All about love

Abyan, cuek tapi perhatian

Selasa di minggu terakhir bulan Februari 2014. Sekarang sudah hampir jam 11 malam, dan aku masih belum bisa tidur. Masih asik dengan gadget ditemani suara tarikan nafas dua anak lelakiku. Mereka sedikit mendengkur, dengan wajahnya yang damai. They’re adorable!

Aku teringat suasana kemarin malam yang begitu berbeda dengan malam ini. Kemarin aku sakit, kondisi kesehatanku drop, sakit menyerang sekujur badan, tenggorokan gatal dan batuk-batuk, dan setiap kali terbatuk, kepala tambah nyut-nyutan.

Bersyukur aku punya Daffa’. Si sulung yang penuh perhatian. Dia terus memelukku, dan semakin erat setiap kali aku merintih menahan sakit. Mengambilkanku minum, dan memijit keningku, sampai ia jatuh tertidur. Sementara Abyan, seperti biasa, dia cuek. Sibuk main game.

Ketika tahu Daffa’ sudah mulai lelap, aku ikut mencoba untuk tertidur, meski sulit, tetap kupejamkan mata. Dan aku yang biasanya cerewet, mengomel jika Abyan keasyikan main game, kali ini kubiarkan. Toh, nanti kalau sudah ngantuk dia akan tidur juga.

Tapi alangkah terkejutnya aku. Ketika ada tangan kecil yang menyentuh keningku, diikuti sebuah kecupan. Ya Allah, Abyan… Aku terharu. Ingin kubuka mata lalu memeluknya, tapi kuurungkan niatku. Karena ia telah lebih dahulu beranjak dari tempat tidur untuk mematikan TV yang masih menyala. Iya, kami sedang ingin tidur di depan TV di ruang tengah.

Aku sempat membuka mata dan melihat Abyan melakukan aksinya itu. Tak lama, buru-buru kupejamkan mata saat ia membalikkan badan dan hendak kembali berbaring di sebelahku. Entahlah, aku tak mau ia tau bahwa aku sebenarnya belum tidur. Dan aku kembali mendapat kejutan, sebelum ia berbaring untuk tidur, ia merapikan selimut yang membalut tubuhku.

Oh, speechless…

abyan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.