#10daysforASEAN

Apakah negara-negara di ASEAN itu serumpun?

Sudah pernah berwisata ke Candi Borobudur? Menurut penjelasan ahli sejarah, relief Borobudur ada kemiripan dengan Candi Angkor Wat, yang berada di Kamboja. Padahal, Borobudur dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat ada. Apakah ini menandakan bahwa negara-negara di ASEAN itu serumpun? Apa pendapatmu mengenai hal itu?

Menjawab satu persatu pertanyaan yang dilemparkan kepada peserta lomba blog #10daysforASEAN di hari kedua. Saya pernah satu kali berkunjung ke Borobudur pada tahun 2002. Waktu itu saya masih duduk di kelas 3 SLTA dalam rangka study tour. Saya tidak terlalu memperhatikan bagaimana relief pada dinding batu Borobudur pada waktu itu. Sedangkan Angkor Wat yang ada di Kamboja, saya belum berkunjung kesana sekalipun. Maka untuk menjawab pertanyaan diatas, saya mengandalkan berbagai informasi dari internet.

Menilik Sejarah Borobudur dan Angkor Wat

Borobudur dibangun pada abad ke 7 Masehi sebagai tempat yang disucikan untuk beribadah bagi umat Budha pada masanya. Sedangkan Angkor Wat dibangun pada abad ke 12 Masehi sebagai candi utama di kawasan Angkor. Angkor sendiri adalah pusat kerajaan bangsa Khmer di Kamboja yang memeluk agama Hindu. Pada abad ke 13 mulai terjadi penurunan peradaban Angkor. Dan pada abad ke 15 hampir semua bagian kota Angkor ditinggalkan penghuninya, kecuali Angkor Wat yang telah beralih fungsi menjadi wihara Buddha. (sumber: Wikipedia)

Nenek Moyang Indonesia

Ada banyak teori yang menjelaskan siapa dan dari mana asal nenek moyang Indonesia. Diantaranya yaitu teori dari seorang profesor Belanda yang bernama Kern, bahwa nenek moyang Indonesia berasal dari daerah Champa di Vietnam Utara (Tonkin), Kamboja dan Kochin Cina (indocina). Mereka datang ke Indonesia pada tahun 1500 SM melalui semenanjung Malaka. Mereka bermigrasi atas desakan yang kuat dari bangsa Mongolia yang menguasai daerah mereka. Sementara yang lebih dulu mendiami Indonesia sebelum datangnya orang-orang dari Champa di Vietnam Utara (Tonkin), Kamboja dan Kochin Cina (indocina), adalah bangsa berkulit hitam dan berambut keriting yang hingga kini masih exist di bagian Indonesia timur. (sumber: pustakasekolah.com)

Jadi, apakah negara-negara di ASEAN itu serumpun?

Jika dilihat dari teori di atas, bisa jadi ada benarnya bahwa negara-negara si ASEAN memang serumpun. Namun pendapat lain yang sering dijadikan acuan dalam menjelaskan asal usul nenek moyang Indonesia berpendapat sangat berbeda. Seperti pendapat Drs. Moh. Ali yang menjelaskan teori bahwa nenek moyang Indonesia berasal dari China pada abad 1500 SM, dan pendapat Prof. Muhammad Yamin yang yakin dengan pendapatnya bahwa orang Indonesia berasal dari Indonesia sendiri berdasarkan bukti-bukti banyaknya fosil-fosil dan artefak manusia purba yang ditemukan di Indonesia. (sumber: sains.me)

Membaca banyak informasi yang sudah saya kutip di atas cukup membuat saya sebagai orang awam menjadi bingung. Yang manakah yang benar? Karena masing-masing pendapat didukung dengan penelitian ilmiah yang menguatkan teori mereka.

Saya mencoba berpendapat bahwa, terlepas dari serumpun atau tidaknya negara-negara di ASEAN terutama untuk Indonesia dan Kamboja, dimana terdapat dua candi dengan relief yang mirip, kedua candi tersebut mirip karena adanya pengaruh agama yang sama, yaitu pengaruh agama Hindu Budha.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.