Traveling

5 Fenomena Alam Yang Banyak Dicari Traveler

sunset di Selayar

Sebenarnya ada banyak sekali fenomena alam yang membuat para traveler berbondong-bondong mencari dan melihatnya. Hanya saja, banyak dari keindahan fenomena alam itu adalah sesuatu yang langka sehingga tidak mudah dijumpai di banyak tempat. Sebut saja Blue Fire yang hanya ada di Kawah Ijen – Banyuwangi. Atau cahaya Aurora yang hanya bisa dijumpai di daerah dekat dengan kutub.

Lalu, fenomena alam apa saja yang banyak dicari dan ada di hampir semua tempat?

1. Sunset

Menyaksikan matahari yang perlahan turun dan tenggelam di balik horizon memang menyenangkan. Apalagi jika menyaksikan sunset ini dari tepian pantai dan tidak ada sesuatu yang menghalangi pandangan mata. Bulatnya matahari dengan cahaya merah keemasan bisa terlihat dengan jelas.

Sunset di Selayar 1

Sesaat sebelum tenggelam, ia akan terlihat menyentuh permukaan air laut. Di saat itulah langit dan permukaan laut juga terlihat memerah karena cahaya matahari yang mulai temaeam. Lebih harmonis lagi kalau ada perahu yang melintas. Panorama tersebut seolah bercerita bahwa senja adalah jeda di antara kesibukan manusia sehari-hari.

Akan tetapi, apa kabar kalau kita sedang traveling di tengah kota dan jauh dari daerah pantai? Tenang! Sunset tetap bisa dinikmati dan terlihat indah dengan siluet gedung-gedung pencakar langit. Seperti sunset yang pernah kunikmati saat di Jakarta.

Sunset Jakarta

2. Sunrise

Selain untuk menikmati sunset, pantai juga jadi tempat yang cocok untuk menikmati fenomena matahari terbit. Meskipun banyak pendapat mengatakan bahwa sunrise lebih oke kalau dinikmati dari ketinggian, seperti dari puncak gunung. Atau kalau di daerah Jawa Tengah, tempat yang paling diminati untuk menikmati panorama sunrise adalah dari Candi Borobudur.

Sunrise di Serang

Sayangnya, tidak semua traveler suka dan cukup kuat untuk mendaki gunung. Dan tidak semua daerah memiliki objek wisata seatraktif Borobudur. Jadi, it’s OK untuk menyaksikan panorama sunrise di pantai, karena pantai hampir bisa ditemukan dimana saja.

Sunrise bahkan bisa juga dinikmati dari tengah kota, desa, atau dari mana saja lah. Terutama jika kita tinggal di kota yang secara geografis terletak di dataran tinggi. Contohnya nih, panorama sunrise dari komplek perumahanku. Hampir setiap pagi aku bisa melihat sunrise dengan semburat cahayanya yang kuning keemasan. Bunga-bunga yang ditanam di taman komplek, menjadi gimmick tersendiri untuk melengkapi keindahan lukisan tuhan.

Ya, keindahan sunrise memang merupakan sesuatu yang sayang dilewatkan. Tak heran jika para wisatawan rela bangun lebih pagi untuk hunting sunrise.

3. Gradasi Warna Pantai

Tidak ada yang bisa menafikan keelokan pantai, terlebih jika pantai itu belum banyak disentuh wisatawan sehingga masih terjaga keasliannya. Di pantai-pantai yang masih terjaga itu, kita bisa menikmati perbedaan gradasi warna yang memesona. Mulai dari putihnya pasir, biru jernih air laut, dan langit dengan saputan awan putih.

Pantai Bara

Panorama pantai yang seperti itu akan memberi nuansa damai ke dalam hati dan fikiran. Jadi jangan heran kalau pantai menjadi destinasi favorit bagi siapa saja untuk berlibur.

Gradasi warna pantai paling indah yang pernah kulihat adalah pantai-pantai di Sulawesi Selatan, terutama di daerah Bulukumba dan Kepulauan Selayar. Memang sih, pantai-pantai di daerah Timur Indonesia memang ngga ada matinya.

4. Air Terjun & Pelanginya

Suasana sejuk di air terjun sangat baik untuk menyegarkan fikiran dan jiwa. Dan akan lebih menyenangkan jika di air terjun itu kita bisa melihat pelangi. Seperti di daerah Malang, kita mengenal ada air terjun coban pelangi.

IMG-20151229-WA0016

Di beberapa daerah lain juga ada air terjun berpelangi. Di Carita misalnya. Ada air terjun bernama Curug Gendang. Saat debit air tinggi, dan matahari bersinar cerah, kita bisa melihat pelangi di dinding tebing di sekeliling air terjun. Aku pernah menyaksikannya sendiri, lho! Menyenangkan sekali rasanya!

Coba deh bayangkan! Berdiri sambil merentangkan tangan di depan air terjun. Mendengarkan gemuruh air yang terjun dan jatuh di sungai berbatu. Merasakan tempias air terjun yang menghujani wajah kita. Dan kita melakukannya sambil memejamkan mata, membiarkan indra pendengaran dan perasa bekerja. Menyimpan kesejukan ke dalam memori. Lalu saat membuka mata, kita disuguhi lengkung warna pelangi yang elok. Whuih!

5. Underwater

Keindahan bawah laut memang menyihir. Mungkin itu sebabnya kenapa banyak yang kemudian menggemari snorkeling. Sebagian dari mereka lalu memutuskan untuk lanjut mengambil lisensi diving untuk bisa menikmati pesona bawah laut lebih dalam lagi.

clown fish

Taman bawah laut pertama yang membuatku satuh cinta adalah di sekitaran Gunung Anak Krakatau. Di sana, untuk pertama kalinya aku melihat ikan badut yang malu-malu menampakkan diri dari balik anemon. Ada banyak terumbu karang berwarna menyala, bergerak melambai seirama arus bawah laut. Belum lagi ikan-ikannya yang tak kalah berwarna-warni. Di sana juga untuk pertama kalinya aku melihat ikan buntal, dan sekawanan kecil ikan yang biasa disebut schooling fish jika gerombolan mereka mencapai ribuan ekor.

Kenangan snorkeling di Lagoon Cabe di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau itu membuatku ingin sekali bisa diving. Sayangnya sampai saat ini belum tercapai juga cita-cita untuk ambil lisensi diving. Semoga bisa segera. Aamiin.

28 thoughts on “5 Fenomena Alam Yang Banyak Dicari Traveler

  1. SUNRISE!!!

    emang tuh paling diincer, sampe tempat camp jam 1, eh abis subuh suruh naek lg buat ngejar sunrise, akhirnya saya tidur aja di tenda wkwk

    1. iyaah, banyak ajah yg ngga sadar kalo kelakuannya itu bisa ngerusak alam. smoga beneran ngga sadar ga, bukan disengaja. dan semoga segera ada hal yg bisa menyadarkan. πŸ™‚

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.