Tips Traveling

Butuh Keberanian Untuk Traveling

Backpacking With children

Traveling ala backpacker memungkinkan kita untuk bisa lebih banyak belajar tentang kehidupan. Salah satunya adalah agar anak-anak terbiasa merasakan ketidak-nyamanan. Agar meraka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan jauh dari sifat manja. Tetapi bukan. Bukan itu alasan kami menjadi keluarga yang menggemari backpacking.

Semua demi penghematan. Bukan karena pelit, tetapi memang keadaan yang memaksa.Β Jadi, jangan kira kami memilih menjadi budget traveler untuk sebuah alasan mulia.

Namun jika anak-anakku kelak tumbuh menjadi pribadi yang baik karena terbiasa belajar selama backpacking, itu bonus. Karena yang terpenting bagi kami sebenarnya adalah bagaimana agar kami bisa tetap traveling bersama.

Bicara tentang backpacking bersama anak-anak, bagiku adalah tentang perjuangan untuk bisa traveling dan menghabiskan waktu bersama. Karena aku juga merasa tak tega jika meninggalkan keluarga di rumah atas nama ego. Walau bagaimana pun, aku ini tetap emak-emak yang ingin juga untuk selalu ada di tengah keluarga. Apalagi jika menyadari ada banyak hari berlalu, sementara aku lebih banyak menghabiskan waktu di kantor daripada mendampingi mereka di rumah.

Meskipun aku sendiri sadar, memilih untuk membawa seluruh anggota keluarga dalam sebuah perjalanan tentu membutuhkan materi yang lumayan. Dan jika melihat penghasilan keluarga kami yang pas-pasan, ini berarti harus ada yang dikorbankan untuk tetap bisa traveling. Misalnya, kami rela setiap hari makan nasi dengan sayur dan lauk sederhana, yang penting bisa jalan-jalan.

Jadi kalau kelihatannya aku sering jalan-jalan, baik itu jalan sendiri maupun bersama keluarga, jangan dikira karena kami punya banyak uang. Bagiku ini hanya soal prioritas. Dan kebetulan, traveling adalah salah satu prioritas di keluarga kami.

PostinganΒ ini bisa menjadi jawaban buat mereka yang mau banget meluangkan waktu untuk bertanya lewat japri (jalur pribadi), apa tips-nya kok bisa jalan-jalan terus? Apakah karena gaji besar? Atau karena aku bekerja di bidang tour & travel? Pertanyaan-pertanyaan itu masuk lewat email, inbox fb, juga whatsapp dan BBM.

Jujur saja, aku ngga punya tips khusus agar bisa jalan-jalan terus. Karena yang paling kukedepankan adalah keberanian. Berani ngirit supaya bisa menyisihkan uang untuk jalan-jalan. Berani jalan-jalan ala gembel asalkan bisa sampai ke destinasi impian. Dan berani menghadapi cacian dari orang yang tidak bisa menahan diri untuk nyinyir. Seperti…dinyinyirin karena ‘liburan kok nggembel?’. Semacam itulah.

Lalu bagaimana menghadapi orang nyinyir? Ya kasih senyum aja! Jangan dipikirin, dan jangan ijinkan hati kita bersedih karena omongan orang. Untuk hal macam ini, aku punya quotes andalan sebagai pengingat untuk diri sendiri;

“You can’t always control what goes on outside, but you can control what goes on inside.” – Anonymous.

Jadi intinya, apapun yang terjadi, apapun keadaannya, kalau keberanian untuk traveling itu sudah cukup besar, kita akan menemukan cara untuk tetap traveling.

34 thoughts on “Butuh Keberanian Untuk Traveling

  1. Sepakat banget mbak Noe πŸ™‚ Kayaknya harus mulai mupuk keberanian lagi dan ngirit biar bisa traveling lagi. Sejak anan-anak sekolahnya menginjak SMP-SMA rencana mbolang gagal mulu hihi, bentrok ngatur jadwal liburnya teyus

  2. Mba Nurullll, artikelnya kena bangettt! aku udah lama ngerencanain liburan lagi sekeluarga, tapi selalu ada yang (rasanya) lebih penting, anak masuk SMP lah, si bungsu masuk PG lah, mau lebaran lah, gituuu aja terus muter2.. tapi abis baca artikel ini jadi mantep kayaknya buat jadiin acara liburannya, makasihhh yaaa…

    1. Hihi… Skala prioritas memang ngga bisa ditawar sih ya kadang. Hihihi. Ayo mba, ambil momen liburan sekolah. πŸ˜‰

  3. Tulisan mba Noe selalu menginspirasi.
    Saya walaupun sedang berbadan dua tidak pernah lepas dari impian untuk jalan-jalan bersama keluarga sesudah anak cukup mengerti nantinya. Dulu waktu masih single sering di nyinyirin kok jalan-jalan mulu karena duit banyak terbuang. Padahal bagi saya yang kepo ini justru jalan-jalan akan membuka hal-hal baru yang saya nggak tahu. Tapi benar banget mba yang penting keberanian. Tancap gas aja terus dengan penuh perhitungan mudah-mudahan jalan-jalan ini terus menjadi berkah … aminnn

  4. Aku travellingnya pingin berlima terus. Nah suami sering ngajak travelling berdua aja, baru ajak anak-anak, jadi liat situasi dan ngerti dulu deh tempat yg ingin dikunjungi baru ajak anak-anak, pingginnya suami sih seperti itu. Akunya yang nggak tega ninggalin anak-anak hihihi

  5. Anjing menggongong kafila berlalu *ditoyor.

    Nyinyir tanda tak mampu *ngajakkelai. hahaha

    Mbak, mau gaya gembel, mretel atau perkedel whatever yang penting sampeyan sama anak anak sama sama hepi. Suka suka kita sama keluarga, orang lain tahu apa tentang travelling dan kebahagiaan keluarga. Yang penting mereka tetap sehat selam perjalanan

    bener, senyum ceria aja deh kalau ada yang nyinyir.

    Salut, dengan kondisi yang mepet Mbak Nurul tetep mengusahakan ngajakin keluarga jalan jalan. Jadi prioritas lagi. Semoga Allah memberikan kelapangan rezeki biar terus bisa travelling bersama keluarga. Aamiin

    1. Hahaha… Gue suka gaya lo, emaak mbolang :p aamiin aamiin, makasih doanya. Dikau juga moga sehat bahagia n mbolang selalu :*

  6. wahhh jadi inget ada beberapa orang yang bilang di kantor: evrina tuh banyak duitnya sering jalan2, dia belum tau kalo di rumah makan pake ikan teri biar bisa halan-hala *eh intinya halan-halan juga kan dari nabung juga, gak instant ya mbak

  7. mgkn bukan hanya keberanian tapi kesepakatan.
    emak pgn pergi, bapak ga mau, anak pgn pergi juga sebenarnya, tapi bapak e gak mau. yaaa ga jadi lagi deh travellingnya.
    ihiii *curcol

    btw, sharing tips ngirit di perjalanan, akan banyaj membantu orang mbak Noe. keep jalan jalan okeh. lain kali ngajak eke yaak…

  8. Hemat dalam traveling memang perlu. Orang bule juga banyak yg menginap di penginapan murah. Yang penting bisa melihat aneka obyek wisata dgn biaya ringan.
    Salam hangat dari Jombang

  9. Niih diaa yang kucari-cari selama ini jawab rasa kekepoanku, kenapa yaah ada orang lain bisa halan2 berlibur dengan nyantai *aku mah apalah duit udah lari kemana kemari..tengkyu ya mbak Noe atas tipsnya yg keren πŸ™‚

  10. Hmmm. Ada ya yg nyinyirin jalan2 dg cara “ngegembel”? Aneh juga ya. Masing2 orang punya style sendiri, knapa pula harus sibuk dg orang lain? Aku justru sering ajak anak2 ” mbolang” karena sensasi serunya, sensasi petualangan itu yang lebih asyik dan banyak yang bisa dipelajari *menurutku sih*

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.