Technology

Asus Zenfone 3 Built For Photography

launching-asus-zenfone-3_bali

Tagline berbunyi “Built For Photography” yang dilabelkan pada ASUS Zenfone 3 membuatku penasaran. Sehebat apa ya inovasi ASUS pada handphone seri terbarunya kali ini?

Rasa penasaran itu kemudian terjawab ketika menyimak spesifikasi lengkapnya pada saat Zenfone 3 dilaunching di Bali 7 September 2016. Beruntung aku menjadi salah satu blogger yang diundang menghadiri prosesi launchingnya. Sehingga aku juga bisa merasakan kesempatan menjajal berbagai fitur unggulan Zenfone 3. Salah satunya pada fitur kamera. (baca juga: seri & harga ASUS Zenfone 3)

Low Light

Well, sesuai dengan tagline-nya, Zenfone 3 dibekali dengab kamera beresolusi 16 megapixel pada kamera utama, dan 8 mega pixel pada kamera depan. Tentunya dilengkapi juga dengan teknologi pixel master generasi terbaru. Ada 20 mode kamera yang bisa dipilih untuk menghasilkan gambar yang menakjubkan sesuai kebutuhan. Salah satu mode kamera yang selama ini membuatku mengagumi ASUS adalah mode low light. Coba lihat gambar berikut ini;

Mode low light dengan kamera Asus Zenfone dalam ruangan minim cahaya
Mode low light dengan kamera Asus Zenfone dalam ruangan minim cahaya

Gambar di atas aku ambil di dalam ruangan spa dengan suasana yang sangat minim cahaya. Dengan mode auto, gambar yang dihasilkan sangat gelap dan ngga shareable banget. Sedangkan dengan low light mode, gambar yang dihasilkan terlihat bagus dan dapat dinikmati.

Nah, pada teknologi pixel master terbaru, mode low light kini sudah semakin disempurnakan lagi. Begitu juga mode manual yang sudah semakin perfect. Foto makanan saat gala dinner ASUS di bawah ini contohnya.

low-light-asus-zenfone-3

Dengan mode low light, foto masih terlihat jernih walau kondisi ruangan remang-remang.

Long Exposure

Pada Zenfone 2 (Z00AD) yang jadi andalanku sebelumnya, manual mode pada kameranya belum bisa untuk memproduksi foto dengan long exposure. Soalnya, pilihan shutter speed nya hanya tersedia antara 1/2 detik sampai 1/500 detik. Sedangkan pada Zenfone 3, speed-nya bisa diatur dengan kecepatan sampai dengan -32 detik!

Ini menbuatku teringat waktu di Takabonerate dua tahun lalu. Aku diajak temanku yang photographer untuk berfoto dengan bintang-bintang dan milky way. Aku tentu ngga nolak. Maka pas tengah malam, kami langsung beraksi dengan kamera DSLR paling keren yang harganya puluhan juta. Kamera disetting dengan long exposure selama -30 detik. Artinya, aku harus diam ngga bergerak di depan kamera selama 30 detik selama proses pengambilan gambar.

Milky way dengan Canon 5D
Milky way dengan Canon 5D

Itu menjadi tantangan berat buatku. Soalnya waktu itu jam 1 pagi di pulau kecil di tengah lautan. Angin bertiup kencang dan dingin. Ditambah lagi ombak yang terus berkejaran. Kalau kakiku ngga kuat, keseimbangan badan bisa runtuh dan aku pasti terhuyung lalu jatuh. Batal deh punya foto kece badai dengan milky way di Takabonerate.

Anyway, dengan Zenfone 3 sekarang aku bisa membuat foto long exposure juga. Caranya?

Ceritanya, setelah prosesi launching selesai, yaitu rabu malam kamis sekitar jam 22 waktu Bali, aku diajak oleh tim ASUS untuk hunting foto di Peninsula Island. Semua peserta yang ikut hunting foto diberi tantangan untuk membuat foto dengan mode long exposure dan low light. Well, kedua mode rersebut memang amazing dan menjadi andalan kalau malam hari.

Kabar baiknya, tantangan tersebut dilombakan dengan tema Beauty In The Sky. Ada 3 kategori lomba, long exposure, low light, dan kategori bebas. Sebagai traveler ngehek yang ngga bgerti fotografi, ini jadi tantangan berat lah buatku. Terutama kategori long exposure yang harus setting manual. Walaupun Joko Soemitro sebagai tim marketing ASUS Indonesia sudah menjelaskan step by step cara setting manual, tetapi tetap saja aku kagok. Terutama memilih berapa ISO yang tepat. Bingung!

Manual Mode Zenfone 3. Speed 32s, ISO 3200.
Manual Mode Zenfone 3. Speed 32s, ISO 3200.

Joko Soemitro bilang, setting shutter speed pada angka 32s (32 second/32 detik), lalu iso pilihbyang tertinggi yaitu 3200. Aku praktekkan formula itu untuk menangkap refleksi cahaya yang ada di pantai. Hasilnya tampak pada foto di bawah ini. Kok ngga bagus ya?

Aku tunjukkan hasil fotoku pada Joko. Dia bilang, terlalu terang.

“Loh, aku ngikutin arahanmu, Mas. Speed 32s dan ISO 3200” ujarku mencoba membela diri. Haha. Udah salah ngeyel pulak.

Joko lalu dengan sabar menjelaskan, bahwa kondisinya malam itu terlalu banyak polusi cahaya. Sehingga akan sulit untuk bisa memotret bintang. ISO bisa 3200 digunakan untuk memotret bintang jika kondisi sangat gelap, jangan ada polysi cahaya lampu. Baru deh aku mulai faham sedikit-sedikit.

asus-zenfone-3-long-exposure
Manual mode Asus Zenfone 3, speed 32s, ISO 200

Setelah itu aku mencoba bereksperimen dengan ISO berbeda. Hasilnya, IS0 200 yang agak lumayan. Bisa di lihat di bawah ini hasil fotonya.

Kufikir, foto ini sudah bagus. Ternyata ngga menang. Ahaha. Nah, setelah aku stalking instagram milik para pemenang, baru deh aku sadar. Kalau fotoku memang kalah jauh. Dan lagi, angle foto para pemenang juga keren. Ngga kayak aku yang seadanya banget. Ini jadi pelajaran baru dan menambah wawasan banget buatku.

Light Painting

Malam itu, beberapa orang peserta kulihat ada yang membuat foto light painting. Salah satunya Pungky yang membuat angka tiga. 3 for Zenfone 3, begitu maksud fotonya. Aku ingat, Ojrahar juga pernah membuat foto light painting dengan kamera DSLR nya. Well, tadinya aku fokor membuat foto macam itu cuma bisa dilakukan dengan kamera pro. Ternyata sekarang pakai handphone juga bisa!

Aku dan teman-teman juga sudah coba nih. Di dalam ruangan yang tanpa cahaya, kami membuat foto light painting dengan tulisan ZENVOLUTION.

Caranya:

  • gunakan tripod agar handphone dan kameranya steady (tidak bergerak).
  • kamera disetting manual dengan speed 32s dan ISO 3200.
  • semua lampu dimatikan dan tak ada cahaya apa pun.
  • dibutuhkan setidaknya 14 Orang. 1 orang bertugas sebagai fotografer, 11 orang berbaris dan masing-masing bertugas membuat satu huruf dengan flash light, 2 orang bertugas membuat hiasan bagian atas dan bawah tulisan.
  • proses pembuatan gambar dengan urutan sebagai berikut: fotografer menekan tombol shutter (jepret foto), lalu 11 orang membuat huruf sesuai tugas masing dalam waktu bersamaan. Setelah yang bertugas membuat huruf selesai, baru 2 orang yang bertugas membuat hiasan beraksi.

Dan semua proses itu bisa dilakukan dalam 32 detik. Hasilnya? Silakan dinilai sendiri ya. Dan ampuni dia yang ngga sempurna membuat huruf N. Haha.

picsart_09-10-10-38-31
Light painting dengan Asus Zenfone 3

Yasudah, segitu dulu cerita tentang hal-hal amazing dari kamera ASUS Zenfone 3. Masih banyak cerita yang akan kutulis sebagai oleh-oleh dari Bali. Tentang Incredible Race yang berhadiah uang tunai ratusan juta, juga tentang gala dinner yang bertabur hadiah, atau tentang Zenbook yang bikin mupeng!

62 thoughts on “Asus Zenfone 3 Built For Photography

  1. Biasanya kamera smartphone suka gagal motret di kondisi low light. Tapi yang iniiii… si Asus Zenfone 3 kok bisa gitu yaaaa… huhuhuhu. Penasaran aku sama fitur-fitur lainnya, mba Noe.

  2. Noe… keren banget ih, aku selama ini setia pake zenfone 2 dan itu pun udah puas banget! Sekarang zenfone 3 sudah launched. Mupeng ih pingin punya! Kudu nabung nih, penasaran banget ini utak atik dan produksi foto2 kece using zenfone 3. *Nabung… nabung!

    Ditunggu cerita lanjutannya yaaa! Mupeng tingkat dewa nih.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.