Catatan Traveling Selama Tahun 2015

Klenteng Tan Hin Bio Surabaya

Tahun 2015 segera berakhir. Hanya tinggal beberapa hari lagi, tahun baru 2016 tiba. Sementara ini, aku masih belum berani membuat resolusi traveling untuk tahun depan. Pinginnya sih bisa family trip ke Bangkok, dan ikut Festival Takabonerate yang biasanya diselenggarakan awal bulan September. Tetapi mengingat ada bayi dan butuh budget yang lebih dari biasanya, aku jadi kudu lebih rajin melakukan ‘self pukpuk’. Haha.

Nah dari pada mikirin tahun depan bisa traveling atau ngga, mending sekarang flash back aja deh. Sudah kemana aja selama tahun 2015 dan apa aja yang unik?

Kampung Naga

Kampung Naga

Tahun 2015 diawali dengan trip yang tidak terduga ke Kampung Naga di Tasik. Berawal dari undangan pernikahan teman di kota Tasik, lalu sebelum pulang kami mampir ke Kampung Naga. Cerita tentang Kampung Naga yang sedikit mirip dengan Kampung Baduy pernah kutulis juga di blog ini dengan judul; Tak Ada Naga di Kampung Naga.

Tetapi ada satu cerita yang cukup menarik tentang perjalanan di Tasik yang belum kutulis, yaitu saat kami tiba di Kota Tasik dini hari, dan kami numpang tidur di selasar Masjid Agung Tasikmalaya. Kami tidur di sana sampai waktu subuh. Masjidnya besar dan bagus. Banyak kamar mandinya. Cocok untuk backpacker sepertiku dan keluarga. Bisa numpang tidur, mandi, lalu solat aubuh berjamaah, dan cuss jalan-jalan.

Penang – Malaysia

penang_5

Bisa sampai ke Penang karena hadiah lomba blog AirAsia. Yang paling berkesan selama di Penang menurutku adalah moment ulang tahun yang ke-30. Jadi anggap saja traveling ke Penang adalah hadiah ulang tahun buatku. Plus, waktu di hotel, dapat kue dan kartu ucapan juga. Hmm… kira-kira, pada Januari 2016 nanti bakal dapat kejutan lagi ngga ya? *ngarep*

Satu lagi yang berkesan di Penang adalah ketika sebelum pulang. Setelah selama 4 hari nyobain makanan ini itu, dan ngga ada yang bisa memuaskan lidah si ibu hamil muda, akhirnya kami memutuskan makan di Mc. D sebelum meluncur ke bandara dan terbang ke Jakarta. MasyaAllah mengalaman makan burger Mc. D saat itu. Nikmaaatnyaa. Sampai-sampai aku berulang kali bilang bahwa “ini makanan terenak se-Penang”. Haha.

Singapura – Malaysia

Pakai blouse untuk traveling selama hamil

Perjalanan ke Singapura & Malaysia pada akhir Maret 2015 sebenarnya cuma untuk transit. Tujuan utamanya adalah ke Aceh & Sabang. Highlight selama perjalanan di Singapura & Malaysia yang paling membekas di kepala adalah menderita sakit dan kelelahan karena kehamilan dan kurang asupan nutrisi yang cukup. Maklum, ngirit! Begitulah backpacker kere, apa-apa liat budget. *go judge me*

Aceh & Sabang

Tugu Kilometer Nol Indonesia

Bisa dibilang, aku merasa sedang pulang setelah berhasil menginjakkan kaki di Aceh. Why? Ya karena akhirnya bisa meninggalkan negeri orang yang semua-semua serba mahal. Yap, akhirnya kembali ke bumi Indonesia di mana air mineral botol ukuran 600 ml harganya ngga lebih dari goceng. (note: di Singapura 1.5 dollar alias hampir 15 ribu rupiah).

Satu lagi yang paling berkesan dari trip Aceh adalah saat di Sabang. Di sana untuk pertama kalinya snorkeling ngga perlu jauh ke tengah laut. Duduk aja di pinggir pantai, ikan-ikannya pada nyamperin sendiri. Airnya beniiing. Sayangnya terumbu karang udah rusak. Tapi kalau agak ke tengah mungkin terumbu karangnya masih banyak dan bagus.

Bangkok

Tim Blogger Indonesia menggunakan National Dress

Setelah trip Aceh pada awal April, kufikir ngga bakal kemana-mana lagi menginngat kehamilan sudah masuk trimester akhir. Tapi namanya rejeki, datangnya kadang tak terduga. Akhir Mei, aku malah dapat tawaran untuk ikut pesta ulang tahun AirAsia Blogger’s Community di Bangkok. Semangat dong aku! Untungnya perempuan hamil ngga dilarang ikut. Wohoo!

Yang paling kuingat saat jalan-jalan di Bangkok selain keseruan acara AABC, adalah makanannya. Selama 3 hari di Bangkok, aku nyobain beberapa makanan mulai dari tom yam & som tham di Siam Paragon Mall, mango sticky rice di Platinum Fashion Mall, es krim & shabu di Asiatique The Riverfront, seafood di Chinatown, fresh juice di jalanan, dan segambreng makanan di hotel yang yummy.

Mudik Lebaran

Ok, mudik memang bukan bagian dari traveling sebenarnya. Tapi kenekatanku mudik ke Bekasi dan Lampung naik motor di usia kehamilanku yang sudah memasuki 9 bulan, patut dicatat. Puasa-puasa, siang hari, dibonceng motor dari Serang ke Bekasi, rasanya mau pingsan. Supaya ngga pingsan beneran, kami berkali-kali berhenti untuk istirahat. Begitu juga saat dari Bekasi ke Lampung. Haha, nekat!

Dari Lampung saat perjalanan pulang lagi ke Serang, sempet mampir ke Menara Siger. Ini untuk kedua kalinya mampir di landmark Lampung. Ya, mudik sekaliam traveling gitu ceritanya.

Surabaya

PTPN Surabaya

Khusus untuk catatan yang ini, aku sudah punya bayi. Memang sudah niat sejak sebelum melahirkan. Aku kepingin family trip sekeluarga lengkap sebelum masuk kerja, memanfaatkan masa cuti melahirkan. Alhamdulillah terlaksana dan destinasi kami adalah Surabaya.

Yang paling menyenangkan ketika di Surabaya adalah jalan kaki sampe gempor bareng bule dari Cheko, Netherland, dan sepasang suami istri dari Singapura. Mulai dari House Of Sampoerna, ke Jembatan Merah, lalu ke Klenteng Hok An Kiong di daerah Pecinan Surabaya, terus balik lagi ke Jembatan Merah.

Asiknya, bule-bule itu ngemong banget sama Daffa’ & Abyan. Yang dari Cheko malah fasih bahasa Indonesia. Mereka semua suka sama anak-anak. Ngga keberatan jalan bareng bayi pula. Keren deh!

Dan ada cerita lucu ketika kami sedang bingung cari jalan arah ke klenteng. Sepatunya si bapak yang dari Singapura jebol. Jadilah ketika di klenteng kami ngga bisa lama-lama. Cuma foto sebentar lalu jalan balik lagi ke Jembatan Merah Plaza untuk beli sepatu baru.

Selain kota-kota tersebut di atas, sebenarnya masih ada lagi beberapa kenangan traveling selama tahun 2015. Cuma yang memang lokasinya ngga jauh-jauh. Masih sekitaran Serang dan Cilegon. Semuanya memiliki cerita tersendiri yang patut disyukuri dan menjadi bagian sejarah hidup.

Tahun depan apakah aku masih bisa traveling atau ngga, hanya Tuhan yang tau. πŸ™‚

20 thoughts on “Catatan Traveling Selama Tahun 2015”

  1. Catatan Traveling apalagi di sertai photo sangat penting sekali untuk beberapa tahun kedepan….pasti ketika kita bepergian dengan orang tercinta yang telah tidak ada di samping kita sangat memiliki kenangan manis mapun paitnya…..

Leave a Reply