NOE's Mind

Antara KEB, KWC, dan Berkah ngeBlog

Suatu hari aku pernah gigit-gigit jari sambil ngiler, waktu tau ada seorang blogger yang bisa sampe pergi ke Korea hanya karena ngeblog. Sering juga merasa envy kalo ngeliat blogger yang menang lomba-lomba blog keren dengan hadiahnya yang wow, seperti gadget, jalan-jalan keliling Indonesia, atau uang tunai ratus atau jutaan rupiah. Atau, para blogger yang keren-keren itu dengan kemampuan menulisnya dan berhasil menelurkan karya berupa buku yang diterbitkan oleh penerbit mayor. WOW!

Bersama KEB di kantor Google Indonesia
Bersama KEB di kantor Google Indonesia

Sempat terbersit pertanyaan, aku kapan ya bernasib seperti mereka? Atau juga sempat minder, oh, tulisanku pasti nggak bagus, makanya jarang menang lomba. Tapi…, pada akhirnya sikap cuek kembali muncul ke permukaan, biarin aja deh tulisan nggak bagus juga, ngeblog mah ngeblog aja, meskipun nggak bisa menang lomba-lomba keren itu.

Asiknya Ngeblog

Selain bisa menyalurkan hobi atau keinginan menulis, ternyata kesenangan lain dari ngeblog adalah ketika tulisan kita diapresiasi oleh blogger lain melalui komentar. Oh, senangnya ketika setelah posting lalu ada yang berkomentar atas tulisan kita.

Dan, pada dasarnya aku senang memiliki banyak teman. Maka, semenjak rajin ngeblog dan ikut beberapa komunitas blogger, serta rajin blogwalking juga, aku kemudian menemukan banyak teman-teman baru sesama blogger. Beberapa di antaranya sudah pernah ketemu muka.

Tentang KEB dan KWC

Dari semua komunitas blogger yang aku ikuti, tempat yang paling sering aku kotori wallnya dengan postingan-postinganku adalah Komunitas Emak2 Blogger. Mungkin karena aku nyaman berada disana, karena sama-sama emak-emak, dan nyambung.

Dan KEB adalah komunitas blogger pertama yang aku masuki. Berawal dari ajakan mba Anazkia, Srikandi Blogger Favorite tahun 2013 lalu. Semenjak masuk KEB, aku jadi nggak merasa sendirian sebagai blogger. Dulu, meskipun kenal dengan beberapa teman yang punya blog, tapi kami jarang saling kunjung. So, tetap saja merasa sendiri. Tapi di KEB, semua emak rajin saling kunjung-mengunjungi.

Yang namanya manusia, kadang ada saatnya kehilangan semangat, termasuk semangat ngeblog. Atau merasa buntu dan nggak punya ide untuk update blog. Nah, ketika aku merasakan itu, yang aku lakukan adalah masuk ke grup KEB dan mencari info GA. Nggak bisa dipungkiri memang, menulis itu butuh pemicu. So, thanks mba Anaz sudah kenalkan aku pada KEB, dan thanks all emak di KEB yang kesemuanya adalah inspirator bagiku.

Komunitas lain yang melejitkan semangatku menulis adalah grup Krakatau Writing Camp (KWC), sebagai salah satu bagian dari Rumah Dunia yang isinya orang-orang dengan kesamaan hobi, yaitu nulis dan backpackeran. Hugs kalian semua satu-satu.

Takdirku di dunia blog

Kembali lagi soal rasa ngenes yang tadi aku tulis di bagian paling atas postingan ini. Aku mau cerita, bahwa bulan Januari ini, aku sangat bersyukur karena Tuhan memberiku banyak sekali kejutan. Tepat pada 10 Januari, di hari ulang tahunku yang ke-29, aku mendapat sebuah pesan melalui kolom komentar di blog, di page Just Me.

Si penulis pesan menanyakan alamat emailku, katanya, ia ingin berdiskusi tentang satu hal. Lalu, dari alamat email yang ia tinggalkan, aku mengiriminya email perkenalan dan ucapan terimakasih karena telah mampir dan berkomentar di blogku. Dan, taukah apa balasan pesan selanjutnya? Ternyata ia adalah redaktur sebuah penerbit mayor, dan menawariku untuk menulis naskah buku untuk diterbitkan.

Jadi, inilah jawaban dari semua kesabaranku yang tetap ngeblog meski di dalam hati terus menyimpan pertanyaan, kapan aku seperti mereka? Jangan-jangan, tulisanku jelek!

Oya, satu lagi, kemarin aku juga mendapat kejutan dari pengumuman 50 Besar Srikandi Blogger 2014, ada namaku di antaranya. Wow! Padahal, aku punya rasa minder dan nggak PD ketika coba mendaftar. Ditambah lagi, dapet kejutan dari mbah google, blogku pecah telur dapet rank 1 dari 10. Senangnyaaa…! Ah, what a blessing January! Alhamdulillah…

Kita tak pernah tau kemana takdir akan membawa kita, maka tetaplah melakukan yang terbaik, ada Tuhan yang selalu tau kapan waktu yang tepat untuk memberi kita kejutan sebagai jawaban atas semua pertanyaan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.