Belajar Menjadi One Step Ahead Mum

sehat itu penting

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Termasuk aku yang sekarang sudah punya 3 orang anak. Anak-anak yang selama ini aku bawa mbolang kesana kemari. Terlebih Mamas dan Kakak yang sekarang sudah memasuki dunia sekolah.

Sudah banyak kisah cerita traveling bersama mereka. Mulai dari jalan-jalan yang pait banget dan penuh sengsara, sampe yang seneng-seneng di hotel berbintang. Awalnya sih ngajak mereka jalan-jalan karena ngga tega kalau ditinggal terus. Tapi lama-lama kerasa juga manfaatnya untuk mendidik mereka supaya ngga manja.

Lewat traveling bersama, mereka bisa belajar untuk terbiasa susah dan menghadapi masalah. Bertahan dan terus berjalan. Bertemu banyak orang dan bersosialisasi. Melihat dunia luar. Berempati. Dan belajar banyak hal lainnya tentang kehidupan. Iya, aku bahagia melihat mereka ikut menyenangi kegiatan traveling. Tapi, ada hal lain yang sempat membuatku khawatir.

kakak adik 2

Kalau lihat hasil belajarnya lewat nilai-nilai rapor, rasanya kepingin minder. Sebab mereka ngga bisa dikatakan sebagai anak berprestasi. Bisa dapat nilai yang relatif sama dengan nilai rata-rata kelas aja udah sukur.

Tapi… setelah sharing dengan para mommies lain, baca-baca berbagai literature, dan ikut beberapa talk show atau seminar parenting, minderku rada berkurang. Ya buat apa minder? Bukannya kesuksesan anak di masa depan itu tidak ditentukan oleh seberapa besar nilai ujiannya di sekolah?

Seperti salah satu materi di acara Parenting Talk Show beberapa hari lalu di Main Hall Galeri Bursa Efek Indonesia. Ajeng Raviando, P.Si (psikolog anak) menjadi salah satu pembicara. Materi yang disampaikannya soal “Menggali dan Mendukung Potensi Si Kecil”.

kids learning

Ajeng menyampaikan satu fakta bahwa sebagian besar ibu memiliki keinginan untuk memberikan yang terbaik. Namun sebagian besar dari mereka juga tak tau dan kurang memahami hal-hal yang paling dibutuhkan oleh anak.

Untuk itulah, seorang ibu harus menjadi One Step Ahead Mum. Yaitu seorang ibu yang tidak hanya memahami apa yang terbaik untuk masa depan anaknya, tetapi juga aktif mendukung anak dengan cara mencari tahu potensi anak.
Untuk menjadi One Step Ahead Mum, seorang ibu harus memperkaya pengetahuan tentang:

  • Tahap perkembangan anak
  • Mempunyai wawasan mengenai kecerdasan majemuk dan kecerdasan intelektual
  • Memahami gaya belajar anak
  • Menemukan pola asuh yang tepat
  • Mengetahui cara mengidentifikasi potensi anak

main keyboard

Jadi, lagi-lagi aku belajar mengenai kecerdasan majemuk. Untuk mendukung masa depan anak, sejak dini seorang ibu memang harus mengenali apa kelebihan yang dimiliki anak. Apakah dia lebih senang menggambar? Menyanyi? Menulis? Atau yang lainnya. Jika sudah menganali di mana kelebihan (kecerdasan) anak, baru deh diarahkan supaya potensinya lebih keluar lagi.

Ajeng menekankan, dibutuhkan observasi rutin sejak usia dini untuk dapat melihat potensi anak. Dan jangan lupa untuk memberi nutrisi terbaik untuk tumbuh kembang anak. Berikan pendidikan dan pengetahuan sesuai dengan karekter anak. Serta ajarkan keterampilan financial untuk masa depan anak.

Materi lain yang juga penting buatku adalah dari Drh. Damayanti Jusuf, M.Sc., Ph.D yang seorang praktisi pendidikan. Isi materinya tentu seputar pendidikan. Memilih sekolah. Metode pendidikan seperti apa yang cocok untuk anak. Serta memilih jurusan yang sesuai.

stimulasi

Ada juga materi dari Dr. Bernie Endyarni, SpA(K), MPH tentang tumbuh kembang anak. Apa yang disampaikannya menjadi pengingat untukku lebih memperhatikan tumbuh kembang Abang Ranu yang sedang dalam masa 1.000 hari pertama kehidupannya. Catatan pentingnya adalah memberi ASI exclusive, memahami tahap-taham tumbuh kembang, dan memberi stimulasi untuk merangsang pertunbuhannya.

Last but not least, ada Ligwina Hananto yang seorang perencana keuangan. Perencanaan keuangan bagi keluarga memang sangat penting mengingat mahalnya biaya pendidikan. Salah satu tips dari Ligwina adalah dengan memiliki tabungan dan investasi saham yang hasilnya bisa digunakan untuk biaya pendidikan anak di masa depan.

Materi dari keempat pembicara dalam talk show seputar parenting itu mewakili 4 pilar one step ahead mum, yaitu:

  1. Menganali Potensi Anak
  2. Memastikan Tumbuh Kembang Anak Sesui Usianya
  3. Memberi Pendampingan & Pendidikan Yang Tepat
  4. Investasi Untuk Biaya Pendidikan

one step ahead mum 1

One Step Ahead Mum adalah campaign yang dicetuskan oleh Nutrilon Royal yang ingin mendukung kecerdasan anak bangsa. Well, aku bersyukur bisa hadir di talk show itu kemarin. Wawasanku semakin terbuka, dan semoga aku bisa menjadi seorang ibu yang selangkah lebih maju untuk anak-anak. Aamiin.

Oya, buat mommies yang ingin tau lebih banyak soal One Step Ahead Mum, coba ikuti kuisnya di www.nutriclub.co.id/onestepahead/

Selain menambah pengetahuan, dengan ikut kuisnya kita berkesempatan memenangkan tabungan pendidikan senilai 7 juta rupiah! Kuisnya gampang kok, cuma jawab-jawab pertanyaan di web seputar kebiasaan kita & anak-anak kita. Nanti di akhor kuis akan keluar hasil analisa, tipe ibu seperti apa kah kita? Gambar di bawah ini ada screen shot hasil kuisku. Yuk ah, kalian juga ikut!

kuis one step ahead mum

23 thoughts on “Belajar Menjadi One Step Ahead Mum”

  1. Dari kecil anakku juga sudah pada ikutan tes sidik jari.Jadi aku tau kecerdasan mereka yang dominan apa.Meskipun kakak adik beda loh ternyata.

  2. Betul, Jadi One Step Ahead Mum itu harus. Zaman sekarang kita harus lebih pintar supaya bisa menjawab semua pertanyaan “ajaib” dari anak-anak, yang keluarnya kadang tiba-tiba. Dan, anak yang cerdas ngga selalu diukur dari nilai akademisnya. Aku termasuk yang ngga peduli nilai pelajaran mereka. Kalau jelek palingan aku cuma nanya “kenapa jelek?” Kalau bagus, aku paling cuma bilang “kamu hebat, tapi jangan langsung berbangga hati ya” Aku ngga mau anak terbebani harus juara kelas, kasian juga. Jadi, biarlah mereka belajar dengan gayanya sendiri, soal dapat nilai berapa ya itu dia hasil belajarnya. *ini kenapa aku jadi curhat yaak :p *

  3. Ibu harus menjadi model dan teladan bagi buah hatinya seperti yang saya tulis dalam Buku Madrasah Itu Bernama Ibu (bukan promosi loch)
    Salam hangat dari Surabaya

  4. Aku sih belum merasakan terima rapor-nya Arya, tapi dengar cerita teman-teman kantor, kadang terselip juga rasa khawatir kalau-kalau nanti Arya ngga seprestasi seperti teman-temannya.

    1. Bismillah mba, semoga Arya sukses dan tercapai segala cita-cita. Sebab nilai rapor bkn patokan kesuksesan juga kaaan 😉

Leave a Reply