Category Archives: Tips and Tutorial

Traveling Essential Untuk ke Luar Negri

Beda gaya traveling, beda juga perlengkapan atau traveling essential yang harus kita bawa. Begitupun soal destinasi atau tujuan wisata, sudah pasti mempengaruhi barang bawaan saat jalan-jalan. Misalnya, untuk seorang light traveler atau yang lebih suka bakpackeran, biasanya lebih memilih ransel dibanding koper. Atau kalau destinasinya di alam dan lebih suka adventure, baju dan sepatu yang dipakai juga pasti menyesuaikan.

Nah kali ini, aku mau bahas barang apa aja yang biasanya aku bawa kalau jalan-jalan ke luar negri. Dan yang namanya ke luar negri, paspor tentu wajib dibawa. Jadi yang aku tulis di bawah ini selain paspor.

1. Ransel Daypack 35 liter

Saat traveling ke luar negri, biasanya aku akan bergerak dari satu negara ke negara lain. Seperti ketika aku backpacking ke 4 negara ASEAN pada 2014 lalu. Aku berangkat dari Jakarta ke Kuala Lumpur, lalu terbang ke Krabi, lanjut ke Bangkok lewat jalur darat, kemudian terbang lagi ke Phnom Penh, lanjut lagi lewat jalur darat ke Ho Chi Minh City, balik lagi ke Kuala Lumpur, baru deh pulang ke Jakarta.

Dengan gaya traveling seperti itu, ransel adalah pilihan paling pas, karena semua barang bawaan harus selalu dibawa kemana pun. Tidak seperti slow traveler yang biasanya menginap di satu hotel selama beberapa hari, dan barang bawaan ditinggal di kamar hotel sementara ia pergi jalan-jalan.

Ransel yang kupakai biasanya ukuran daypack 25 sampai 35 liter. Ukuran yang cukup untuk memuat barang bawaan untuk travelimg selama 1 minggu.

2. Kamera & Lensa

Siapapun yang suka traveling pasti setuju kalau jalan-jalan tanpa foto-foto itu nggak afdol. Nggak harus pakai kamera mahal, kamera handphone pun jadilah. Dulu, sebelum kebeli kamera, aku juga selalu mengandalkan handphone. Tetapi setelah punya kamera betulan, maka ia jadi barang wajib yang kubawa traveling

Satu tahun terakhir aku pakai kamera Sony a6000 dengan lensa fix 50mm f/1.8. Sayangnya kamera itu belum kebagian rejeki untuk dibawa traveling ke luar negri. 😆 Sebelum Sony, kamera yang selalu menemaniku traveling, termasuk ke beberapa negara ASEAN adalah Nikon D5000 dengan lensa tele 18-135mm f/3.5 yang cocok untuk banyak kebutuhan memotret, seperti landscape, portrait, atau candid.

3. Smartphone & Power bank

Selama traveling di luar Indonesia, biasanya aku menggunakan smartphone untuk mencatat hal-hal penting di aplikasi notes. Kamera smartphone juga sangat membantu untuk memotret momen yang aku temui sementara kamera yang betulan belum siap. Smartphone baru berfungsi sebagai alat komunikasi kalau dapat sinyal Wi-Fi ketika check in di hotel. Selain itu, kalau sudah dapat Wi-Fi biasanya aku akan back up semua foto-foto traveling yang ada ke Google Photos supaya aman.

Nah kalau fungsi power bank, tau lah ya, buat isi ulang daya baterai supaya smartphone on terus selagi jalan-jalan dan nggak nemu stekker listrik. Kapasitas power bank yang aku bawa minimal 10.000 mAh yang bisa digunakan untuk 3 kali pengecasan ulang smartphone.

4. Adapter Soket Listrik

Beberapa negara ASEAN yang pernah aku kunjungi, seperti Malaysia dan Singapura, soket listriknya berbeda dengan Indonesia. Kalau di Indonesia, sokenya 2 kaki berbentuk silinder, sedangkan di Singapura dan Malaysia soketnya 3 kaki. Untuk Thailand, Kamboja dan Vietnam, bentuk soketnya sama dengan Indonesia. Walau begitu, adapter tetap aku bawa.

5. Kain Pantai & Sunglasses

Walaupun nggak main ke pantai, kacamata hitam dan kain pantai nggak pernah ketinggalan aku bawa traveling. Kain pantai buatku berguna banget untuk selimut selama di kendaraan. Sedangkan kacamata, ampuh menutupi mata panda yang biasanya muncul karena kurang tidur selama traveling. Muehehe.

Atau kalau jalan-jalannya memang ke daerah pantai, kain pantai dan sunglasses bisa jadi pasangan yang pas. Seperti terlihat di foto di atas, aslinya aku cuma pakai celana cargo, manset dan kerudung. Supaya outfit terlihat pantas karena sedang berada di daerah pantai PhiPhi Island, kain pantai aku lilit di pinggang dan pakai sunglasses, jadi deh outfit pantai.

6. Dompet paspor

Berhubung sukanya ngetrip ke beberapa negara sekali traveling, jadinya paspor sering keluar masuk tas untuk checkpoint imigrasi. Nah, biasanya petugas imigrasi suka minta ditunjukkan tiket pesawat pulang, juga bukti bookingan hotel tempat menginap selama di negaranya. Biar nggak ribet, aku pakai dompet khusus paspor.

Ukuran dompet khusus paspor biasanya lebih besar dari dompet wanita pada biasanya. Jadi selain untuk menyimpan paspor, pas juga untuk menyimpan banyak benda kecil lainnya, seperti tiket pesawat, tiket-tiket wisata, kartu, dan uang.

Dompet yang selama ini aku pakai, adalah dompet dari hadiah saat ikut acara AirAsia’s Blogger Community. Modelnya memang nggak cantik atau kurang girly. Kan yang penting fungsinya. Tetapi buat kamu yang sangat mementingkan estetika, dompet wanita dari kulit sapi ini mungkin akan cocok.

Kemarin aku lihat-lihat dompet wanita di Qlapa.com, web marketplace yang menjual berbagai produk kerajinan dari seluruh Indonesia. Ukurannya 22.5cm x 12cm x 4cm. Cukup banget untuk menyimpan paspor dan semua benda lain yang harus disimpan di dompet. Selain itu, ada tali sepanjang 18cm kalau dompet itu mau ditenteng. Aku sempet kepingin beli karena di qlapa semua produknya berkualitas dan handmade. Lagipula, bahan kulit asli bisa lebih awet. Jadi bisa kepakai lama untuk dijadikan travelmate.

Yup, kualitas barang-barang wajib untuk dibawa traveling memang penting untuk diperhatikan termasuk dompet dan barang-barang diatas lainnya. Supaya ngga ngerepotin juga saat traveling. Seperti kejadian pada turis dari Singapura yang aku temui waktu jalan-jalan sampai gempor di Surabaya pada November 2015 lalu. Karena kebanyakan jalan kaki, sepatunya jebol, sol sepatu bagian bawah copot. Jadi ribet kan kudu beli sepatu baru.

Nah kalau kalian gimana? Punya cerita apa soal barang wajib yang selalu dibawa traveling?

Tip Baju Traveling Untuk Ibu Menyusui & Berhijab

Aku sedang menertawai hidupku dalam kurun waktu 3 tahun belakangan ini. Rasanya seperti lari marathon. Hamil, menyusui, lalu hamil lagi, dan menyusui lagi. Non stop gitu. 😆

Dan tentunya, hal itu sudah banyak mengubah hidupku. Salah satunya soal fashion item untuk traveling. *njay… noe ngomongin fashion. 😆 Anyway, kalau ngga cocok ngomong bahasa fashion, mari dibuat sederhana aja, pakai kata gaya berpakaian. Cucok!

Selama hamil dan menyusui, tentunya aku ngga bisa pakai baju-baju lama yang biasa aku pakai. Baik di rumah maupun saat traveling. Jadi waktu hamil abang Ranu, aku sempat beli beberapa celana dan baju hamil yang juga merupakan baju menyusui. Dan di antara baju-baju yang aku beli itu, ada satu stel baju yang jadi favorit aku banget, yaitu celana hamil model skinny jeans dan dress/atasan garis-garis hitam putih. Seperti di foto ini, nih;

Baju hamil dan menyusui favorit

Skinny jeans dan dress itu jadi stelan baju yang sering banget aku pakai traveling. Soalnya nyaman dipakai juga. Dan bisa dibilang, itu adalah skinny jeans pertama yang aku punya.

Dulu sempat ngga berani pakai skinny jeans, soalnya kan ketat gitu. Sama Ojrahar juga ngga boleh. Mungkin dia ngga rela badanku yang sekseh *pfft* ini diumbar-umbar. Tapi setelah menemukan baju atasan yang panjangnya sedengkul, jadi dibolehin lah sama doski.

Nah, berhubung sekarang udah ngga hamil, jadi ngga mungkin kan celana itu aku pakai lagi. Dan akhirnya aku mulai merasa seperti … gue harus punya penggantinya nih.

So, itu juga yang jadi alasan mengapa tulisan ini dibuat. Kali ini aku mau review skinny jeans baruuuu. Yeay! Ngga cuma itu, ada kemeja dan sepatu baru juga. Seperti yang sempat aku tulis juga di instagram beberapa hari lalu, ketiganya aku pakai untuk traveling seharian ke kawasan wisata sejarah Banten Lama. Supaya reviewnya lebih afdol dari sisi pengguna, dan berdasar pengalaman pribadi juga.

Tapi sebelum itu, aku mau share dulu beberapa tip baju traveling untuk perempuan berhijab dan sedang menyusui.

Menurutku, syarat utama baju yang cocok untuk ibu menyusui adalah sbb;

  • Busui friendly dengan bukaan depan, atau jendela menyusui. Baju dengan bukaan depan seperti kemeja, atau kaos dan dress yang menggunakan kancing atau resleting di bagian depan, sangat memudahkan untuk menyusui dimana saja. Lebih asik lagi pakai baju menyusui kekinian yang ada jendelanya di bagian dada. Tinggal buka dikit, joss. Eh, itu mah lagu dangdut. Maksudnya, buka dikit jendela menyusuinya itu, keluarkan puting dikit dan breast-feeding deh.
  • Bahan baju harus lembut dan nyaman. Ya kalau bahannya kasar, khawatir bayinya ngga nyaman saat nempel ke baju kita ketika sedang menyusu.
  • Praktis saat pakaian akan dipakai atau dilepas. Biar ngga ribet dan kelamaan. Paling males kalau pake baju yang ribet, apalagi harus dibantu orang lain.
  • Simpel dan mudah buka tutup saat harus menyusui.

Dan … gaya berpakaianku untuk traveling saat menyusui biasanya seperti ini;

1. Baju menyusui bahan kaos + celana katun stretch

Bisa dibilang, kaos khusus ibu menyusui dan celana berbahan katun stretch juga favoritku kalau traveling bawa bayi. Soalnya, baik kaos maupun katun stretch kan bahannya bisa melar gitu, jadi bahannya fleksibel saat tubuh bergerak.

2. Long dress bukaan depan + manset menyusui

Salah satu keuntungan pakai long dress adalah bawaan baju saat traveling jadi lebih simpel. Cukup 1 baju dan sudah mengcover seluruh body dari atas ke bawah. Ya kecuali kalau dressnya tanpa lengan, tetap butuh 1 item lagi yaitu manset menyusui. Oya, berhubung aku ngirit, ngga mau beli manset lagi, aku manfaatkan manset-manset lama yang aku punya, dan aku gunting di bagian dada supaya ada jendela buatan. 😆 Toh, ngga kelihatan juga bagian yang disobek itu. Kan ketutupan dress. *wink*

3. Dress menyusui + skinny jeans

Menyusui dimana saja

Yang ini juga favorit aku. Sayangnya, dress khusus ibu menyusui yang aku punya cuma satu. Aku pake terus kemana-mana. Sampai pada bosen liatnya. Asli itu lagi, itu lagi baju yang nongol di instagram juga. Haha, sedihnyoo 😆 Ada yang mau beliin? *lah malah modus gini*

4. Kemeja + celana denim

Well, berawal dari baju-baju traveling selama menyusui yang kesannya kok itu lagi itu lagi, jadi aku mulai bongkar isi lemari dan berniat pakai lagi kemeja-kemaja lama. Dipadu padan dengan celana denim atau celana bahan yang nggak ketat.

5. Kemeja tunik + skinny jeans

Belekangan ini kemeja tunik, alias kemeja yang panjangnya sampai dibawah lutut sempat booming. Jadi cocok lah dijodohin sama skinny jeans, atau kalau di Indonesia suka disebut celana pensil. Kemeja tunik bisa buat nutupin bagian yang sekseh di area pinggul dan paha.

Sebenarnya, aku termasuk telat karena baru coba pakai kemeja panjang itu sekarang-sekarang ini. Hihi. Dan ndilalahnya, pertama kali coba kok merasa suka. Termasuk sama pasangannya si skinny jeans yang memang dari awal ekspektasiku udah tinggi aja. Berharap skinny jeans ini sama nyamannya dengan skinny jeans hamilku yang sudah harus pensiun itu. Eh, satu lagi, converseku, sepatu mahalku satu-satunya itu juga udah mulai terkikis sol bagian bawahnya. Jadi boleh lah aku punya sepatu baru lagi yang warnanya sama-sama merah. 😆

Yaudah, mulai yuk baca reviewku 1 per 1. Review singkat aja kok.

Review Carvil Fashion Item Wanita

Kalau dengar brand Carvil, aku langsung ingat iklan sandal di TV dengan tagline “Tetap Yang Terbaik”. Iklan Carvil biasanya lebih gencar kalau musim lebaran. Dulu jaman masih sekolah, suka dibeliin Carvil yang model sandal gunung. Ya, dulu aku taunya Carvil cuma brand alas kaki. Sekarang ternyata ada celana dan baju juga.

Biar nggak penasaran, aku coba juga nih skinny jeans dan kemeja tunik yang ternyata cocok untuk dipakai traveling di masa menyusui. Dan ini kesanku setelah memakainya.

Kemeja Tunik
Namanya Carvil Shirt Jasmine. Harga Rp349.000. Aku pakai ukuran M yang ternyata longgar di badanku. Fyi, tinggi dan beratku cuma 150cm/49kg. Sementara aku ngintip baju yang sama di Zalora, si mbak model dengan tinggi badan 177cm, pakai ukuran S. Bahan bajunya agak mirip flannel, nggak bikin gerah dan nggak gatal dikulit walau panas-panasan dan berkeringat.

Oya, aku suka dengan kantong baju yang posisinya di pinggul, jadi bisa tetap mengantongi hape walau sedang gendong bayi. Ngga mungkin aja ngantongin hape kalau saku bajunya ada di dada.

Skinny Jeans
Namanya Carvil Jeans Bilkis, dengan model mid rise, yaitu celana yang dipakenya pas di pinggang. Bukan di bawah pinggul atau lebih tinggi dari udel. Harga Rp439.000. Warna yang aku pakai biru gelap, ukuran M, dengan bahan katun yang lembut dan melarnya asik banget. Tetep nyaman buat pecicilan. Bahkan aku bisa lompat-lompat sama anak kicik si abang Ranu. Dipakai duduk atau jongkok juga masih asik. Nggak menekan dan menyakiti otot dan sendi gerak kaki.

Sepatu
Sepatu yang aku pakai jenis flat shoes, ukiran 37. Harga Rp179.000. Sejujurnya, ini sepatu paling girly yang pernah aku punya. Biarlah aku belajar jadi perempuan, biar nanti kalau Karla besar yang ditiru dari emaknya bukan gaya tomboinya. Walau masih risih pakai flat shoes yang girly banget, tapi aku suka karena sepatunya nggak pakai hak, masih enak dipakai. Sayangnya, aku lupa pakai plaster di tumit saat pertama kali pakai. Jadi lecet deh karena bagian belakan sepatu baru biasanya memang masih agak kaku. Oya, warnanya merah menggoda, matching lah sama traveling essentialku yang lain.

Yaudah, segitu aja tip dan pilihan gaya pakaian traveling untuk ibu menyusui yang biasanya aku pakai. Gaya setiap orang pasti beda-beda, coba sharing sini. Atau ada rekomendasi gaya lain yang mungkin cocok untukku?