Vietnam

Cerita Lucu Shopping di Ben Tanh Market

Aku tuh sekarang memang jarang jalan-jalan jauh. Jadi harap maklum kalo kadang yang jadi bahan cerita adalah kenangan traveling yang udah berapa lama tapi belum sempat ditulis. Hehe.

Walau backpacker, aku juga kadang belanja saat traveling. Bukan belanja yang kalap-kalap juga sih. Paling beli beberapa oleh-oleh aja buat yang tersayang. Kalau lagi baik, ya suka beli juga gantungan kunci atau magnet kulkas buat yang suka minta oleh-oleh. Eh tapi sedihnya, makin ke sini kok suka dapat komen “ngga terima oleh-oleh gantungan kunci”. Lha, yaudah aku ngga usah beli sekalian. *curcol lagi*

Pengalaman belanja yang mau aku ceritakan kali ini adalah kejadian-kejadian yang cukup memorable saat melakukan road trip ke 4 negara ASEAN pada April 2014, yaitu ke Malaysia, Thailand, Kamboja dan Vietnam.

Aku mau cerita mulai dari Vietnam dulu. Di Vietnam, aku menghabiskan 4 hari 3 malam di Ho Chi Minh City. Ho Chi Minh City punya Ben Tanh Market yang menjadi surga belanja yang menyenangkan. Segala macam ada. 11-12 lah sama pusat grosir Tanah Abang. Tempat yang asik untuk beli apa aja. Dari yang cuma mau beli satu atau dua barang, sampai pedagang yang beli dalam jumlah banyak untuk dijual lagi. Harga? Mureee.

Toko kaos di Ben Tanh Market

Asiknya, kebanyakan pedagang di Ben Tanh Market bisa bahasa melayu. Apa mungkin karena banyak orang Malaysia yang kulakan di Ben tanh Market, ya. Aku sempet juga ngobrol sedikit sama waitress saat makan di rumah makan halal. Menyelidik karena heranbkok dia bisa cakap melayu.

Katanya, di Vietnam ada satu komunitas muslim. Mereka memang minoritas, tetapi sangat taat. Kebanyakan orang tua mengirim anak-anak mereka ke Malaysia untuk melanjutkan sekolah. Jadi ngga heran kalau banyak orang Vietnam bisa bahasa melayu.

Dan banyak juga muslim Vietnam berbahasa melayu yang bekerja atau berdagang di Ben Tanh Market. Dengan begitu, kita-kita nih yang susah berbahasa Inggris dan ngga bisa bahasa Vietnam, jadi mudah kalo mau nawar harga.

Oya, kalau pinter nawar di Ben Tanh Market, bisa dapat harga 50% lebih murah dari harga awal loh. Asik ya! Ngga heran kalau petugas di bandara sana ketat banget saat memeriksa barang bawaan penumpang. Banyak yang kucing-kucingan karena sadar kelebihan berat bagasi. Hehe.

Lalu, pengalaman uniknya aku saat belanja di Ben Tanh market mana? Dari tadi cerita ngalor ngidul aja.

Kaos yang dibeli di Ben Tanh Market

Ceritanya, kami sempat beberapa kali bolak balik ke Ben Tanh Market. Soalnya di sekitaran sana banyak makanan halal. Jadi sekalian makan, sekalian window shopping. Tetapi window shopping pun berubah jadi shopping beneran karena ngga tahan liat barang murah-murah. Ngga banyak sih yang kubeli, cuma kaos aja buat kenang-kenangan, dan beberapa oleh-oleh buat emak dan adik-adik di kampung. Sempet kepingin juga beli Baju Atasan Wanita a la gadis Vietnam. Tapi jgga jadi. Duite entek. Haha.

Dan cerita lucunya adalah saat malam terakhir sebelum pulan, aku balik lagi ke Ben Tanh. Teman minta ditemani belanja oleh-oleh, jadi aja aku ikut lagi le tempat yang menuh godaan belanja.

Kami ke Ben Tanh sekitar habis magrib. Tapi ternyata Ben Tanh Market yang merupakan shopping center yang luas banget itu, udah tutup kalau mejelang malam. Sebagai gantinya, untuk memenuhi hasrat shopping semua orang, jalan-jalan di sekitar Ben Tanh Market berubah menjadi semacam pasar malam.

Hih, suasananya malah makin asik buat belanja menurutku. Jalan sana sini, mampir ke satu stand ke stand lain. Pilih-pilih. Tawar-tawar. Kalo cocok, bayar. Dan you know what, ternyata temen-temen yang ngotot minta ditemani itu karena mau menjadikan aku sebagai tukang nawar.

Hand bag di Ben Tanh yang menggoda

Aku nawar banyak barang malam itu. Mulai dari pashmina, kaos-kaos bergambar bintang khas bendera Vietnam, ransel, travel bag, sampai ke dompet dan pouch cantik untuk souvenir. Semua proses nawarnya lancar jaya. Kecuali saat kami mampir di stand yang Jual Celana Jeans Pria.

Stand-nya ruame banget. Sampai pedagangnya kewalahan. Tapi dia masih sempet aja nyamperin pas aku dan teman lagi asik milih-milih barang. Lalu terjadilah tawar menawar harga.

Dan tau lah, aku pun sama seperti emak lain kalo nawar harga. Trik pura-pura ngga cocok harga lalu pergi dengan harapan dipanggil lagi pun dilakukan. Tapi kejadiannya di sana cukup unik.

“Kakak, kangan pelgi dulu lah, Kakak!” kata si pedagang saat aku mau pergi dari stand jualannya. “Ini halganya sudah bagus, Kakak” lanjutnya coba merayu lagi.

Aku tetap menggeleng. Tetapi si pedagang seperti tak mau menyerah merayuku. Dia mengeluarkan sebuah jurus maut yang membuatku agak kaget.

“Ayolah kakak, I love Malaysia, Kakak” katanya.

“Ha?” reaksiku seketika itu. Aku melongo sejenak tetapi kemudian tersenyum geli. Ngana pikir gue orang Malaysia?

“No, I am Indonesian” jawabku.

Tanpa pikir panjang, si pedagang memperbaiki kesalahannya “Ya I love Indonesia lah, Kakak. Kakak jadi ambil yang mana, saya kasih lah”.

Dan transaksi celana jeans pun dibungkus.

13 thoughts on “Cerita Lucu Shopping di Ben Tanh Market

  1. Wkwkwwkwk. Penjualnya usaha banget yak :p. Aku kalap pas belanja di ben tahn market ini. Tp kita sempet loh dibilang crazy ama penjualnya, saking terlalu tega nawar hahahahaha…

    Trs suami beli kaos yg gbrnya palu arit, tp cm utk dipake di sana :p. Pas balik jakarta kita tinggalin di hotel hihihihi… Mana bisa dipake pas di indo yeee kaaan 😀

  2. ibu2 suka kalap kalau belanja ya mbak, tapi kalau belanja saat traveling memang keharusan ya biar ada keang-kenangannya

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.