Tips Traveling With Children

5 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Naik Motor Jarak Jauh

Hari minggu kemarin, untuk pertama kalinya aku mudik dari Serang ke Bekasi naik motor. Sebenarnya bukan untuk pertama kali juga sih, tetapi yang kedua kali. Tetapi ini untuk pertama kalinya bawa bayi. Kalau yang pertama kali dulu waktu bulan puasa dan aku sedang hamil 7 bulan. Hmm…aku nekat? Iya! Dari dulu itu mah. Hehe.

naik motor bawa bayi

Sebagai backpacker minded, naik motor jarak jauh meski dalam kondisi hamil atau bawa bayi buatku sih berani-berani aja. Bukan demi pengiritan juga sebenarnya. Tetapi memang harus hemat demi dapur tetap ngebul. Wkwkwk. Maaf ya, kawan. Ini bukan bermaksud menjual kesedihan. Tapi aku memang terbiasa menulis dan bicara apa adanya. 🙂

Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk naik sepeda motor jarak jauh dengan special case sepertiku. Hal-hal yang harus dipetimbangkan tersebut adalah sebagai berikut;

  1. Kondisi badan fit. Pastikan kondisi badan fit, baik itu si pengendara (dalam hal ini Ojrahar), juga aku dan si bayi (Abang Ranu). Kalau case-nya sedang hamil, maka harus bisa dipastikan juga bahwa si bumil tidak pernah ada riwayat keguguran. Jika baru pertama kali hamil, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter untuk mengetahui kondisi rahim apakah cukup kuat, atau justru tipe bumil dengan rahim lemah dan sama sekali ngga boleh capek.
  2. Kondisi sepeda motor baik. Selain badan manusianya, kondisi sepeda motor pun harus prima. Biasanya, sebelum perjalanan jauh, Ojrahar ke bengkel dulu untuk service motor. Semua dicek dan diganti kalau ada yang perlu diganti. Mulai dari oli, ban (kalau sudah gundul), kanvas rem, dll. Jangan sampai deh mengalami hal yang nggak diinginkan selama di perjalanan ya. Naudzubillah.
  3. Santai saja. Namanya juga special case kan, jadi ya jangan ngebut apalagi ugal-ugalan. Pastikan pengendara sabar. Kalau emosi mulai kepancing karena kondisi jalanan yang cukup membuat stress, tugas yang dibonceng untuk mengingatkan. Istirahat kalau sudah merasa capek. Biasanya aku istirahatnya di minimarket, sekalian beli minum dan cemilan, juga sekalian numpang ke toilet. Maklumilah, bumil biasanya kan beser.
  4. Safety first & tertib lalu lintas. Yang ini tau lah tujuan apa, ya. Pastinya untuk melindungi nyawa kita. Hehe. Pakai helm SNI. Patuhi rambu lalu lintas, dan jangan nerobos lampu merah, apa lagi menerobos palang lintasan kereta api. Hiy! Masih inget kan kejadian metromini yang terseret kereta beberapa waktu lalu? Jangan sampe!
  5. Jangan salah outfit. Pakai baju yang nyaman itu wajib, dan harus sesuai dengan kondisi dan aktifitas. Ya iya, masa naik motor jarak jauh pakai rok mini dan tanktop. Masuk angin nanti. Kalau sedang menyusui ya pakai kemeja didobel jaket yang bukaan depan. Baik itu kancing atau pun resleting. Jadi gampang kalau misal si bayi minta nyusu saat motor sedang meluncur di jalanan, tinggal buka dikit dan nyusuin. Alas kaki juga, sebaiknya jangan pakai sepatu. Jangan sandal, atau wedges, apalagi heels. Repot loh kalau naik motornya jarak jauh.

Ngomong-ngomong soal sepatu, aku lagi suka banget sama sepatu sneakers yang bulan lalu kubeli di Zalora. Warna merah bata, merk Triset. Penampakan sepatunya bisa dilihat di foto paling atas.

sneakers quotes

Awalnya mau beli converse warna merah, demi nurutin kemauan Ojrahar untuk pakai sepatu kembaran dengan Abang Ranu. Sayangnya aku masih belum PeDe pakai sepatu warna merah. Haha. Tapi setelah lihat sepatunya Ojrahar & Abang Ranu yang kembaran gitu, kok aku jadi mulai teracuni. Kepingin! Argh…

15 thoughts on “5 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Naik Motor Jarak Jauh

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.