Akomodasi / Hotel, Review

Aston Priority Simatupang, Bukti Cinta Sederhana Untuk MasKa

Aku pernah kehujanan selama 4 jam di Baduy, melewati jalanan setapak dan naik turun bebukitan sepanjang belasan kilometer. Hampir membeku di Cibodas, karena tidur tanpa selimut di lantai warung lesehan semalaman. Kehilangan handphone di Sentosa Island. Dirayu om-om pemilik hotel budget di Kuala Lumpur untuk dijadikan istri kedua. Berkali-kali gigit jari di depan loket karena tak sanggup membeli tiket wisata. Atau terpaksa menahan lapar sampai bisa bertemu penjual makanan yang harganya sesuai budget.

Aku menikmati semua ketidak-nyamanan itu bukan karena mencari sensasi. Seperti yang banyak disangkakan orang. Bahwa menjual kesedihan adalah cara ampuh untuk menarik perhatian. Bukan. Bukan itu.

Aku memilih jalan itu, karena memang tak ada kelebihan materi untuk traveling penuh kenyamanan. Terlebih karena aku begitu keras kepala mengajak Mamas dan Kakak untuk ikut dalam petualanganku.

Mungkin aku bisa saja membiayai diri sendiri untuk jalan-jalan dengan cara yang nggak kere-kere amat. Tapi manalah aku tega? Selalu bersenang-senang sendirian, sementara hanya Mamas dan Kakak (MasKa) yang aku punya.

Ya, pengalaman-pengalaman yang mungkin terdengar pahit itu, semua kulewati bersama MasKa. Jauh sebelum ada Ojrahar dan Ranu dalam hidupku. Dulu, waktu aku masih berstatus single parent.

Tetapi justru dari semua ketidak nyamanan itu, ada banyak bahagia sederhana yang tercipta. Perasaan haru. Kenangan manis. Semua terkumpul dalam kisah yang tak pernah bosan untuk kubaca ulang. Terutama sekarang, saat aku tak bisa sebebas dulu ngajak mereka traveling.

MasKa sekarang sudah besar. Sudah sekolah. Ngga bisa sering-sering diajak bolos. Kalo aku lagi ada rejeki traveling kemana gitu, terpaksa mereka ditinggal.

Sebenernya aku ya sedih. Ngga bisa ajak mereka. Dan suka keinget sama kenangan saat traveling bareng mereka. Trus ujung-ujungnya merasa bersalah. Merasa berhutang juga. Dan berjanji bahwa nanti aku harus cari waktu buat ajak mereka juga.

Seperti kemarin saat aku traveling ke Belitong. Pulang-pulang aku ditagih, “Mamas sama Kakak kapan bu diajak ke Belitong juga?” tanyanya.

Oke, aku emang ngerasa berhutang sama MasKa. Tapi kalo bayar hutangnya harus ke Belitong juga, sekeluarga lengkap, kayaknya ngga kebayang. Ngga kebayang harus ngeluarin duit berapa maksudnya. Hahah. πŸ˜†

Lalu kutawarkan pilihan lain yang aku tau ngga akan pernah gagal. Sesuatu yang ngga akan mereka tolak.

“Gimana kalau kita nginep di hotel aja?” aku mencoba menawar.
“Ada kolam renangnya? Ada TV gede di kamar? Ada koko kran-nya?” tanya si Kakak. Aku hanya menjawab dengan anggukan dan mata yang mengisyaratkan bahwa mereka bisa dapatkan apa yang mereka inginkan.
“Kyaaa, mauuu” jawab MasKa kompak. Euwh, dasar anak-anak ndeso! Haha. Anak sapa coba?

Dua minggu setelah dari Belitong, akhirnya rencana bayar utang ke Mamas Kakak terealisasi juga. Aku dan Ojrahar sepakat memilih staycation di Aston Priority Simatupang Hotel. Alasan utama memilih Aston Priority Simatupang adalah karena lokasinya yang dekat dengan terminal bis Kampung Rambutan. Jadi dari Serang kami bisa naik bis jurusan Kp. Rambutan, lalu lanjut naik taksi online ke hotel dengan ongkos yang nggak mahal.

Weekend di Aston Priority Simatupang

Sejak dalam perjalanan naik taksi, MasKa udah ngga sabar mau berenang. Untung begitu sampai, proses chek-in bisa cepat. Ngga sampai 5 menit, kami udah dapat kunci kamar.

Sedangkan aku, rasa-rasanya yang kubutuhkan cuma kasur. Soalnya sejak pulang jalan-jalan dari negeri laskar pelangi, kondisi fisikku semakin hari malah semakin drop. Masalahnya sepele padahal, waktu di bandara Hananjoedin Belitong, ada yang merokok di tempat parkir, tepat di mana taksi yang kutumpangi berhenti untuk menurunkanku. Dan mau ngga mau, aku sempat menghirup asap rokoknya. Sejak itu, tenggorokanku gatal dan aku mulai batuk. Nah, pas hari ketika aku staycation di Aston Simatupang, batukku lagi parah-parahnya. Perutku sampe tegang dan sakit setiap kali batuk-batuk. Fixed, bumil butuh istirahat!

Jadi selama 2 hari 1 malam di Aston Priority Simatupang aku lebih banyak tiduran di kamar. Ngga bisa nganter dan nemenin MasKa berenang seperti biasanya.

Untung hotelnya ramah anak. Banyak penunjuk arah yang mudah dipahami. Jadi MasKa bisa bolak balik ke kolam renang sendiri. Mereka turun naik lift dari kamar di lantai 22 ke kolam renang di lantai Ground tanpa kesulitan.

Oya, sepertinya lantai 22 adalah yang tertinggi di Aston Simatupang untuk kamar-kamar hotelnya. Selain kamar hotel, Aston Priority Simatupang juga menyewakan ruang-ruang meeting. Wajar saja, Simatupang kan memang kawasan bisnis. Selain itu, ada layanan spa juga. Tapi aku ngga coba. Karena sesungguhnya aku adalah perempuan yang tidak menempatkan spa sebagai kebutuhan. Haha.

Kami menempati kamar tipe premier room. Kamar yang lebih dari luas untuk menampung seluruh anggota keluargaku yang jumlahnya 2 dewasa, 2 anak, dan 1 bayi. Tempat tidurnya ukuran king, ada sofa besar di ujung tempat tidur dan menghadap ke TV layar datar di dinding. Di sisi jendela yang super lebar, ada meja tulis dan kursi, juga 2 sofa lain beserta 1 meja. Tempat paling asik untuk santai sore sambil minum teh, atau yayang-yayangan sama suami sambil menikmati panorama kota dari ketinggian.

Lantai kamarnya berkarpet tebal dan bersih. Abang Ranu yang sedang masanya seneng explore, terlihat nyaman lari sana sini, tanpa merasakan dingin di telapak kaki. Iya, suka sebel kalo lantai kamar ngga pake karpet, dingin banget jadinya kalo jalan tanpa slipper.

Di sisi kanan dan kiri tempat tidur, ada side table tempat menaruh telepon dan beberapa benda yang mungkin dibutuhkan tamu, seperti alat tulis dan remote TV. Dilengkapi steker listrik di dinding di atas side table supaya bisa ngecas hape dan hapenya tetap bisa dimainin di tempat tidur. Sungguhlah, itu bikin aku yang lagi meriang ini tambah senang. Mager di atas kasur, selimutan dan tetep bisa mainan hape walau lagi dicas. Sementara MasKa berenang, abang Ranu main sama bapaknya, dan aku…mager.

Menjelang magrib, MasKa balik ke kamar udah pake baju bersih dan rapi. Rupanya mereka sempat mandi dulu di kamar bilas dekat kolam. Baju renang basahnya mereka bungkus pakai plastik supaya ngga netes dan bikin basah lift serta lantai selama jalan balik ke kamar.

Ngga lama setelah MasKa masuk kamar, aku agak kaget karena ada yang mencet bel kamar kami lagi. Rupanya ada staf hotel yang nganter complimentary cake untuk ngemil malam-malam. Kebetulan kami lagi lapar dan masih belum nentuin mau makan apa malam itu.

Tadinya MasKa ribut ngajak makan ke luar. Tapi sungguh akunya nggak kuat kalau harus keluar malam lagi. Badan udah lemes dan agak demam. Tapi setelah makan cake yang manis dan enak, anak-anak setuju untuk pesen makan online aja malam itu. Untung ya lokasi hotelnya di tengah kota, banyak pilihan makanan yang dekat-dekat aja, yang bisa dipesan via apps ojek online tanpa harus nunggu lama sampainya.

Ngga lama setelah perutnya pada kenyang, satu per satu mulai jatuh tertidur. Begitu lah kalau semua kebutuhan tercukupi, enak tidurya. Yang anak-anak, tercukupi kebutuhan untuk berenang sepuasnya & sampai capek, lalu nonton TV dengan channel yang bagus-bagus dan banyak karena pake TV kabel, dan begitu perut kenyang, langsung pada pelor (nempel molor). Sementara yang kecil, kesenengan explore kamar, mainan pesawat telepon, naik turun sofa, main petak umpet di balik gorden, bolak-balik minta mandi pake shower air hangat, mencet-mencet tombol deposit box di lemari, dan segambreng polah lain yang bikin bapaknya ikut tepar.

Sayangnya, setelah mereka pada tidur, akunya malah yang begadang. Gimana bisa tidur kalau batuk-batuk mulu. Untungnya sinyal wifi Aston Priority Simatupang kenceng banget, jadi aku bisa bebas nonton YouTube. Kalo udah bosen yutupan, aku buka instagram dan ngepoin ig stories temen-temen, dan sesekali bikin stories gaje sendiri. Sungguh malam yang panjang tapi menyenangkan. Haha.

Seingatku, aku baru mulai ngantuk sekitar jam 3 pagi. Tapi subuh-subuh udah harus bangun dan mandi. Emak bilang, mandi subuh dan keramas itu bikin seger dan cepet sehat kalo lagi meriang. Untungnya air panas mengalir lancar, jadi mandi mah tinggal mandi aja. Ngga kayak di rumah yang mesti repot rebus air dulu.

Tapi habis mandi, tetep aja aku balik mager lagi di balik selimut. Sampai matahari mulai terang, aku masih tiduran. Trus si Mamas bikinin aku teh. Urusan bikin teh juga ngga pake ribet. Ada minibar di sebelah lemari pakaian, dekat pintu masuk kamar. Ada teko pemanas air, jadi nggak repot rebus air juga. Teh, gula, kopi tersedia. Anak seumur Mamas ngga akan kesulitan bikin teh dan kopi dengan minibar selengkap itu.

“Nih, Bu, minum teh dulu, biar ngga batuk terus” kata si Mamas sambil nyodorin teh anget yang gulanya sedikit aja biar ngga terlalu manis. Tau banget dia selera ibuknya.

Mamas memang so sweet sih anaknya. Helpful. Walau aku tau, maksud dia bikinin aku teh supaya cepet bangun dan ngajak sarapan.

Momen sarapan memang selalu menjadi salah satu hal paling menyenangkan buat MasKa. Soalnya cuma di hotel dia bisa sarapan sereal sesukanya. Nambah semaunya. Iya, sereal doang. Ngga akan ngelirik makanan lain mereka. Beda dengan ibuknya, makannya dikit-dikit aja tapi semua diicip. Haha.

Mulai dari minum jus dan makan buah pakai yoghurt. Trus roti dengan selai kacang. Icip-icip pastry juga. Lanjut bakpao. Lalu sosis, telur rebus, kentang dan tomat panggang. Nah yang paling berkesan, itu kentang goreng dan tomat panggangnya. Enaknya juara.

Beda lagi sama pilihan menu sarapan Ojrahar. Dia mah cukup sepiring nasi goreng aja dan segelas kopi. Indonesia banget memang dia. Padahal, pilihan makanan lain ada buanyak. Mulai dari makanan Indonesia, hingga a la western. Tapi selera orang kan memang ngga bisa dipaksakan. Seperti juga selera dia saat memilih teman hiduo. Aku ngga bisa paksa dia untuk tidak memilih aku jadi istrinya. *halah

Oya, yang unik di Canary resto Aston Priority Simatupang, bikin kopinya pake coffee machine yang biasa dipake barista-barista di cafe keren. Untuk orang ndeso macam kami, manalah bisa bikin kopi pakai mesin gitu. Haha. Tapi untungnya ada staf resto yang siap membantu. Tinggal minta bikinin aja, beres.

Habis sarapan, kami ngga langsung balik ke kamar. Anak-anak minta ditemenin berenang lagi, termasuk si Abang yang juga demen main air. Tapi aku duduk aja di kursi rotan yang banyak tersedia di sisi kolam. Ngga bisa nyebur karena badan masih ngga enak.

Padahal, dari rumah aku udah bawa baju renang loh. Pinginnya bisa foto-foto cantik pake burkini. Tapi ngga apa-apa ngga bisa narsis juga, liat anak-anak seneng main aja aku udah cukup bahagia. Unch unch!

Eh, tapi memang begitu kan seharusnya? Kalau udah berkeluarga dan punya anak, kebahagiaan anak adalah yang nomor satu. Segimana pun sibuknya kerjaan kantor sebagai karyawan, seberapa pun banyaknya undangan event atau jalan-jalan gratisan sebagai blogger, aku harus tetap punya waktu untuk anak-anak. Terutama waktu untuk liburan bareng sekeluarga. Soalnya mereka memang udah ketularan suka jalan-jalan seperti ibuknya.

Untungnya, definisi liburan buat kami sekarang ini bukan liburan yang harus jauh kemana gitu. Staycation di hotel di akhir pekan aja udah nyenengin banget. Apalagi hotelnya seperti Aston Priority Simatupang. Fasilitasnya lengkap, makanannya enak, wifi kenceng, stafnya ramah, lokasi mudah dijangkau. Butuh apa lagi?

Jadi hari itu,
minggu siang setelah check out,
dalam perjalanan naik taksi sebelum lanjut naik bis ke Serang,
Mamas Kakak berulang kali menciumi pipiku,
sambil bilang …

“Makasih ya, Ibu, udah ajakin nginep di hotel bagus”

Duh, Nak, meleleh ibukmu ini.

***

ASTON PRIORITY SIMATUPANG

Jl. Let. Jend. T.B. Simatupang Kav. 9 Kebagusan, South Jakarta 12520 Indonesia
For inquires and booking: +62 21 7883 8777

Web: www.astonhotelsinternational.com
Instagram: @astonsimatupang

34 thoughts on “Aston Priority Simatupang, Bukti Cinta Sederhana Untuk MasKa

  1. Maska pasti senang banget ya Noe. LIburan bersama keluarga trus hotelnya ramah anak pula. Dari lantai 22 itu kan tinggi sampai ke ground. Keren ach Maska nih, mau punya 2 adik pula ya. Lekas dewasa jadi ya Noe

  2. Ini hotel favoritku :).. Tahun lalu selama si mba ART mudik seminggu, aku sekeluarga lbh milih nginep di sana drpd pusing bersihin rumah dan masak :p. Anak2 seneng, papinya puas berenNg, dan aku happy bisa santai :D.

    Paling suka ama breakfastnya yg selalu beda tiap hari. Pasti adaaa aja menu baru di hari berikutnya.. Makanya thn ini lg mikir, pas si mba mudik lg, apa bakal nginep lg di aston Simatupang ato mau cobain hotel lain yaa :D. Galau….

    1. Aah, ngga gitu juga mba Shona. Yg penting menikmati momen bersamanya itu kok. Mengalami apa dan di mana hanya sarana ajaa

    1. Hahaha, kamar hotel senyaman Astob Priority Simatupang mmg bikin siapa aja sukaaa deeehh. Yuk yuk Alma, nginep bareng

  3. wahhh fotonya kece banget mba. Enak ya deket terminal rambutan, jadi akses transportasinya mudah. Anak kecil jauh2 pergi kemana kalau ditanya mau apa, mau koko crunch…hhahaa samaaaa

  4. Sering-sering aja ya ajak Maska ngehotel lagi. Jakarta Tangerang dan sekitarnya hotelnya bagus-bagus loh Mamah haha. Tapi jangan keseringan, ini Chila nggak mau naik gunung lagi, nggak mau main ke pantai dan laut lagi, maunya kalau liburan ke hotel mulu. Tiap bulan nagih, Bund kapan kita ke hotel lagi? Wakwaww.

  5. Duuuh, mbak. Bacanya terharu banget. Kapan yaaa aku bisa liburan bareng anak-anak….. Wkwkwk anaknya aja belom ada, bapaknya dulu aja deh ????????????

Leave a Reply to Goiq Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.