Tips Traveling

Memilih Pakaian Yang Tepat Untuk Traveling

Sekitar seminggu lalu, ada teman yang nanya-nanya, apa yang harus dipersiapkan sebelum ke Bromo. Dia berniat untuk mengisi liburan kemerdekaan 17 Agustus untuk traveling ke dataran tinggi di daerah Malang yang memesona itu. Sebagai teman yang baik *eaa eaak* aku lalu menceritakan pengalaman dodol ketika aku mengunjungi Bromo setahun yang lalu, agar temanku ini bisa mengambil pelajarannya.

Baju yang pas untuk traveling ke bromo

Sempat terbersit penyesalan ketika aku baru saja tiba di Bromo di dini hari 28 September 2014 lalu. Sumpah, badanku menggigil hampir beku. Telapak tangan dan kakiku seperti ditusuki jarum. Sakit. Tiba-tiba aku rindu kasur, beserta bantal, guling dan selimut yang teramat nyaman di rumah. Tetapi ku mencoba bertahan (yakali) demi panorama Bromo yang emejing.

Sebenarnya sudah sejak beberapa minggu sebelum berangkat ke Bromo, aku diberi tahu bahwa suhu di Bromo bisa sampai minus di bulan September. Maka dibutuhkan persiapan yang matang dan nggak boleh dianggap sepele. Aku diingatkan untuk memakai jaket tebal, kaus kaki, sarung tangan, syal, dan head cap (kupluk) yang menutup sampai telinga. Oya, jangan pakai celana jeans, karena meskipun tebal, pori-pori pada jeans lebih besar dibanding celana bahan, sehingga sangat mudah ditembus udara dingin.

Baju untuk ke Bromo
Biar dingin, harus tetep senyum

Bisa dibilang, persiapanku ini asal-asalan. Aku memilih jaket polar biru dongker, padahal jaket bulu angsa lebih ampuh menahan hawa dingin. Pertimbanganku tidak memilih jaket bulu angsa itu hanya karena warnanya yang hitam, yang nggak oke kalo difoto. Kesalahan lain adalah celana yang kupakai adalah celana batik tipis. Meskipun sudah didobel legging di bagian dalam, tetap saja lututku nyut-nyutan karena kedinginan. Yang paling fatal adalah sendal. Olala, harusnya sepatu.

Untuk muda mudi yang sehat walafiat yang belum terpengaruh faktor U, mungkin oke-oke saja pakai jeans seadanya, model pensil sekalipun. Nah nanti bisa sekalian pensilnya buat nulis di atas pasir berbisik tuh (siap-siap dijitak penggemar hipster). Kalau aku yang umurnya udah hampir kepala 3, dan udah 2 kali turun mesin (baca: melahirkan), masalah banget kalau pakai baju asal-asalan di udara dingin.

Bagaimana kalau ngetrip di daerah yang cuacanya panas?

Sepertinya dari semua pengalaman jalan-jalan, aku lebih banyak ke tempat yang hot dari pada cool. Makassar, Surabaya, dan beberapa kota lain di Indonesia yang terkenal panasnya. Atau ketika di Penang, Β Cambodia dan Ho Chi Minh City, yang cuacanya ngga kalah panas kalau dibanding dengan planet kecil sebelum bumi bernama Bekasi.

Jangan pakai warna hitam di daerah panas
Jangan pakai warna hitam di daerah panas

Untuk traveling di daerah atau kota yang panas, sebaiknya pakailah kaos yang bahannya mudah menyerap keringat. Berdasar pengalaman, kaos-kaos berbahan cotton combed cukup nyaman digunakan. Aku juga suka kaos baham cotton spandex yang lembut. Atau coba cari kaos-kaos yang memang dibuat khusus untuk outdoor. Kaos-kaos jenis ini bisa didapat di toko outdoor lah ya pastinya. Beberapa merek terkenal ada REI, atau EIGER, meskipun harganya lumayan banget (maksudnya lumayan mahal menurutku). Maklum, aku seringnya beli yang murahan dan harganya ngga lebih dari Rp50.000,-

Kalau suami lebih suka kemeja flannel, atau katun. Tapi menurutku dia agak aneh. kemeja dia fungsikan seperti jaket, karena pasti didobel dengan kaos. Mau cuaca panas juga, tetep aja sukanya dobelan. Tapi (lagi), ada manfaatnya juga dia suka dobel pake kaos dan kemeja. Kalau aku udah ngga tahan sama panas matahari, bisa kucopot paksa itu kemeja dan kupakai untuk tutup kepala. πŸ˜€

Kaos & Kemeja Flanel, gayanya Ojrahar!
Kaos & Kemeja Flanel, gayanya Ojrahar!

Selain baju, apa lagi yang penting untuk diperhatikan? Nah buat perempuan yang pakai kerudung, ada baiknya pakai kerudung yang bahannya adem. Kalau perlu bahan kaos. Kalau ngga mau bergo dengan alasan kurang stylish, ada kan pilihan pashmina bahan kaos, atau kerudung segi empat atau segi tiga bahan kaos. Ini salah satu contohnya yang ada di foto ini. Aku pakai kerudung segitiga bahan kaos yang adem.

Pakai bahan kaos warna cerah kalo ke pantai
Pakai pakaiam bahan kaos warna cerah kalo ke pantai

Untuk celana, aku lebih suka celana cargo. Kalaupun aku membawa jeans, paling aku pakai saat perjalanan berangkat dari rumah, atau saat pulang, yaitu ketika tidak terlalu banyak aktifitas jalan kaki. Backpacking menggunakan celana jeans apalagi yang ketat, rasanya kakiku cepat lelah karena mendapat tekanan di bagian lutut.

Saat Snorkeling

Aku tidak punya baju renang, apalagi baju khusus diving, jadi saat snorkeling aku menggunakan legging katun berkaret, yang bahannya tidak terlalu tipis. Atasan menggunakan manset, biasanya warna maroon atau hitam. Hindari baju atau warna putih saat main air karena jika basah bisa tergambar jelas apa yang ada dibalik baju.

Pakaian Snorkeling
Kain pantai ngga boleh ketinggalan

Saat sebelum atau sesudah snorkeling, aku pakai kain pantai untuk sedikit menutupi bentuk badan yang cuma dibalut legging dan manset ketat. Meskipun kain pantai yang aku ikatkan di pinggang ini membuatku terlihat lebih pendek lagi dari tinggi aslinya yang cuma 150 cm. πŸ˜€

Warna itu penting

Dulu banget sebelum gandrung backpacking, aku tipe orang yang masa bodo untuk urusan warna baju. Biasanya lebih banyak pilih warna coklat atau hitam. Wah kalau sekarang sih beda. Secara setiap jalan, foto narsis itu wajib. Nah, rasanya ngga sip aja baju warna hitam atau coklat kalau difoto. Jadi meskipun bajuku itu-itu aja yang dipakai ketika traveling, no problemo laah, asal berwarna cerah. πŸ˜€

21 thoughts on “Memilih Pakaian Yang Tepat Untuk Traveling

  1. Lhooo kalo aku hitam malah wajib banget dibawa lha kalo pake item kan keliatan langsing hwhehhe… tinggal hijab nya aja yg dikasih warna cerah jd tetep seger πŸ™‚

  2. Aku senengnya jalan jalan ke hutan, kebun, sungai, curug, atau sejenisnya. Dan haram banget buatku pakai baju ijo atau biru, nyaru sama pepohonan, air dan langit. Karena ya bener tuh, warna penting banget buat foto. Instagram nanti jadi gak kece kalau warna bajunya tenggelem xD xD xD

    1. Tergantung juha sih, warna kesukaannya apaa. Hihi.. Kalo dirimu pilih item pasti biar keliatan langsung ya, eh langsing. *ditimpuk gandjel rel* :p

Leave a Reply to Paket Wisata Dieng Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.