir, sejauh apapun mencoba melangkah menjauhi cinta (hati), pada akhirnya dua hati yang saling mencinta akan bersatu dengan skenario-Nya.

Lalu apa hubungannya semua cerita saya tentang film itu dengan judul posting ini? kelihatan agak ngelantur atau memang melenceng jauh? Kembali lagi ke paragraf awal di atas itu, agaknya memang benar-benar sulit untuk bisa jujur bahkan pada saat menulis. Intinya, rasa cinta itu bikin seorang yang memiliki cinta bisa melakukan apapun yang bisa dilakukan untuk mebahagiakan orang yang dicintainya, dan memberikan apapun yang bisa diberikan yang mungkin dibutuhkan oleh kekasihnya. Ya! dan semua itu tanpa diminta. Sementara ada orang lain yang juga melakukan hal yang sama, mencintainya, rela memberikan segalanya, untuknya. Namun ironinya dia sekuat tenaga berlari, menghindar, menjauh, karena mungkin dia tidak memiliki cara yang tepat untuk menolak.

Ah, Ada yang mengejar, ada yang dikejar, ada yang menghindar. Sampai kapan? Sampai dua hati yang dipilih oleh-Nya menemukan jalan takdir untuk bersatu.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.