Jendela rumah

Cerita Beli Rumah Tanpa Uang

Rumah adalah kebutuhan primer. Itu sebabnya 6 tahun lalu aku memutuskan membeli rumah sendiri. Dan keputusanku itu terbilang nekat, karena gajiku yang relatif kecil. Dan lagi aku ngga punya uang sepeser pun lho. Tabungan untuk membayar uang muka jika mengambil KPR di Bank aja ngga punya, apa lagi untuk beli rumah secara cash?

Jendela rumah

Tetapi seperti kata pepatah, di mana ada kemauan di situ pasti ada jalan. Nah, ceritaku ini mungkin bisa menginspirasi siapa saja jika ingin punya rumah tapi ngga punya uang. Hehe. Baca yuk!

Beli Rumah Modal Dengkul

Tahun 2010, UMK kota cilegon masih di kisaran satu jutaan. Sempat putus asa kalau lihat brosur rumah dengan cicilan sudah di atas satu juta. Mau ambil KPR rumah subsidi pun yang cicilannya dibawah sejuta, tetap ngga mampu karena harus bayar down payment (DP).

Biasanya DP minimal adalah 20% dari harga rumah. Saat itu harga rumah subsidi yang kuincar sekitar 80 jutaan. Berarti harus siapkan uang sekitar 16 juta, plus sekian sekian rupiah untuk biaya proses KPR, juga ini dan itunya. Belum ditambah cerita orang, bahwa kalau beli rumah baru itu harus siap renovasi, karena nyatanya rumah baru belum siap huni. Minimal ganti pintu utama jadi kayu yang lebih kuat, benerin saluran pembuangan dan septic tank supaya lebih lancar, dan ngebor sumur supaya air ngga kesendat.

Mengetahui semua itu, pupus lah harapanku punya rumah sendiri. Sampai suatu hari ada teman yang ingin menjual rumahnya. Dia baru beli rumah yang lebih besar, jadi mau pindah ke tempat baru. Aku bilang kalau aku kepingiin banget beli rumah dia, tapi apa daya aku ngga punya uang.

Eh, dia malah bilang aku kudet. “Kan bisa ambil KPR BTN”, katanya.

“Kan tetap ngga bisa discover 100 persen! Setauku KPR cuma membiayai maksimal 80% dari harga rumah. Aku ngga punya tabungan buat tambahannya”, aku berkilah. Sedih!

“Bisa diakalin. Nanti aku bantu!”, temanku memberi angin surga. Aku kan jadi semangat ya.

Kemudian temanku memberikan sertifikat rumahnya padaku. Dia antar aku ke notaris untuk balik nama sertifikat itu jadi atas namaku. Biaya proses balik nama pun utang dulu ke si notaris. Dengan jaminan temanku itu yang ternyata sudah saling kenal sama notaris.

Setelah sertifikat selesai dibalik nama, itu rumah seolah udah jadi milikku ya. Kubawa sertifikat ke BTN lalu mengajukan KPR (Kredit Kepemilikan Rumah). Alhamdulillah, pengajuanku disetujui. Pembiayaan yang kudapat senilai 80% dari taksiran harga rumah.

Uang yang kuterima hasil pengajuan KPR sangat lebih dari cukup untuk membayar lunas rumah temanku, mebayar biaya proses KPR, melunasi hutang ke notaris, plus masih ada sisa untuk memperbaiki beberapa bagian atap rumah yang bocor. Hehe.

Proses KPR BTN Sekarang Semakin Mudah

Nah, buat kalian yang kepingin beli rumah dengan cara seperti aku dulu. Silakan lho! Apa lagi sekarang proses pengajuan KPR BTN semakin mudah aja. Pengajuan kredit rumah bisa dilakukan secara online di website BTN Properti. Prosesnya mudah, cepat, dan murah banget. Dokumen yang harus diupload juga cuma sedikit. Asiknya lagi, PERSETUJUAN SEKETIKA!

Persetujuan seketika kpr btn

Belum tau mau beli rumah seperti apa dan di mana? Buka aja dulu websitenya dan cari rumah idamanmu. Kalau sudah dapat, tinggal apply aja pengajuan kredit rumah ke BTN. Percaya deh, punya rumah sendiri sekarang sudah bukan sekadar mimpi lagi. Karena akan selalu ada jalan di mana ada kemauan.

18 thoughts on “Cerita Beli Rumah Tanpa Uang”

  1. aq juga pernah pake BTN untuk pembiayaan rumah. so far BTN merupakan bank pembiayaan rumah yang baik. keunggulannya waktu itu penalty pelunasan cepatnya gak banyak. kalau bunga so-so sih, gak beda jauh dengan bank lain.

    tapi ada juga kekurangannya, yaitu: btn tidak mempunyai sistem kontrol online sudah sampai mana pembayaran KPR kita, jadi kalau mau cek udah kurang berapa rupiah lagi harus telepon, dan CS nya agak susah nyangkut. Begitu nyangkut pun biasanya di oper-oper, tidak seperti saat telepon utk keperluan perbankan yg lain. Ini yang menurutku agak ribet dan boros sih….

  2. dulu rumah orang tuaku ya ngambild ari BTN ini mbak 😀
    emang mudah sih secara administrasi juga hihi

    sekarang harga rumah mahal-mahal apalagi kalo bayar tunai dengan adnaya KPR ini pasti lebih dimudahkan ^^

  3. Aku dulu mesti DP 30% waktu beli rumah, lumayan sih jaman harga rumah murah.

    Kemarin adikku juga pengen KPR, tapi kepentok mesti DP dulu dan masih kurang duitnya. Coba aku kasih saran baca2 website BTN deh. Makasih infonya mba Noe

Leave a Reply