Category Archives: World of NOE

Whistlist: Karpet & Sofa Vintage

Saat hamil Baby Karla, aku sempat ngebet ingin mendekor ruang tamu rumah dengan nuansa vintage. Dan keinginan itu sempat menggebu-gebu, sampai-sampai banyak waktu aku habiskan untuk browsing sana-sini, melihat contoh-contoh interior disain di internet. Iya, aku memang suka gitu, kalau kepingin sesuatu suka loose control.

Untungnya, kondisi dompet nggak mampu mengimbangi keinginan itu. Ck! Nggak mampu kok untung. 😆 harusnya pakai kata, ‘unfortunately’ atau ‘sayanngnya’ gitu kan ya. Hihi. Whatever deh. Yang jelas sekarang, keinginan itu masih ada kok. Sedikit demi sedikit, aku mulai action untuk mencapai keinginan itu.

Oya, sebelum melahirkan baby Karla juga sebenarnya aku sudah mulai action, yaitu dengan membeli tirai jendela baru. Yang ingin dibeli lainnya masih banyak, ada sofa, meja, lemari, pajangan dinding, dan juga karpet. Tapi entah kapan ya itu bisa kebeli, mengingat saat ini utang masih banyak. *euh, malah curhat.

Tetapi, aku sekarang sedikit lega loh karena rumahku mulai kosong. Selain gaya vintage, aku juga maunya minimalis. Nggak usah banyak-banyak perabot. Biar seperlunya saja.

Sofa kenangan ini sudah dihibah ke emak, hehe.

Makanya, sekarang aku udah nggak pakai kursi tamu lagi. Kursi yang sudah aku pakai selama kurang lebih 7 tahun, sudah kuhibahkan ke emak di Lampung. Kursinya masih kuat dan bagus. Bahannya kayu, kokoh, dengan busa di bqgian alas duduk.

Nah, sekarang ruang tamuku kosong. Nantinya aku kepingin pakai sofa 3 seater dengan karpet dan coffee table kecil. Lebih simpel dan ngga penuh seperti sebelumnya. Ya gimana nggak penuh, kursiku yang kuberikan ke emak kan totalnya ada 3 biji. 2 kursi ukuran 2 seater, dan 1 kursi ukuran 1 seater.

Kalau kuhitung-hitung, untuk sofa, karpet dan coffee table yang aku inginkan itu aku butuh budget paling nggak 5 juta.

Uh, jadi pingin nyanyi. Penguasa, penguasa, berilah hambamu uang… beri hamba uang, beri hambaaa uuaaaaang! 😆

Yha, walau embuh kapan bisa kebeli, paling nggak sekarang ini aku udah punya kriteria barang-barang impian itu. Namanya juga impian, kan? Harus jelas dan terukur. Dan ketiga barang itu gambarannya seperti pada foto berikut ini;

Foto tersebut aku dapat dari BukaLapak saat coba cek harga karpet. Kebetulan kok kombinasi warna dengan sofa dan coffee tablenya cocok. Jadilah kuingin satu set sekalian. Dan ini alasannya kenapa aku suka;

  • Sofa
    Selain modelnya yang minimalis dan lumayan vintage, yang aku suka dari sofa di foto itubafalah karena nggak ada sudut yang tajam. Jadi aman dan nggak khawatir anak-anak akan kepentok, trus benjol saat mereka main dan pecicilan dekat-dekat sofa. Harganya juga nggak mahal-mahal amat. Masih banyak yang jual di bawah 3 jutaan. Lebih mahal dari itu dengan model yang sama tentu banyak. Dan pastinya beda di kualitas.
  • Coffee Table
    Mejanya kecil, simpel, gampang digeser atau diangkat-angkat. Ujung dan sudutnya juga nggak ada yang tajam. Modelnya kekinian dan masih masuk dengan gaya vintage. Harganya di kisaran 1 jutaan.
  • Karpet atau tikar bambu
    Awalnya aku sempat ingin karpet bulu rashfur, tetapi mengingat karpet bulu itu agak ribet untuk membersihkannya, jadinya berbelok ke tikar bambu saja. Nah, saat cari-cari harga karpet di Bukalapak, kok di paling atas hasil pencarian ada produk tikar bambu seperti yang di foto di atas itu. Cakep jugaa. Harganya memang lumayan sih, 700 ribuan. Tapi pasti ada harga ada rupa, kan?

Trus pertanyaannya, kira-kira kapan semua itu bisa aku beli? Atau ada yang mau beliin? Hehe.

Yang jelas, setahun ini aku lagi fokus mbayar utang. *lagi-lagi utang. Juga fokus belajar fotografi. Mungkin, tahun 2019 nanti aku jadikan sebagai resolusi ya ketiga barang tersebut. Bismillaah…

4 Gaya Fashion Favorit Abang Ranu

Waktu hamil Abang Ranu, aku sempat berambisi untuk kelak mendandaninya jadi anak fashionable. ((AMBISI)) 😆 Semacam pelarian atau pengalihan perhatian supaya tetap hepi walau belum juga dapat anak cewe di kehamilan ketiga. Supaya hati ngga tersayat setiap liat baju-baju anak cewek yang lucu di baby shop. Tau sendiri kan, baju anak perempuan, seperti misalnya dress pesta anak, itu cute-nya ngga ketulungan.

Untungnya, dengan mengubah mindset, bahwa anak cowok juga bisa didandani macam-macam, hatiku jadi terhibur.

Setelah lahir, aku sempat mencoba untuk mencapai ambisi itu. Pernah aku beli kaos dan kemeja yang lumayan bermerek di Matahari. Dan itu untuk pertama kalinya aku beli kemeja anak sebiji harga di atas 300 ribu! Kalau untuk beli beras, bisa kalik buat 3 bulan. Atau bisa lah untuk tiket kereta api PP berdua ke Jogja. 😆

Kamu yakin ngga mau jalan sama aku?

A post shared by Abang Ranu (@abangranu) on

 

Pernah juga aku keranjingan mengunjungi beberapa baby shop di sekitar Serang Cilegon, demi barang-barang fashion anak yang cakep. Mulai dari kaos, sweater, celana, sepatu, juga topi. Tapi lama-lama aku lelaaah. Akhirnya aku sadar kalau aku ngga setajir itu untuk modalin anak supaya bisa tampil keren dan fashionable. Dan aku pun menyerah.

Tetapi sekarang, kalau ingat masa-masa impulsif itu, aku jadi merasa punya bahan untuk mentertawai diri sendiri. Dan mentertawai diri sendiri adalah cara yang cukup manjur untuk melepas beban. Selain itu, setidaknya pengalaman itu bisa jadi bahan nulisku kali ini.

Sebenarnya, ide untuk menulis gaya fashion abang Ranu ini muncul karena aku sedang memilah-milah foto untuk dicetak menjadi sebuah album. Itu loh, photobook yang lagi hits. Nah, mumpung foto-fotonya sudah ada, posting deh disini. Pura-puranya sedang memberi contoh fashion anak laki-laki gitu. 😆 Tapi jangan dianggap serius, ya. Buat lucu-lucuan aja, sebab aku kan bukan orang yang berprofesi di bidang fashion jugaa.

***

Santai a la Pantai

If you're not feeling good, just look at me. Hope my smile can fix you 😚

A post shared by Abang Ranu (@abangranu) on

Kalau ke Pantai, biasanya Abang Ranu aku pakaikan kaos dipasangkan dengan celana pendek. Biar lebih lucu, aku pakaikan sandal jepit. Atau barefoot sekalian, di pantai cocok juga kan kalau nggak pakai alas kaki. Nah kalau anaknya kepingin nyebur dan main air, ganti baju pakai wetsuit.

***

Easy Jazzy

Tahun lalu aku sempat ajak Abang Ranu liburan ke Cibodas. Sebelum pergi, aku bela-belain beli sweater dan topi. Dalam bayanganku, bakal keren aja gitu kalau si abang pakai skinny jeans warna cerah, dipadu dengan sweater warna abu-abu terang, trus pakai topi dan sepatu yang sewarna dengan sweaternya.

***

Kemeja Kotak-Kotak

Stay cool and keep calm 😎😎😎

A post shared by Abang Ranu (@abangranu) on

Ini gayanya Ojrahar banget. Pakai kemeja sebagai outer tanpa dikancing. Dalamnya pakai kaos disain simpel. Bedanya di celana. Kalau Ojrahar lebib suka jeans dengan potongan standar, nah untuk Abang Ranu aku lebih suka pakaikan skinny jeans. Lucu aja sih lihatnya anak kecil pakai skinny. 😆

***

Celana Kotak-kotak Kemeja Polos

Aku beli kemeja polos untuk Abang Ranu awalnya karena kepincut dengan celana motif Burberry kotak-kotak. Biar imbang kan, celananya rame, bajunya harus polos.

Ya, itu tuh 4 gaya fashion anak pada Abang Ranu yang aku suka banget. *baca: yang paling bisa disebut fashionable 😆 soalnya apa, sehari-hari Abang Ranu adalah anak biasa banget, pake kaos yang bagian lehernya melar, celana juga yang beli kodian. Yaa gitu deh, bisa dibayangkan lah ya, si Abang Ranu yang gayanya sama dengan anak-anak kampung pada umumnya.

Seperti pada foto di bawan ini nih.

Let's walk with my happy feet.

A post shared by Abang Ranu (@abangranu) on

 

Tapi biar begitu, kalau untuk ke acara-acara resmi ya tetap didandani lah. Misal kalau mau kondangan gitu. Pakai baju yang agak pantes dikit. Biar menghargai pengundang juga. Walaupun ya, fashion anak cowok untuk kalangan dompet pas-pasan kayak aku ya gitu-gitu aja. Celana dan kemeja, atau celana dan kaos. Udah.

Bakal beda pastinya nanti kalau Baby K udah sebesar Abang Ranu. Buat ke kondangan atau acara resmi, aku sudah membayangkan akan memakaikan dress pesta anak yang cantik. Kalau bisa kembaran.

Eum, apakah ini semacam menemukan ambisi baru? Bisa jadi! 😆