World of NOE

Anak Kampung, ZenCreator Wanna Be

Dari kecil, aku ngga pernah membayangkan kalau suatu hari aku bakal jadi blogger. Nggak pernah nyangka juga bakal bisa jalan ke tempat-tempat yang jauh sampe aku berani-beraninya bikin branding noe traveler.

Dulu, aku cuma anak kampung yang sebagian besar harinya dihabiskan di hutan untuk cari kayu bakar. Di sawah dan ladang untuk bantu orang tua yang menggantungkan hidup dengan bertani. Dulu, bisa dibilang aku melakukan itu karena terpaksa. Karena kalau tidak, aku tidak akan mendapatkan buku tulis baru seberapapun buku lamaku sudah penuh. Tidak akan dibelikan pensil meskipun pensil lama sudah tinggal 3 senti panjangnya.

Dan dulu, aku kerap iri pada kebebasan teman-teman seusiaku yang bisa main sesuka hati. Dengan gameboat-nya. Boneka. Atau sepatu berlampu yang nyalanya kelap-kelip kalau dipakai berjalan. Sementara mainanku, boneka wayang dari tangkai daun singkong. Boneka yang menjadi satu-satunya teman mainku di gubug kecil di tengah sawah atau ladang kami. Mainanku, mahkota a la raja dari lembaran daun nangka. Mahkota yang membuatku menjadi raja bagi batu, kayu, dan daun-daun yang terserak sebagai rakyatnya.

Tetapi anehnya, sekarang aku justru mensyukuri masa-masa itu. Masa yang menempaku menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mengerti bahwa segala sesuatu memang butuh proses. Mau punya buku buat sekolah, ya kerja dulu. Ngga bisa asal minta trus dikasih gitu aja.

Intinya, tidak ada yang instant. Karena bahkan mi instant pun harus direbus dulu untuk bisa dimakan. Hehe.

Jadi, kalau sekarang suka banyak yang nanya seperti ini;

Gimana sih mba caranya jadi blogger dan bisa dapet duit dari ngeblog?

Aku cuma bisa jawab, aku berangkat dari hobi. Awal ngeblog, aku ngga pernah niatkan jadikan blogku sebagai ladang duit. Lalu dunia blogging berubah dengan cepat. Tak pernah menyangkan bakal ada banyak kesempatan datang dari blog. Kesempatan yang ngga hanya memberiku banyak teman dan pengalaman baru. Tetapi juga materi.

Seperti yang pernah kusampaikan pada sebuah bincang-bincang mengenai blog di komunitas Rumah Dunia 2 tahun lalu. Kututup presentasiku dengan satu kalimat bijak hasil nyontek dari google (muehehe ketauan),

“Kalau kamu punya hobi, jalani dengan sepenuh hati, karena pasti akan ada takdir baik di ujungnya nanti”. Haseeg.

Ya, seperti perjalanan ngeblogku aja lah. Awal ngeblog niatnya mengabadikan kisah. Supaya anak-anakku nanti bisa baca, bagaimana perasaan mamaknya ini waktu pertama kali bawa mereka terbang naik pesawat. Bagaimana complicatednya perasaan mamak ketika melihat mereka begitu tabah diajak hiking naik turun bebukitan di Baduy selama 6 jam diguyur hujan. Atau ketika mamaknya harus nahan laper karena duitnya cuma cukup untuk beli 1 porsi makan aja, lalu sudah cukup bahagia saat kebagian sisa makan anaknya walu cuma 1 atau 2 sendok. Nyahahah. Saking terbatasnya budget ya gitu.

Tapi sekarang, aku ngerasa keiklasanku ngeblog jaman dulu itu diganjar sama Allah dengan banyak keberkahan. Ngga usah aku sebut satu per satu kan ya berkahnya berupa apaan. Pokoknya banyak. Salah satunya rejeki yang baru-baru ini aku rasain, yaitu rejeki nyicipin ngeblog pakai loptop impian.

Iya, baru nyicip doang. Belum bisa punya sendiri. Soalnya harganya terlalu wah dan tabunganku belum cukup. Hahaha. Tapi aku yakin ngga ada yang ngga mungkin di dunia ini.

Btw, tau kan yah apa laptop impiannya aku? Udah beberapa kali kutulis ulasannya di blog ini hasil nyontek press rilis sih. Nyahahah. Iya, yang itu. Ultrabook dari Asus, si Zenbook yang mevvah.

Menjajal Kecanggihan & Kemewahan Asus Zenbook UX410UQ

Nah, ceritanya weekend lalu aku habis hangout sama temen yang punya Zenbook UX410UQ, ultrabook seri terbaru dari Asus. Yawes, aku pinjem lah itu Zenbooknya. Kubawa melipir sebentar ke tempat yang lebih sepi, trus aku nulis dan langsung publish. Mumpung lagi ada ide soalnya.

Coba liat video instagramku waktu melipir cantik bawa Zenbook UX410UQ ini ya!

View this post on Instagram

Anak udah banyak, masih kerja, keliatan sering jalan-jalan dan aktif dateng ke acara-acara blogger. Kok bisa? Gimana ngatur waktunya? . Banyak yang nanya kayak gitu sama aku. Lha aku yang ngejalanin malah bingung mau jawab apa. Hahah. Trus aku mikir, apa ini karena manajemen waktuku masih buruk? Sampe jawab pertanyaan kayak gitu aja bingung. . Tapi akhirnya aku nemu jawabannya. Jawabannya apa, nanti aja lah aku tulis di blog yes. . Oya, ide untuk postingan blog ternyata bisa datang dari mana aja ya. Salah satunya dari pertanyaan teman kayak yang di atas itu. Atau salah duanya, ide posting blog soal drama-drama mamak anak banyak kayak aku gini, setiap kali mau pergi traveling. . Nah, sebagai blogger kita kudu pinter dan cepet-cepet nangkep ide sebelum lupa dan ilang gitu aja. . Makanya, rasanya tambah asik banget kalau punya Ultra book macem ASUS ZenBook UX410UQ. Seperti yang kupake dalam video ini. Bodinya tipis dan ringan, nyenengin dibawa kemana aja. Jadi begitu ada ide melintas, langsung aja buka notebook dan tulis deh. . Hayo, kalian pasti pingin punya juga kaan. *iyain aja pliis πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ . #ZenBook #ZenCreator #WeCreateOurWorld @asusid cc. @galibibibu & makasih spesial untuk @adventjose @aca.marisa udah bantu shoot video iniiih 😘😘😘

A post shared by Mom's Life & Travel Story (@noetraveler) on

Idenya sederhana sih. Cuma soal pengalaman reschedule tiket liburan yang kualami baru kemaren-kemaren juga. Tapi ya, ide yang suka muncul dari hal sederhana kayak gitu tuh yang nyadarin kita, bahwa ide tulisan blog bisa datang dari mana aja dan kapan aja. Itu sebabnya kita juga mesti pinter-pinter nangkep ide. Jangan dibiarkan terlalu lama tanpa eksekusi. Yang ada nanti malah lupa.

Makanya, kupikir bakal asik banget kalau punya ultrabook seperti Zenbook UX410UQ ini. Bodinya yang tipis dan ringan, ngga makan tempat dan ngga berat kalo dibawa kemana aja. Jadi nanti sekalinya nemu ide, bisa langsung buka Zenbook dan nulis deh.

Sebenarnya, Zenbook seri terdahulu ada yang lebih tipis. Itu loh yang dilaunching di Bali bareng zenfone 3. Beratnya ngga sampe 1 kilo dan tebalnya nggak sampe 1 senti. Tetapi dibandingkan Zenbook UX410UQ yang ketebalannya lebih dari 1 senti dan beratnya 1 kilo lebih dikit, aku kok malah lebih suka si Zenbook UX410UQ ini. Lho kenapa?

Alasannya simple aja sih. Aku lebih suka Zenbook UX410UQ karena port konektivitas lebih lengkap. Ada card readernya yang seukuran SD card, jadi aku masih bisa mindahin foto-foto dari kamera secara manual. Nyahahah. Jadul banget yak aku.

Tapi ya nggak cuma card reader laa, ada 4 port USB untuk keperluan transfer data juga. Lengkapnya nanyi liat tabel spesifikasi aja.

Alasan kedua, ketiga dan seterusnya malah lebih simple lagi. Yaitu karena ini adalah Asus, sebuah brand yang merajai pasar notebook di Indonesia. Jadi soal spesifikasi dan ini ononya, udah pasti lah hanya yang terbaik yang ditanamkan dalam Zenbook UX410UQ ini. Coba aja liat tabel spesifikasinya ini.

Spesifikasi & Harga Zenbook UX410UQ

Liat kan, prosesornya Intel Core i7 dan disupport windows 10. Punya RAM 8GB yang masih bisa ditambah sampai 16GB. Sudah pasti kinerjanya tinggi.

Resolusi layar 14″ full HD 1920×1080, didukung teknologi anti glare biar ngga silau. Dan teknologi IPS yang membuat tampilan layar dapat dilihat dengan baik dari sudut pandang hingga 178 derajat.

Dari sisi graphic, layarnya diperkuat dengan teknologi Nvidia GeForce 940MX dengan GDDR3 VRAM sebesar 2GB yang bertenaga. Berguna sekali untuk pengolahan foto, video ataupun multimedia playback.

Lanjut soal design, jelas terlihat design premium dan kompak. Terutama bagian concentric circle di seluruh permukaan ultrabook bagian luar, duh mevvah banget. Concentric circle ini menjadi ciri khas ultrabook premium ASUS ZenBook sejak awal kehadirannya. Ada 2 pilihan warna yang disediakan, yakni Rose Gold dan Quartz Grey. Yang kucoba kemaren yang Quartz Grey. Kalau menyesuaikan identitasku, mamak-mamak kemayu yang butuh exis dan ZenCreator wannabe, kayaknya lebih cocok sama warna Rose Gold sih ya. Haha.

Lalu soal kenyamanan saat digunakan, aku sukaaa banget ngetik pakai Illuminated Chiclet Keyboard di Zenbook UX410UQ ini. Itu loh, keybord yang jarak antara tuts nya lebih lebar untuk meminimalisir salah pencet yang suka bikin typo pada tulisan. Dan, buat aku yang jarinya kayak ruas jahe jumbo, ngetik di Zenbook UX410UQ jadi lebih menyenangkan.

Nah sekarang coba kita bahas hal lain yang ikut menunjang kreativitas ya.

Ada kamera resolusi HD buat video call-an. Entah sama orang tersayang, atau sama orang-orang yang pingin dibikinin conten kreatif a la ZenCreator. Eaa. Iya, Zenbook kan menyasar kaum kreatif masa kini. Entah itu cuma blogger kayak aku, fotografer dengan foto-fotonya yang penuh cerita dan pesan tersirat, musisi yang jago bikin musik asik, youtuber dengan video-videonya, atau juga arsitek dengan rancang bagun yang megah.

Trus untuk audionya udah support Support audio Windows 10 Cortana, dan ngga lupa teknologi ASUS SonicMaster yang menghasilkan suara jernih dan bening.

Ini nih bakal berguna banget kalo misal aku lagi pingin bikin video. Milih musik backsound yang pas dan sesuai mood video pasti lebih asik. Trus saat mengkombinasikan musik backsound itu dengan suara asli video atau voice over, bisa lebih pas. Kebayang kalau speakernya cempreng, suaranya pecah, kreativitas terhambat kan kakaa.

Jadi kesimpulannya, anak kampung yang sekarang (ngakunya) blogger dan lagi seneng bikin video ini, kepingin punya Zenbook UX410UQ. Kepinginnya pake banget. Biar kreativitasnya makin tinggi. Bukan cuma untuk kesenangan pribadi. Tetapi supaya jadi role model juga untuk anak-anak, supaya mereka bisa lebih berani bercita-cita dan lebih tinggi dari ibuknya.

Ya kan, dulu ibuknya yang anak kampung aja bisa unjuk gigi seperti sekarang ini. Nanti, anak-anaknya juga harus bisa lebih sukses berkah. Aamiin.

40 thoughts on “Anak Kampung, ZenCreator Wanna Be

    1. Tanya pd diri sndiri dulu mas, apa tujuan nulis, apa tujuan ngblog, kenapa harus nulis. Klo alasan cukup kuat, biasanya semangat ngga akan kendor. Hehe

  1. Tipis, fashionable, fiturnya powerful. Semoga bisa punya buat gantikan Asusku yang mau pensiun.
    Foto-fotonya makin cakep aja sik pake kamera keren ituuu

  2. β€œKalau kamu punya hobi, jalani dengan sepenuh hati, karena pasti akan ada takdir baik di ujungnya nanti”. Haseeg.

    agreee mbak

    btw laptopnya kereeen bangets…

  3. Tipis ya mba, jadi enteng bawa kemana mana. Namanya Mak Mak sekalian jalan biasanya kan gak melulu bawa tas ransel nih, nah kalau ringan gitu kan bisa ditarik di tas cangklong dong ya..

    1. oops maaf ketinggalan komennya πŸ™‚
      Noe, Zenbooksnya keren ya bisa jadi obat pelipur lara nih buat ganti yang lama. Aamiin.
      kapan aku bisa jadi blogger keren kaya dirimu ya

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.