Category Archives: Tips Traveling With Children

Tip Baju Traveling Untuk Ibu Menyusui & Berhijab

Aku sedang menertawai hidupku dalam kurun waktu 3 tahun belakangan ini. Rasanya seperti lari marathon. Hamil, menyusui, lalu hamil lagi, dan menyusui lagi. Non stop gitu. πŸ˜†

Dan tentunya, hal itu sudah banyak mengubah hidupku. Salah satunya soal fashion item untuk traveling. *njay… noe ngomongin fashion. πŸ˜† Anyway, kalau ngga cocok ngomong bahasa fashion, mari dibuat sederhana aja, pakai kata gaya berpakaian. Cucok!

Selama hamil dan menyusui, tentunya aku ngga bisa pakai baju-baju lama yang biasa aku pakai. Baik di rumah maupun saat traveling. Jadi waktu hamil abang Ranu, aku sempat beli beberapa celana dan baju hamil yang juga merupakan baju menyusui. Dan di antara baju-baju yang aku beli itu, ada satu stel baju yang jadi favorit aku banget, yaitu celana hamil model skinny jeans dan dress/atasan garis-garis hitam putih. Seperti di foto ini, nih;

Baju hamil dan menyusui favorit

Skinny jeans dan dress itu jadi stelan baju yang sering banget aku pakai traveling. Soalnya nyaman dipakai juga. Dan bisa dibilang, itu adalah skinny jeans pertama yang aku punya.

Dulu sempat ngga berani pakai skinny jeans, soalnya kan ketat gitu. Sama Ojrahar juga ngga boleh. Mungkin dia ngga rela badanku yang sekseh *pfft* ini diumbar-umbar. Tapi setelah menemukan baju atasan yang panjangnya sedengkul, jadi dibolehin lah sama doski.

Nah, berhubung sekarang udah ngga hamil, jadi ngga mungkin kan celana itu aku pakai lagi. Dan akhirnya aku mulai merasa seperti … gue harus punya penggantinya nih.

So, itu juga yang jadi alasan mengapa tulisan ini dibuat. Kali ini aku mau review skinny jeans baruuuu. Yeay! Ngga cuma itu, ada kemeja dan sepatu baru juga. Seperti yang sempat aku tulis juga di instagram beberapa hari lalu, ketiganya aku pakai untuk traveling seharian ke kawasan wisata sejarah Banten Lama. Supaya reviewnya lebih afdol dari sisi pengguna, dan berdasar pengalaman pribadi juga.

Tapi sebelum itu, aku mau share dulu beberapa tip baju traveling untuk perempuan berhijab dan sedang menyusui.

Menurutku, syarat utama baju yang cocok untuk ibu menyusui adalah sbb;

  • Busui friendly dengan bukaan depan, atau jendela menyusui. Baju dengan bukaan depan seperti kemeja, atau kaos dan dress yang menggunakan kancing atau resleting di bagian depan, sangat memudahkan untuk menyusui dimana saja. Lebih asik lagi pakai baju menyusui kekinian yang ada jendelanya di bagian dada. Tinggal buka dikit, joss. Eh, itu mah lagu dangdut. Maksudnya, buka dikit jendela menyusuinya itu, keluarkan puting dikit dan breast-feeding deh.
  • Bahan baju harus lembut dan nyaman. Ya kalau bahannya kasar, khawatir bayinya ngga nyaman saat nempel ke baju kita ketika sedang menyusu.
  • Praktis saat pakaian akan dipakai atau dilepas. Biar ngga ribet dan kelamaan. Paling males kalau pake baju yang ribet, apalagi harus dibantu orang lain.
  • Simpel dan mudah buka tutup saat harus menyusui.

Dan … gaya berpakaianku untuk traveling saat menyusui biasanya seperti ini;

1. Baju menyusui bahan kaos + celana katun stretch

Bisa dibilang, kaos khusus ibu menyusui dan celana berbahan katun stretch juga favoritku kalau traveling bawa bayi. Soalnya, baik kaos maupun katun stretch kan bahannya bisa melar gitu, jadi bahannya fleksibel saat tubuh bergerak.

2. Long dress bukaan depan + manset menyusui

Salah satu keuntungan pakai long dress adalah bawaan baju saat traveling jadi lebih simpel. Cukup 1 baju dan sudah mengcover seluruh body dari atas ke bawah. Ya kecuali kalau dressnya tanpa lengan, tetap butuh 1 item lagi yaitu manset menyusui. Oya, berhubung aku ngirit, ngga mau beli manset lagi, aku manfaatkan manset-manset lama yang aku punya, dan aku gunting di bagian dada supaya ada jendela buatan. πŸ˜† Toh, ngga kelihatan juga bagian yang disobek itu. Kan ketutupan dress. *wink*

3. Dress menyusui + skinny jeans

Menyusui dimana saja

Yang ini juga favorit aku. Sayangnya, dress khusus ibu menyusui yang aku punya cuma satu. Aku pake terus kemana-mana. Sampai pada bosen liatnya. Asli itu lagi, itu lagi baju yang nongol di instagram juga. Haha, sedihnyoo πŸ˜† Ada yang mau beliin? *lah malah modus gini*

4. Kemeja + celana denim

Well, berawal dari baju-baju traveling selama menyusui yang kesannya kok itu lagi itu lagi, jadi aku mulai bongkar isi lemari dan berniat pakai lagi kemeja-kemaja lama. Dipadu padan dengan celana denim atau celana bahan yang nggak ketat.

5. Kemeja tunik + skinny jeans

Belekangan ini kemeja tunik, alias kemeja yang panjangnya sampai dibawah lutut sempat booming. Jadi cocok lah dijodohin sama skinny jeans, atau kalau di Indonesia suka disebut celana pensil. Kemeja tunik bisa buat nutupin bagian yang sekseh di area pinggul dan paha.

Sebenarnya, aku termasuk telat karena baru coba pakai kemeja panjang itu sekarang-sekarang ini. Hihi. Dan ndilalahnya, pertama kali coba kok merasa suka. Termasuk sama pasangannya si skinny jeans yang memang dari awal ekspektasiku udah tinggi aja. Berharap skinny jeans ini sama nyamannya dengan skinny jeans hamilku yang sudah harus pensiun itu. Eh, satu lagi, converseku, sepatu mahalku satu-satunya itu juga udah mulai terkikis sol bagian bawahnya. Jadi boleh lah aku punya sepatu baru lagi yang warnanya sama-sama merah. πŸ˜†

Yaudah, mulai yuk baca reviewku 1 per 1. Review singkat aja kok.

Review Carvil Fashion Item Wanita

Kalau dengar brand Carvil, aku langsung ingat iklan sandal di TV dengan tagline “Tetap Yang Terbaik”. Iklan Carvil biasanya lebih gencar kalau musim lebaran. Dulu jaman masih sekolah, suka dibeliin Carvil yang model sandal gunung. Ya, dulu aku taunya Carvil cuma brand alas kaki. Sekarang ternyata ada celana dan baju juga.

Biar nggak penasaran, aku coba juga nih skinny jeans dan kemeja tunik yang ternyata cocok untuk dipakai traveling di masa menyusui. Dan ini kesanku setelah memakainya.

Kemeja Tunik
Namanya Carvil Shirt Jasmine. Harga Rp349.000. Aku pakai ukuran M yang ternyata longgar di badanku. Fyi, tinggi dan beratku cuma 150cm/49kg. Sementara aku ngintip baju yang sama di Zalora, si mbak model dengan tinggi badan 177cm, pakai ukuran S. Bahan bajunya agak mirip flannel, nggak bikin gerah dan nggak gatal dikulit walau panas-panasan dan berkeringat.

Oya, aku suka dengan kantong baju yang posisinya di pinggul, jadi bisa tetap mengantongi hape walau sedang gendong bayi. Ngga mungkin aja ngantongin hape kalau saku bajunya ada di dada.

Skinny Jeans
Namanya Carvil Jeans Bilkis, dengan model mid rise, yaitu celana yang dipakenya pas di pinggang. Bukan di bawah pinggul atau lebih tinggi dari udel. Harga Rp439.000. Warna yang aku pakai biru gelap, ukuran M, dengan bahan katun yang lembut dan melarnya asik banget. Tetep nyaman buat pecicilan. Bahkan aku bisa lompat-lompat sama anak kicik si abang Ranu. Dipakai duduk atau jongkok juga masih asik. Nggak menekan dan menyakiti otot dan sendi gerak kaki.

Sepatu
Sepatu yang aku pakai jenis flat shoes, ukiran 37. Harga Rp179.000. Sejujurnya, ini sepatu paling girly yang pernah aku punya. Biarlah aku belajar jadi perempuan, biar nanti kalau Karla besar yang ditiru dari emaknya bukan gaya tomboinya. Walau masih risih pakai flat shoes yang girly banget, tapi aku suka karena sepatunya nggak pakai hak, masih enak dipakai. Sayangnya, aku lupa pakai plaster di tumit saat pertama kali pakai. Jadi lecet deh karena bagian belakan sepatu baru biasanya memang masih agak kaku. Oya, warnanya merah menggoda, matching lah sama traveling essentialku yang lain.

Yaudah, segitu aja tip dan pilihan gaya pakaian traveling untuk ibu menyusui yang biasanya aku pakai. Gaya setiap orang pasti beda-beda, coba sharing sini. Atau ada rekomendasi gaya lain yang mungkin cocok untukku?

Perlengkapan Bayi Wajib Dibawa Untuk Traveling

Akhir minggu kemarin akhirnya aku berhasil traveling dengan Baby K dan Abang Ranu ke Jogja. Sama bapaknya juga lah tentunya. Pinginnya sih family trip ke Bali, seperti yang pernah aku tulis di blog ini sebelum melahirkan Baby K. Tapi apa daya, kayaknya budget belum cukup. Haha.

Alasan memilih Jogja, selain harga tiketnya lebih murah dibanding Bali, adalah karena Jogja juga punya kenangan tersendiri buat aku dan Ojrahar. Dulu sebelum punya anak, kami pernah jalan-jalan ke Jogja berdua. Kali ini, kami ingin napak tilas lagi perjalanan kami pada Desember 2013 lalu.

Nah, traveling kali ini tentu akan sangat berbeda dengan yang dulu. Kali ini bawa 2 balita euy. Salah satunya masih newborn pula. Makanya persiapan pun harus mateng sebelum hari H. Ngga cuma urusan tiket dan hotel yang sudah harus dibooking dari sekarang. Tetepi perlengkapan bayi atawa baby traveling essential juga harus well prepared.

Nah, berhubung aku ini tipe light traveler, alias sukanya bawa barang sesimple mungkin, ngga banyak-banyak, kalau bisa muat satu ransel untuk semua barang bawaan, jadi aku harus ketat memilah dan memilih apa yang harus dibawa dan mana yang ngga.

Berikut ini 7 perlengkapan bayi Β yang wajib dibawa kalau traveling dengan bayi.

  1. Instant Baby Wrap

Aku lebih suka gendong anak kemana-mana dibanding pakai stroller. Soalnya suka ribet sendiri bawa-bawa stroller kalau harus mobil kesana kemari naik angkutan umum. Jadi menurutku, stroller lebih cocok kalau travelingnya bawa mobil sendiri. Kekurangannya kalau menggendong anak atau bayi, pasti pundak dan badan pegal-pegal. Untuk mengurangi resiko tersebut, penting memilih gendongan yang ergonomis.

Untuk traveling dengan baby K kali ini, aku memakai instant baby wrap dari Baby K’tan. Baby K’tan ini bisa dipakai untuk bayi sejak newborn sampai todler. Cara pakainya juga mudah. Bahannya kaos katun, lembut di kulit bayi, dan kalau dilipat ngga terlalu besar, jadi ngga makan tempat kalau disimpan dalam ransel.

  1. Pakaian bayi lengkap

Aku biasanya ngga bawa banyak baju kalau traveling. Apalagi kalau ada niat beli baju atau kaos yang khas di daerah tujuan. Tapi kalau untuk bayi ya ngga bisa gitu lah ya. Masih bayi rasanya risih kalau beli baju baru trus langsung dipakein tanpa dicuci dulu. Jadi untuk bayi ya harus bawa sendiri semua dari rumah.

Berikut ini baju-baju bayi yang aku bawa;

  • jumpsuit/baby jumper lengan pendek dan celana pendek untuk siang hari. Butuh 2 pasang untuk 1 hari.
  • 1 jumpsuit/baby jumper lengan panjang dan celana panjang untuk tidur malam. Butuh 1 pasang untuk 1 hari.
  • jaket untuk dipakaikan saat udara dingin, misal saat naik kendaraan ber-AC atau saat ngojek. Cuku 1 jaket kalau travelingnya hanya 1 sampai 3 hari. Lebih dari itu aku bawa 2 jaket.
  • 1 topi dan beberapa pasang kaus kaki
  1. Kain bedongan

Kain bedongan buatku penting banget dibawa karena multifungsi. Bukan buat ngebedong bayi malahan. Kalau aku pakai kain bedongan untuk selimut saat di kendaraan ber-AC, buat alas tidur saat ganti diapers kalau misal ngga nemu nursing room, bisa buat bantal bayi darurat juga dengan cara dilipat sampai tebal. Hehe. Minimal butuh 1 kain bedongan untuk 1 hari.

  1. Tisu basah & tisu kering

Tisu basah biasanya aku pakai sebagai pengganti air untuk membersihkan bayi saat ganti diapers. Selain itu bisa juga buat mandi darurat kalau kira-kira udara terlalu dingin untuk memandikan bayi. Hehe.

Kalau tisu kering biasanya berguna banget buat menyeka bagian mulut yang sukanya basah kalau habis nyusu ASI. Atau kadang suka gumoh gitu. Dan untuk berbagai keperluan lain lah. Baik tisu basah maupun kering, kalau bisa pilih tisu yang teksturnya lembut, tanpa parfum dan alcohol free. Supaya lebih aman dan nyaman untuk bayi.

  1. Perlengkapan mandi

Perlengkapan mandi paling penting untuk dibawa tentu saja shampo dan sabun. Supaya praktis biasanya aku pilih yang 2 in 1, satu produk yang bisa untuk sabun sekaligus shampo. Untuk handuk bayi biasanya aku bawa yang kecil aja, supaya ngga terlalu butuh banyak tempat di dalam ransel.

Hair lotion dan baby parfum juga biasanya aku bawa supaya bayi tetap segar dan wangi, jadi enak dicium-cium. Hehe.

  1. Termometer & obat-obatan

Termometer dan parasetamol khusus bayi, adalah 2 sejoli yang ngga pernah ketinggalan, in case baby tiba-tiba demam jadi bisa kasih pertolongan pertama. Selain itu, obat-obatan buatku juga mencakup minyak kayu putih, minyak telon, transpulmin (balsem bayi), dan diapers cream.

  1. Ransel daypack

Biasanya kebutuhan bayi saat berpergian dimasukkan ke dalam diapers bag. Tapi aku lebih suka pakai ransel kecil karena lebih ergonomis. Kalau diapers bag yqng banyak dijual kan biasanya bentuknya tas selempang. Tas selempang bikin cepat pegal kalau dibawa karena bebannya hanya di salah satu pundak.

Nah, setelah bahas perlengkapan bayi wajib untuk dibawa traveling, tentu ada beberapa perlengkapan bayi yang tidak wajib dibawa dari rumah. Di antaranya adalah diapers.

Untuk di perjalanan, biasanya aku cuma bawa 1 atau 2 diapers saja. In case saat di jalan baby poop dan harus ganti diapers. Tapi kalau harus bawa banyak diapers aku akan bilang TIDAK. Soalnya diapers itu kan makan tempat banget di dalam ransel. Ngga berat sih, cuma menuh-menuhin tas aja. Haha.

Nah, untuk keperluan diapers selama stay atau traveling, aku biasanya beli di minimarket begitu sampai di kota tujuan. Itu sebabnya kalau traveling bawa bayi atau balita, aku lebih memilih daerah yang ramai atau perkotaan yang udah pasti ada banyak minimarket, apotek juga klinik.

Kalau mom traveler yang lain gimana? Pernah bawa bayi traveling juga? Samaan ngga kita soal barang bawaan untuk keperluan baby?