Category Archives: Tips Traveling

The 7 Most Beautiful Parks in the World to Explore with Your Loved One

When I was a single parent, I’ve ever tried to look for love through internet. ha ha 😆 Please be advised. I was desperate at that time, and I also had a trauma to marry a local man, so I thought to find a mate from outside Indonesia. But, did I got a mate from that online dating website? No, I didn’t! But one of my friend did. She found a right man and got married.

It’s been a long time that I no longer browse the online dating websites. I’ve got married (again) now and got 2 lovely children. But yesterday on my way home from work, I was bored because of stuck in a traffic jam.

Then I thought about opening the website again. Ops, don’t worry! I’m not about to cheat. I just want to read the article on the blog owned by that dating website. You know, there are many articles we can read to get some inspiration about our relationship. One of these, an article about the beautiful parks in the world. It makes me want another honeymoon with husband. Just two of us. <3<3<3

Every modern city, despite how urbanized it is, simply must have some quiet corner where you can enjoy the beauty of nature. Sometimes, what you really need to see to get an aesthetic pleasure is not architecture but versatile flora: green trees, blossoming flowers, manicured bushes. If you don’t know where you want to go on your romantic vacation, consider the following list of fascinating parks kindly provided by an overseas dating site.

Keukenhof, Lisse, the Netherlands

The Keukenhof park is arguably one of the most splendid parks on the planet. It’s located between Amsterdam and the Hague, in the city of Lisse. It occupies the area of 32 ha. The territory is covered with tulip fields, plenty of canals, fountains, waterfalls, and sculptures. There is even a windmill that you can explore from the inside. The park was founded in 1949 and is one of the most famous attractions in Europe. It is open for visitors from late March till the middle of May.

Boboli Gardens, Florence, Italy

The Boboli Gardens are the embodiment of the grandeur and power of the Medici dynasty. “Gardens” is a very humble name for this spectacular site. It’s a royal garden and truly an open-air museum. The strict geometrical layout, beautiful fountains and statues, colonnades, grottos, and amazing views of the city – all this draws a lot of tourists in every season.

Nong Nooch Tropical Botanical Garden, Pattaya, Thailand

The founder of the botanical garden, after whom it’s named, wanted to grow fruits and plants for her family. But very soon her garden began to attract the interest of locals and tourists with its diversity. This is when the idea to add some decorative elements and open the garden for public appeared. Arguably, one the best tropical gardens in the world, Nong Nooch offers not only a plethora of blossoming flowers and rare plants but also daily elephant shows and other entertainment.

Gardens and Park of Versailles, France

Louis XIV established this park as part of his residence in 1661. He hired the best architects and artists that implemented his ideas into reality and built the Palace of Versailles with its gardens. It’s a majestic place and part of French national heritage. 800 hectares covered with greenery, flowerbeds, ponds, fountains are perfect for a day-trip.

Butchart Gardens, Brentwood Bay, British Columbia, Canada

Over a million people visit the Butchart Gardens annually. Its founders established the garden on the site of the exhausted limestone quarry. It was built by the Japanese designer Isaburo Kishida. The territory of the Gardens features the Japanese Garden, the Italian Garden, the Star Pond, and the Ross Fountain.

Rikugien Garden, Tokyo, Japan

The name of the park, established in 1695, is literally translated as “Six Poems Garden”. It’s one of the most beautiful parks in Japan. If you come here in spring you’ll be delighted at the blossoming sakura trees. If you come in autumn, shrubs, maple and zelkova trees will stun you with a palette of colors. The park is especially beautiful and mesmerizing during the dark hours when it is illuminated.

Zhangjiajie National Forest Park, China

In 1982, it became the first national forest park in China. Zhangjiajie gained its popularity with foreign tourists after they saw it in Avatar. It was a giant quartzitic pillar that attracted the attention of the movie’s fans. Enjoy a spectacular view of the forest from the top of the cliff where you can get using the Bailong Elevator. Take a walk on the longest and the highest glass bridge that connects two mountains.

Anyway, spending time with mate in the park, or surrounded by green is very pleasant indeed. I quite often do it with my hubby before getting babies. And now, I miss it already.

Di Tebing Lemo Toraja

How about you, guys? Apakah kalian juga suka pergi berduaan dengan pasangan di taman yang indah?

***

7 Park pictures source: Pixabay

Kereta Api & Cara Hemat Lain Untuk Traveling

Kalau dilihat-lihat sekarang, hampir semua daerah di Indonesia sedang gencar promoai pariwisata ya? Dan hampir setiap event yang digelar selalu mengundang blogger atau sosial media influencer. Sampai-sampai para travel blogger & influencer kelihatan jarang pulang. Hahaha. 😆 Ini mah pengamatanku aja sih mungkin ya. Emak-emak yang cuma bisa ngiler pingin jalan tapi ora iso.

Dan semoga, rasa inginku itu adalah salah satu bentuk sifat manusiwi. Sesuatu yang wajar dirasakan manusia. Bukan karena iri apalagi dengki. Dan lagi, daripada iri, mending mencari kebahagian dengan cara lain. Kan masih bisa pergi jalan-jalan bareng keluarga. Ajak anak kicik-kicik dan juga bayi. Traveling naik pesawat atau juga kereta api.

Anyway, pergi berwisata memang merupakan hal yang menyenangkan, entah itu bersama teman ataupun keluarga. Tetapi tidak semua orang beranggapan demikian. Banyak juga yang menilai bahwa traveling itu tak lebih dari sekedar kegiatan membuang-buang uang. Gaji kecil atau nggak punya uang kerap jadi alasannya.

Dimataku, perkara suka traveling atau tidak hanyalah soal skala prioritas. Mau gaji kecil atau besar, punya pekerjaan tetap atau nggak, kalau sudah hobi dan menjadikan traveling sebagai prioritas, pasti akan dibela-belain kok. Dan biasanya, mereka yang hobi traveling tapi terkendala soa budget, pasti akan meniru sifat air yang selalu memanfaatkan celah sekecil apapun untuk jalan keluar. Coba aja masukkan air ke wadah yang retak atau bocor alus, pasti airnya rembes.

Begitu juga soal traveling, apapun akan dilakukan yang penting bisa jalan-jalan. Aku misalnya. Hehe. Dan ini tip dan trik supaya aku bisa tetap traveling walau gaji pas-pasan.

1. Beli Tiket Promo

Destinasi bagiku bukan yang utama. Kemanapun itu, dalam atau luar negri, kota atau desa, pegunungan atau pantai, nggak masalah. Selama tiket untuk menuju kesana harganya murah, asik aja! Itu sebabnya I become a huge fan of maskapai penerbangan murah.

Salah satu alasannya, tiket promo biasanya punya masa terbang untuk satu tahun ke depan. Nah, selama menunggu hari H untuk traveling tiba sesuai tanggal tiketnya, aku bisa mempersiapkan semua yang dibutuhkan. Misalnya, membuat itinerary, menabung dan mempersiapkan budget, dll.

Contoh ketika aku pertama kali ngajak anak-anak backpacking ke Singapura dan Malaysia. Ini yang aku lakukan;

  • April 2012: beli tiket dengan rute CGK-SIN dan KUL-CGK untuk 3 orang. Total harga Rp550.000 per orang
  • Mei sd. Februari 2013: nabung Rp500.000 per bulan untuk budget traveling.
  • Maret sd. April 2013: riset dan menyusun itinerary sesuai budget, termasuk booking hotel/hostel murah.
  • Mei 2013: when the dreams come true, aku dan 2 anak akhirnya bisa jalan-jalan ke luar negri.

2. Naik Kereta Api

Menggunakan kereta api juga menjadi cara jitu untuk menghemat biaya traveling. Biasanya, harga tiket kereta api lebih ramah di kantong, terutama untuk kelas ekonomi. Tetapi tak jarang juga, saat ada promo, tiket kereta api kelas bisnis atau eksekutif juga bisa sangat murah. Selain itu, harganya cenderung stabil, tidak seperti harga tiket pesawat yang fluktuatif dan cenderung naik saat peak season atau saat last minutes.

Selain pertimbangan harga, banyak juga kelebihan lain jika traveling naik kereta api. Misalnya, pemandangan alam di luar jendela sepanjang perjalanan yqng bisa menjadi obat stres. Belum lagi pengalaman tak terduga saat bertemu orang-orang tak di kenal. Semua itu bisa menjadi pengalaman tak terlupa, atau bahkan pelajaran hidup yang penuh arti.

3. Buka Open Trip

Sebagai orang yang hobi banget traveling, dan sering menulis pengalaman jalan-jalan di blog, lalu membagikannya ke sosial media, membuatku dikenal sebagai seorang traveler. Banyak juga yang menyebut travel blogger. Aku tidak ingin menampik branding tersebut. Kusyukuri saja dan malah bisa kumanfaatkan untuk jalan-jalan gratisan. Haha. 😆

Gratisan disini bukan tentang diundang datang ke event pariwisata dan difasilitasi ya. Tetapi gratisan yang kumaksud adalah membuka event sendiri, yaitu open trip atau trip gabungan dimana aku sebagai travel organizernya. Biasanya aku bekerja sama dengan guide lokal yang meng-arrange tripnya. Aku tinggal mengumpulkan peserta saja. Dan disitulah posisi tawarku. Aku minta gratis 1 seat untuk setiap 10 peserta yang berhasil kuajak, misalnya. Nah, kalau bisa ajak 40 orang kan, berarti aku bisa ajak suami dan anak-anak untuk ngetrip gratisan.

Contoh nih, tahun 2014 aku buka open trip ke Bromo naik kereta api dengan rute Jakarta – Malang PP. Kegiatannya ngga cuma hunting sunrise dan menjelajahi kawasan Bromo. Ada agenda rafting juga di Sungai Amprong.

Aku dapat hampir 40 peserta loh. Dengan begitu, suami dan anak-anak bisa ikutan. Cerdas kan? 😆