Blogging with smartphone

Buang Kata Ingin!

Beberapa hari lalu saat membuka aplikasi wordpress di handphone, aku menemukan satu notifikasi yang lumayan membuatku mengernyitkan dahi. Karena setelah kubuka notifnya, ternyata sebuah achievement (yang katanya) sudah 5 tahun aku menggunakan wordpress. Lha, masa?

Menulis di wordpress

Perasaan, aku baru mulai ngeblog kemarin sore. Eaa… Tapi ternyata sudah 5 tahun aja. Time flies, yoo.

Btw, kalau melihat lagi ke belakang saat awal-awal mulai ngeblog, rasanya tuh kepingin malu. Haha. πŸ˜€ Berani banget aku ngeblog dengan tulisan yang masih acak-acakan struktur kalimatnya, pakai kata ganti ‘elu-gue’, dan banyakan galaunya. Dan sekarang aku harus bersyukur atas keberanianku untuk mulai ngeblog 5 tahun lalu, karena sekarang aku merasa sudah memetik banyak manfaat dan berkah dari ngeblog.

Salah satu manfaatnya tentu saja perkembangan kemampuan menulis. Ibarat mata pisau tuh ya, jika semakin diasah, maka akan semakin tajam. Jadi kalau aku boleh memberi saran buat yang baruu banget ngeblog, atau baru akan memulai, ini kuncinya;

JANGAN TAKUT, JANGAN KEBANYAKAN MIKIR, & ACTION!

Kalimat itu juga yang kupakai untuk menjawab setiap kali suamiku menyampaikan keinginannya untuk ngeblog.

Blogging with smartphone
Ssst…. Dia mulai ngeblog!

Sebagai seorang yang lebih banyak menggunakan otak kirinya saat berfikir, suamiku itu memang jadi kebanyakan mikir kalo mau melakukan sesuatu, mencari waktu yang tepat untuk action, memikirkan berbagai kendala yang mungkin ditemui & memikirkan solusinya. Sifat tersebut memang ngga selamanya negatif sih. Tapi kalo kelamaan, kuatirnya hidayah ngeblog-nya keburu ilang.

Kecuali…, orang dengan dominan otak kiri ini tau betul apa alasannya untuk ngeblog. Jadi apapun halangannya, dan walaupun terkesan lambat karena selalu mencari waktu yang tepat, tetapi dia akan selalu berusaha untuk menjaga si hidayah tersebut dan pada akhirnya mulai juga ngeblog.

Balik lagi ke suamiku nih. Akhirnyaaa, setelah beberapa tahun kenal dan bergaol sama blogger, dan selama ini cuma bilang kepingin dan kepingin, akhirnya dia mulai juga ngeblognya. Yang penasaran seperti apa tulisan pertamanya, boleh diintip di www.ojrahar.blogspot.co.id

Ngeliat suamiku ngeblog, rasanya seneng. Meskipun lama banget mulainya. Beda sama aku yang dominan otak kanan. Orang dengan dominan otak kanan tuh, misal kalau mau belajar renang, langsung nyemplung ke kolam, ngga mau banget masuk kelas untuk belajar materi di atas kertas. Kelamaan! Lebih suka langsung terjun. Bahasa kerennya itu learning by doing. Jadi dalam hal bloging, ya mulai mah mulai aja. Soal tulisan belum bagus, belum berkualitas, belum punya konsep mau jadi blogger gado-gado atau niche, dll, itu bisa sambil jalan. Nanti juga nemu zona nyamannya dimana.

Seperti sekarang ini aku sudah menemukan zona nyaman dalam ngeblog. Nyaman nulis dengan niche traveling, nyaman pakai kata ganti ‘aku-kamu’, nyaman nulis travel story yang menye-menye (halagh), dll.Β Hmm…, sampai di sini aku jadi ingat pesan dari Windy Ariestanty saat aku ikut pelatihan menulis memoar.

Buang kata INGIN, dalam kalimat “saya ingin menulis”, sehingga menjadi “SAYA MENULIS”.

19 thoughts on “Buang Kata Ingin!”

  1. Saya kalau baca tulisan lama jadi senyum sendiri, juga malu sendiri hehe…
    Tentu sesuatu banget suami mulai ikut ngeblog gegara ketularan sama istri.

  2. Sampai sekarang aku ngga pernah hapus tulisan pertama ku saat mulai ngeblog. walau kalau baca-baca lagi jadi mlu sendiri. ternyata aku duku pernah alay. hahahahahaha

Leave a Reply