Jakarta

Belajar tentang Budaya kerja di Google Indonesia

Okeey, ini waktunya menulis cerita kunjungan singkat ke kantor Google Indonesia yang ada di Central Senayan II. Beruntung aku menjadi salah satu dari 50 besar finalis Srikandi Blogger 2014, sehingga berkesempatan untuk ikut berkunjung ke Google Indonesia bersama KEB (Kumpulan Emak Blogger) pada Sabtu, 15 Februari 2014.

image

Pernah ngintip betapa kerennya kantor Google ini di blognya Mak Haya Alia Zaki, dan langsung ngiler, kepingin juga ngeliat secara langsung dan merasakan, duduk di meeting room yang cozy, bobok-bobokan di ruang tidur siang yang hommy, atau nyobain main game di ruang bermain. Hihiyy… 😀

So, yuk ngintip foto-foto hasil jepretan seadanya pake kamera hape-ku. 😉 Selain hommy dan cozy, desain ruangannya itu Indonesia banget! Lihat, ada batik-batik yang dijadikan background tulisan Google, ada lukisan di dinding yang menggambarkan sejarah Indonesia, ada becak, dan ruangan-ruangan yang diberi nama lucu-lucu, seperti warung mbah google untuk pantry, atau ruang-ruang meeting dengan nama-nama pahlawan Indonesia.

Meeting room
Daftar menu dan kaleng-kaleng kerupuk
Warung Mba Google, a.k.a Pantry
Ruang main game
Ruang bobok siang
Corat-coret, bebass

Uniknya lagi nih, ada tiga tiang beton di tengah ruang kerja yang boleh dicorat-coret. Whoaa…, budaya orang Indonesia sekali ya, bangga bisa ninggalin jejak di suatu tempat baru dengan corat-coret. Nggak peduli apakah itu tergolong vandalism dan merusak alam. Eits, karena disini emang dipersilakan, aku ikutan corat-coret aah… Tapi kalo di tempat lain jangan yaa..

Setelah keliling-keliling dari satu ruang ke ruangan lain yang ada, lalu muncul satu pertanyaan, ini gimana kalo karyawannya lebih suka main-main dari pada kerja?

Dan pertanyaan itu terjawab ketika Eunike Kartini, atau lebih akrab disapa Keke, menjelaskan bahwa yang paling penting sebenarnya adalah budaya kerja, bukan sistemnya. Hehe…, maksudnya apa ya?

Keke ini adalah Product Marketing Manager (kalo nggak salah, lupa ane), khususnya untuk produk Google Plus. Jadi, ceritanya KEB sebagai salah satu komunitas blogger terbesar di Indonesia, dengan membernya yang kebanyakan adalah emak-emak, sengaja di undang untuk sharing tentang google plus. Mengenal lebih jauh tentang G+ dan perannya yang ternyata jika digunakan secara optimal, G+ ini sangat berguna dalam dunia blogging. Dan soal, manfaat-manfaat G+ untuk dunia blogging, nanti dibahas lebih lanjut dalam postingan terpisah. Semoga aku cukup ngerti untuk nulisnya. 😆

Aku dan Mba’ Keke

Sekarang, yuk balik lagi soal budaya kerja.

Intinya, bagi google, staf adalah asset yang sangat berharga. Agar para staf dapat bekerja dan berkarya dengan baik, maka mereka tidak boleh stress. Untuk itulah berbagai fasilitas disediakan agar staf merasa nyaman seolah berada di rumah sendiri, bisa tidur siang sejenak jika kelelahan, main game jika butuh refreshing, dan juga disediakan makan siang serta camilan gratis. Dan yang masakin setiap hari di warung mbah google adalah chef dari sodexo, dan berganti-ganti setiap hari menunya…

Nah, dengan fasilitas yang super lengkap dan amat memanjakan, staf Google Indonesia bebas mau ngapain di kantor, yang penting kerjaan beres. Jadi, mau bobok atau main game sebelum jam istirahat pada umumnya, ya monggo, yang pentiiingg…, hasil kerja bisa dipertanggung jawabkan saat dibutuhkan. Baiklaah…, aku mulai faham soal budaya kerja yang harus lebih ditekankan, ketimbang sistemnya. Percuma juga kalau sistemnya yang dibuat ketat, tapi stafnya stress lalu malah nggak bisa berkarya dengan maksimal. Lalu pelarianya, curi-curi waktu buat online dan berhaha-hihi di socmed. Haha.. gue banget yg itu mah.

Oke, dan ini… bonus foto keseruan para emak yang mengunjungi kantor Google Indonesia 😉

Bobok-bobokan di ruang tidur siang 😀

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.