Curcol

Aku ingin ke Paris

Credit Photo
Credit Photo

Siang hari ini matahari terik. Jarum pendek pada arloji yang melingkar di tangan kiriku menunjuk tepat ke angka 2. Sejak pagi aku sibuk dengan laptop yang tersambung dengan koneksi internet. Sesekali break untuk makan, suapi anak-anak, memandikan dan pakaikan baju. Ya, begitu memang kegiatanku di rumah jika libur kerja dan tak pergi backpacking.

Ada hal yang menggelitik fikiranku dan ingin aku tulis buru-buru disini. Baru saja aku selesai dengan obrolan absurd bersama Daffa’, putra pertamaku yang sudah teracuni fikirannya untuk terus masuk dalam hobiku – backpacking.

“Bu, kita ke Paris yuk!”

“Ayuk.” aku menjawab sambil terus menatap layar laptop.

“Naik pesawat?”

“Ya iyalah.”

“Lama?”

“Pasti lama dong.”

“Tapi nanti disana ngomongnya bahasa apa?”

“Bahasa Inggris.”

“Kalo gitu Daffa’ mau diem aja, Ibu aja yang ngomong.”

Daffa' & Abyan bersama turis dari Jepang, di Malaka
Daffa’ & Abyan bersama turis dari Jepang bermain gelambung sabun, Jum’at malam di Malaka 10 Mei 2013.

Tawaku pecah mendengar kalimat terakhir Daffa’. Seperti biasa dia selalu awesome. Teringat saat di Malaka, dari jauh aku memperhatikan Daffa’ dan Abyan yang didekati oleh seorang turis dari Jepang. Saat turis itu bebicara, anak-anakku hanya senyam-senyum saja. 😀

Dan entah apa yang sebenarnya membuatnya ingin pergi ke Paris. Mungkin karena tayangan di televisi. Aku sendiri bukan tak ingin pergi ke Paris. Siapa sih yang tak ingin? Sebuah kota romantis yang menjadi impian banyak orang termasuk backpacker sepertiku. Tapi entah kapan impian itu bisa terwujud, karena tentunya dibutuhkan bilangan uang yang tidak sedikit.

Namun bukan berarti aku mengubur impian tersebut. Meski sekarang aku belum memulai untuk merealisasikan impian itu. Tetapi suatu saat pasti. Pasti ada jalan. Bukankah LOA itu ada? Aku jadi teringat sebuah resolusi yang aku buat di awal tahun 2013. Aku ingin bisa menamatkan pejelajahan ke seluruh Indonesia. Sekarang sudah di pertengahan tahun, sudah berapa kota yang aku datangi? Hihihi.. 😀 *nyengir liat arsip blog di sidebar kanan*

Dan aku juga punya niat untuk bisa tamat keliling Asia Tenggara. Aku tau, uang dan waktu sudah pasti jadi kendala. Tapi aku bukan tipe orang yang menyerah pada keadaan. Berburu tiket murah untuk terbang setahun kemudian dan lalu menabung untuk akomodasi saat harinya tiba, adalah satu hal yang sudah aku lakukan demi backpacking ke Singapore dan Kuala Lumpur pada Mei 2013 lalu. Satu lagi, hemat cuti demi backpacking. I do! Tahun 2014 pada bulan April, semoga rencanaku berjalan lancar untuk backpacking ke Thailand, Kamboja dan Vietnam. Aamiin.

Kembali lagi soal Paris. Jika nanti aku berkesempatan untuk kesana, semoga aku bisa membawa Daffa’ serta. Karena memang sepertinya itu adalah impiannya. Namun sebenarnya, jika bicarsoal negara Eropa, yang paling ingin aku datangi adalah Barcelona. Kenapa? Ini gara-gara salah satu episode dalam drama Asia berjudul Meteor Garden yang mengambil setting di Barcelona.

Dan menjawab pernyataan terakhir Daffa’ tadi, kucium pipinya dan kuusap kepalanya. Lalu sambil tersenyum aku katakan “itu sebabnya Daffa’ harus sekolah dan belajar!”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.