Mudahnya Membayar Zakat Zaman Now

Ramadan baru berjalan selama seminggu, tapi rasanya lebaran sudah sangat dekat. Tadi malam saat aku menelepon emak di Lampung, beliau tanya, aku mudik nggak? Kapan? Anak-anak udah dibeliin baju baru belum? Dan pertanyaan lain yang topiknya masih seputar hari lebaran. Termasuk soal zakat fitrah.

Dulu, dengan alasan sibuk, aku sering ngerepotin emak untuk membayarkan zakat fitrah aku dan anak-anak lewat Amil Zakat Infaq Sodaqoh (AZIS) di masjid. Awalnya gara-gara lupa bayar zakat fitrah, dan baru ingat saat perjalanan mudik tepat di malam takbiran. Seketika itu aku langsung telepon emak, minta ditunaikan dulu ke masjid, takut terlambat. Soalnya zakat fitrah kan harus dibayar sebelum solat ied. Eh, semenjak itu malah jadi kebiasaan dan terus berulang.

Tetapi beberapa tahun terakhir aku udah nggak begitu lagi kok. Semenjak mengenal adanya lembaga amil zakat infaq dan sodaqoh yang menerima pembayaran secara online atau sistem transfer bank. Aku bahkan bisa bayar zakat saat masih di kendaraan dalam perjalanan mudik.

Walau begitu, anak tetaplah anak-anak di mata emak. Jadi setiap teleponan menjelang idul fitri, emak tak pernah absen untuk mengingatkanku bayar zakat fitrah. Ya, seperti teleponan semalam lah. Aku diomelin.

“Bayar zakatnya, jangan lupa! Jangan ngegampangin kewajiban! Bla bla bla”, gitu omelannya.

Lalu dengan mantap aku jawab, “iya, mak, nggak akan lupa lagi, kan sekarang mah bisa bayar zakat fitrah secara online, tinggal transfer aja, beres”.

Nggak lupa juga aku ceritakan kalau tahun ini aku akan membayar zakat fitrah lewat Dompet Dhuafa.

Mudahnya Berzakat di Dompet Dhuafa

Ada yang belum kenal Dompet Dhuafa? Aku rasa nggak ada deh ya. Semua pasti kenal. Atau minimalnya pernah mendengar namanya.

Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia, alias Non Goverment Organzation (NGO). Dompet Dhuafa berkomitmen untuk mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shodaqoh & Wakaf).

Dalam komitmennya untuk mewujudkan masyarakat berdaya yang bertumpu pada sumber daya lokal, Dompet Dhuafa menjalankan program-programbya dengan sistem yang berkeadilan dalam berbagai bidang, sbb;

1. Kesehatan

Dompet Dhuafa di dalam program kesehatan, mendirikan berbagai lembaga kesehatan yang bertujuan untuk melayani seluruh mustahik dengan sistem yang mudah dan terintegrasi dengan sangat baik.

2. Pendidikan

Demi masa depan Indonesia yang lebih baik ada di tangan anak-anak, Dompet Dhuafa membantu mewujudkannya dengan memberikan program pendidikan dan beasiswa bagi anak-anak Indonesia yang tidak mampu.

3. Ekonomi

Untuk memutus lingkaran kemiskinan di Indonesia, Dompet Dhuafa merangkul masyarakat di seluruh daerah dengan berbagai program pemberdayaan, agar terciptanya entrepreneur dan lapangan kerja baru.

4. Pengembangan Sosial

Mengingat manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain, maka Dompet Dhuafa bersama dengan para relawan membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah dan tidak tahu arah.

Dengan berdonasi atau membayar zakat di Dompet Dhuafa, kita bisa merasa tenang dan yakin bahwa dana yang kita setorkan akan disalurkan dengan tepat. Dan bukan hanya menyalurkan sembako kepada golongan kurang mampu, sebab Domoet Dhuafa tidak hanya penerima pembayaran zakat fitrah. Tetapi juga zakat lainnya seperti zakat mal, zakat penghasilan, bahkan zakat fidyah. Juga menerima infaq dan sedekah.

Nah yang mau bayar zakatnya lewat Dompet Dhuafa juga, silakan cus ke web;

www.donasi.dompetdhuafa.org

Webnya user friendly kok, tanpa aku kasih tutorialnya disini pun, kalian pasti bisa. Sebab tampilannya simpel, seperti form biasa. Mudah dan menyenangkan yang pasti.

Review: ZenPower Pocket 6000mAh

Masih ingat ngga? Beberapa bulan lalu, saat ASUS merilis 3 ZenPower terbarunya. Ada ZenPower Pocket, ZenPower Slim dan ZenPower Duo. Di antara ketiganya, aku naksir sama ZenPower Pocket, sebab kapasitasnya pas dan nggak kebesaran, yaitu 6000 mAh. Dibanding ZenPower Slim yang cuma 3000 mAh, Zenpower Slim jelas lebih oke dari segi kapasitas. Sedangkan malau ZenPower Duo, menurutku ngfak jauh beda dengan ZenPower generasi pertama yang aku punya, yang ukuran card size 1050 mAh itu loh.

Ibarat pucuk dicinta ulam pun tiba. Sebulan yang lalu aku dikirimi ZenPower Pocket yang kuinginkan. Nah, setelah kurang lebih sebulan memakainya, kali ini aku mau share review ZenPower Pocket 6000 mAh.

Pertama, dari sisi disain. Aku dapat warna merah burgundy (Burgundy Red), yang mana terlihat cakep kalau difoto. Pilihan warna lain ada Sand Gold yang akan memberi kesan mewah. Bentuk bodinya tipis dan sedikit lebih lebar dibanding ZenPower card size generasi pertama. Soal bobot, jelas ringan karena kapasitas baterainya memang nggak besar, yaitu cuma sekitar 170an gram. Material casingnya yang aluminium juga menambah kesan mahal. Dan yang penting juga, tetap nyaman digenggam.

Selanjutnya aku mau bahas pengalaman menggunakan ZenPower Pocket.

Fyi, saat ini aku menggunakan smartphone ASUS ZenFone 4 Max Pro dengan kapasitas baterai 4.100mAh. Dan sebenarnya, dengan ZenFone Max, aku udah jarang pakai powerbank. Sehari hanya perlu mengecas hape satu kali. Dan biasanya, aku mengecas hape di rumah saat malam atau subuh.

Hanya saja, ada kalanya aku lupa ngecas dan baru sadar saat di jalan berangkat kerja. Pas di bis, duduk manis, mau buka hape untuk browsing-browsing, eh batre habis. Di saat itu lah powerbank menjadi penolong.

Nah, untuk mengisi daya baterai ZenFone 4 Max Pro dengan ZenPower Pocket, dibutuhkan waktu kurang dari 2 jam sampai full 100% dari kondisi baterai yang semula 10%. Nggak terlalu lama menurutku, sebab sambil dicas hapenya sambil aku pakai juga untuk bebabagai keperluan seperti chatting WhatsApp, scroll-scroll sosmed, atau buka blog, dll.

Setelah digunakan untuk satu kali pengecasan ke Zenfone 4 Max Pro, masih ada 1 dari 4 lampu lampu indikator powerbank yang menyala. Artinya si powerbank masih menyimpan sedikit daya baterai untuk mengecas ulang smartphone. Tapi biasanya aku nggak akan pakai lagi, lebih baik aku cas ulang lagi sampai penuh baru dipakai nanti-nanti saat dibutuhkan.

Tetapi aku pernah mengecas ulang powerbank mulai dari kondisi benar-benar habis sampai penuh. Butuh waktu 3 jam sampai penuh. Termasuk cepat sih ya. Untuk harganya ada di angka Rp229.000,-

Nah, kalian udah punya belum ZenPower Pocket? Mau aku pinjemin?

Network of Excellence, Backpacking With Children, Moody Blogger

%d bloggers like this: