Kuliner

3 Kuliner di Rumah Emak Yang Ngangenin

Ramadhan

Ramadhan sudah memasuki minggu kedua. Lebaran masih lumayan lama, tapi aromanya sudah tercium lewat iklan di TV, juga dekorasi dan barang yang dipajang di tempat strategis di Supermarket. Aduuh! Aku kok malah kepingin cepet mudik dan makan rendang bikinan emak.

Lebaran di rumah emakku di Lampung memang identiknya dengan rendang sebagai lauk makan ketupat. Entah kenapa emak lebih suka rendang dari pada opor. Walau kadang emak masak opor juga sih. Itu karena anak & cucu-cucunya pada request.

Emakku memang jago masak. Semua masakannya enak. Kalau ngga lebaran, masakan emak yang paling aku kangenin kalau pulang ke lampung adalah…

1. Pindang Asam Pedas

Tempat tinggal dekat dengan laut itu jadi berkah tersendiri deh. Ikan laut segar melimpah. Enak banget dimasak pindang asam pedas. Mau ikan tongkol, layur, layang, sampai nama-nama ikan yang asing di telingaku, semuanya jadi enak kalau emakku yang masak. Hihi.

Kuah dengan rasa asam dan pedasnya itu lho, bikin nafsu makan meningkat. Bumbunya meresap ke daging ikan yang empuk dan segar. Bau amisnya hilang karena kuah air asam. Aromanya harum karena pakai daun salam. Bisa lebih sedap lagi kalau dicemplungin beberapa pucuk daun kemangi. Nyam…

2. Gulai Pakis

Lagi-lagi, aku melihat tempat tinggal ibuku yang di pelosok dan dikelilingi kebun yang sudah serupa hutan itu sebagai berkah. Tanaman liar namun bermanfaat tumbuh dengan suburnya. Salah satunya ya pakis itu. Tetapi tidak semua pakis bisa dimakan. Emak bilang, ada beberapa jenis yang berbahaya dan bisa menyebabkan keracunan. Tetapi untungnya emakku hafal betul mana pakis yang bisa dipetik dan dimakan, dan mana yang tidak. Kalau aku sih cuma tau yang sudah terhidang di meja saja. Haha.

Daun pakis muda biasanya dimasak dengan aneka bumbu dan kuah santan kental. Kadang, jika sedsng musim ikan laut, emak mencampurkan ikan juga ke dalam gulai. Rasanya sama-sama enak.

3. Kopi Duren

Ini temen duduk wajib kalau musim duren di kampung emak. Hormon bahagia seolah meningkat kalau ngobrol bareng di gubuk di tengah kebon, sambil minum kopi hitam yang dicemplungin duren jatohan. Eum, aku bukan pecandu kopi sih. Tapi kalau mudik pas musim duren, rasanya ada yang kurang kalo ngga ngopi duren.

Kapan Makan Masakan Emak?

Dulu waktu kondisi kesehatan emak masih prima, aku suka semena-mena minta dimasakin. Dan dasarnya emak seneng masak, permintaan dari anak maupun cucu bukanlah hal berat. Toh tiap hari tanpa diminta juga emak pasti masak.

Menu masakan sehari-hari ya tergantung musim. Kalau cuaca lagi mendukung buat para nelayan, ikan segar banyak. Ngga cuma di pasar, pedagang keliling pun banyak di kampung emak. Daaan murah murah. Kalau udah musim panennya nelayan, menu masakan emak seringnya pindang asem, kadang ikan kuah santan, kadang cuma digoreng aja dan dimakan pakai sambal kecap.

Tapi kalau ngga musim ikan, lauk andalan adalah tempe goreng. Sayurnya sayur asem yang mana semua bahan tinggal metik di kebun. Baik tangkil serta daunnya, pepaya muda dan nangka muda. Ngga lupa sambal terasi. Makan jadi enak banget.

Beda dengan pakis. Emakku jarang masak pakis, kecuali kepaksa kalo aku minta. Haha. Padahal pakis banyaak tumbuh di hutan dan kebon sekitar rumah. Soalnya emak punya kolesterol, jadi harus menghindari sayuran hijau.

Iya sih, umur emakku sekarang sudah menua. Beberapa gangguan kesehtan mulai menyerang. Hipertensi, maag, kolesterol. Sedih kalo ingat. Untuk itu aku sekarang harus ikut menjaga supaya kondisi emak tetap fit. Salah satu caranya dengan jaga makanan.

Terakhir aku mudik waktu emak diopname 2 bulan lalu. Maagnya kambuh. Setelah pulang dari rumah sakit, aku ngga bisa lama-lama nemenin emak. Harus segera balik ke Serang karena kerja dan ngga bisa cuti lama. Sedih sih, padahal emak masih harus diperhatiin. Soal makan misalnha, harus bubur dulu.

Supaya emak ngga repot bikin bubur sendiri setiap hari, akhirnya aku dapat ide. Aku belikan oatmeal aja yang gampang dan cepat masaknya. Kebetulan di kampung emakku sekarang sudah ada Alfamart yang pada Ramadhan ini sedang ada program Ramadhan Hemat Alfamartku. Jadi untuk jenis makanan yang selama ini cuma bisa diliat di TV, sudah mulai bisa dibeli di kampung emak. Hehe maklum, pelosok.

Ramadhan Hemat Alfamartku

Oya, kemarin aku juga kasih kabar ke emak kalau di Alfamart sedang ada promo Ramadhan Hemat Alfamartku, yaitu promo tebus murah produk tertentu hanya dengan 500 rupiah. Syaratnya cuma belanja produk sponsor senilai 75 ribu aja. Nah, kan kebetulan Quacker Oatmeal adalah salah satu produk sponsor tuh. Emak jadi bisa beli 2 Oatmeal dan tebus sebotol sirop dengan hanya bayar gopek. Haha. Sehatnya dapet, bahagianya juga dapet banget. Semoga emak sehat terus. Aamiin.

Nah, kalau kalian, masakan apa yang paling ngangenin di kampung halaman?

11 thoughts on “3 Kuliner di Rumah Emak Yang Ngangenin

  1. Noe.. aku ngiler sama pindang asam pedas ikan. Trus sama sayur pakis. Di pasar-pasar Pekanbaru pakis masih banyak dijual. Duh..asli jadi kangeeen ini 😀

    Btw, itu bisa beli sirup gopek dengan beli produk sponsor keren banget yaa.. gopek? *rasa gak percaya ;D

  2. Aku juga selalu sedia Quaker oatmeal yang warna biru di rumah, buat sarapan kalo pas nggak sempet masak hihi.
    Asyik nih ada promo Alfamart, meluncur ah ke lokasi yang deket rumah 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.